
...~Happy Reading~...
Usai menghabiskan sarapan nya, Callie dan Davis pun segera berangkat ke kantor bersama.
Meskipun Callie sudah menjadi istri Davis, namun ia masih tetap akan bekerja sebagai sekertaris Davis sampai saat laki laki itu menemukan sekertaris baru.
Sebenarnya, tuan Ammer pun sudah melarang Callie, begitupun Davis. Namun, kembali lagi, bukan Callie namanya jika ia akan langsung menurut dengan larangan yang di berikan oleh orang lain.
Menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit, kini mobil yang di tumpangi oleh Davis dan Callie sudah tiba di perusahaan. Keduanya segera turun dan hendak masuk.
Namun, saat keduanya tiba di lobi, tiba tiba Callie mendapatkan sebuah pelukan yang sangat tiba tiba dari seseorang hingga membuat keduanya terkejut dan mematung di tempat.
“Kenapa Cal? Kenapa harus kaya gini? Aku fikir kamu hanya main main dengan dia, kenapa kamu harus berjalan sejauh ini? Kamu tahu jelas bagaimana dia, dia dari dulu tidak pernah mencintai kamu. Kenapa kamu mau emnikah dengan nya?”
“King!”
Ya, laki laki itu adalah Kingsley, selain klien dari Davis. Namun laki laki itu juga adalah teman Callie yang mana sudah menyimpan perasaan sejak dahulu namun tak pernah di anggap.
King mengira bahwa cinta Calie kepada Davis hanyalah sementara. King juga masih begitu santai untuk mengejar cinta Callie setelah beberapa kali mendapatkan penolakan.
Namun, ternyata justru saat dirinya berada di luar kota, ia mendapatkan kabar bahwa wanita yang di cintai nya sudah menikah.
Dan laki laki itu adalah Davis. Orang yang selalu menolak Callie. Bagaimana mungkin? Batin King sedikit bingung juga frustasi.
“Lepaskan istriku!” ucap Davis dengan raut wajah datar nya berusaha melepaskan pelukan keduanya.
Dengan cepat, Davis segera menyembunyikan Callie di belakang nya. Tangan nya masih terkepal erat dengan sorot mata yang begitu tajam menatap pada laki laki di depan nya.
“Aku kemari bukan sebagai klien mu. Tapi aku kemari untuk Callie,” ucap King kini membalas tatapan tajam dari Davis, yang sudah menjadi rival nya.
“Pergilah! Sebelum sekuriti yang menyeret mu keluar!” balas Davis datar, ia memilih mengabaikan King dan segera membawa istri nya pergi.
Namun, lagi lagi saat ia baru berjalan beberapa langkah, King kembali menahan nya, dengan mencekal tangan Calle.
“Cal, bilang sama aku. Ini gak bener kan? Tolong pikirin lagi Cal, aku—” King menarik napas nya panjang sebelum melanjutkan kata katanya, “Aku masih mencintai kamu, Callie. Dari dulu, aku yang selalu mengejar mu, dan kamu pun tahu seberapa besar cinta aku ke kamu.”
“Sedangkan dia—“ King menunjuk ke arah Davis, “Dia yang selalu nyakitin kamu. Come on Callie, jangan bodoh. Jangan—“
“Iya King, aku tahu kalau aku bodoh. Tapi aku bahagia dengan kebodohan ku ini. Tolong, hargai keputusan ku, sekarang aku sudah menikah, dan tolong jangan ganggu aku lagi. Hubungan kita cukup sebatas rekan kerja saja. Tolong hargai Davis sebagai suami ku,” ujar Callie pelan namun masih jelas terdengar.
“Hargai dia?” King langsung tertawa getir mendengar permintaan dari Callie.
“Kamu minta agar dia di hargai? Tapi apa pernah kamu mikir, dia ngehargai kamu? Buka mata kamu Cal, dia saja tidak pernah menghargai kamu, apalagi mencintai kamu. Mustahil dia akan mencintai kamu Cal, karena dia sudah—“
“Bawa laki laki ini pergi dari sini!” ucap Davis dengan cepat memotong perkataan King, “Dan jangan pernah biarkan dia menginjakkan kaki di sini lagi.”
“Urusan kerja sama kita berhenti sampai disini!” imbuh Davis, lalu ia segera membawa Callie pergi dengan langkah yang sedikit cepat.
...~To be continue ......