
Masih terdapat Warning ya Sayang kuhhh ... Di bawah umur mohon harap dengan sangat di Skip ya cintaahh. Jangan bandel, nanti di marahi loh.
Siapa yang marahi? Ya pasti adalah yang marahi, udahlah pokok e di skip ojo ngeyel!!!
...๐๐๐๐...
...~Happy Reading~...
Ahhhh
โSakit Davis, gak muattt!โ pekik Callie menjerit histeris, sambil tangan nya mencengkram erat bahu lebar milik Davis.
Tak hanya Callie yang sedang berusaha mati matian menahan rasa sakit. Begitu pun dengan Davis yang juga tengah menahan rasa sakit pada inti nya yang merasa begitu kesempitan di dalam rumah baru nya.
Hingga setelah percobaan beberapa saat, akhirnya Davis berhasil mengajak adik nya memasuki rumah baru.
Huuhhh
Davis menghela napas nya dengan cukup berat. Setelah percobaan yang cukup panjang kini akhirnya ia sudah berhasil. Ralat, hampir berhasil maksud nya.
โHiks hiks hiks, jahat! Kamu jahat hiks hiks, ini sakit Davis, sangat sakittt huaaa!โ tangis Callie pecah saat merasakan sesuatu yang mengganjal di bawah sana.
Ia tak henti henti memukul dada bidang suami nya untuk melampiaskan rasa kesal sekaligus nyeri di bagian inti nya.
โMaaf, cup!โ Davis tahu bahwa dirinya salah. Ia segera mengecup kening Callie yang turun merambah ke mata, hidung dan berakhir pada bibir Callie.
Davis kembali memberikan sentuhan sentuhan agar bisa membuat Callie rileks dan lebih tenang. Berusaha mengurangi rasa sakit yang di rasakan oleh Callie. Walau sebenarnya, ia juga merasa sakit dan terpaksa harus mendiamkan nya cukup lama agar bisa beradaptasi.
โApakah masih sakit?โ tanya Davis sambil membelai wajah Callie dengan begitu lembut dan penuh cinta.
โSedikit, bergerak lah. Tapi pelan pelan,โ jawab Callie seperti orang bergumam begitu lirih, membuat senyuman di wajah Davis langsung terbit.
Tanpa membuang waktu dan berlama lama lagi, Davis pun mulai bergerak dan menghabiskan satu hari penuh bersama Callie di dalam ruangan kantor nya. Ia memang sengaja meliburkan kantor, saat ia tahu bahwa istrinya menginap di sana.
Semalam, Davis sudah pulang ke apartemen, namun ia tidak menemukan Callie. Ia berusaha menghubungi gadis itu namun tidak ada jawaban.
Hingga pada akhirnya, davis menghubungi sekuriti yang berjaga di kantor nya. Dan mengatakan bahwa benar, mereka belum melihat Callie turun dari ruangan nya. Jadilah, Davis segera menghubungi Tora agar mengatur semuanya termasuk membatalkan jadwal nya esok hari.
Karena Tora juga harus menjaga Chloe, dan dirinya menjaga Callie. Akhirnya Davis mengambil keputusan yang tepat.
Selain itu, kini dirinya bisa mendapatkan vitamin yang ternyata memang benar bisa membuat candu semua orang.
Ya, vitamin. Vitamin untuk pasangan suami istri. Vitamin yang dulu selalu ia sepelekan dan ia abaikan. Ternyata kini ia bisa merasakan nya, dan ternyata memang benar bahwa rasanya sangat luar biasa, batin Davis.
โDavis, hentikan. Aku lapar!โ rengek Callie yang entah ke berapa kali nya, lantaran ia sudah lelah.
Bisa kalian bayangkan, bagaimana tidak lelah nya Callie. Dirinya harus di hajar habis habisan oleh Davis, dalam keadaan kaki pincang. Benar, kaki nya masih terluka, bahkan ia masih kesulitan untuk berdiri sempurna.
Namun, davis selalu memiliki cara untuk mengajak nya dengan berbagai gaya yang entah Callie sendiri tidak tau, darimana Davis belajar.
Seorang Davis yang begitu dingin, cuek dan kaku. Ternyata memiliki ide ide untuk melakukan berbagai macam gaya dalam hal bercinta. Namun meski begitu, Davis juga tidak memikirkan dirinya sendiri.
Laki laki itu selalu mengutamakan kenyamanan istrinya saat berhubungan. Davis pun juga masih sadar bahwa Callie masih sakit, jadilah ia berusaha sebisa mungkin mencari posisi yang tidak menyakiti Callie.
...๐๐๐๐...
...~To be continue......
...Dah ah, gak jelas banget kan MP nya. Wkwkwkw, yang pemting udah gol ya.. Bye , jangan protes atau besok tamat....