Davis, You Belong To Me

Davis, You Belong To Me
Tragedi



...~Happy Reading~...


“Sudah ku peringatkan berkali kali untuk hati hati. Kalau saja, kamu mendengarkan perkataan ku, semua tidak akan seperti ini!” Davis mengepalkan tangan nya, seolah untuk meredam emosi nya yang sejak tadi selalu di uji oleh istrinya sendiri.


Bagaimana ia tidak kesal dan emosi, saat di panti asuhan. Callie terlihat begitu bahagia bermain dengan anak anak di sana, bermain dan berlari persis seperti anak kecil.


Berulang kali Davis memberikan peringatan agar Callie hati hati untuk berlari, karena saat itu Callie mengenakan high hills. Awal nya, Callie menuruti perkataan Davis, gadis itu segera melepaskan sepatu nya dan di berikan kepada Davis.


Namun, berikut nya saat Callie bermain layangan, Callie justru malah memanjat pohon mangga yang ada di depan Panti. Hingga pada akhirnya tragedi itu terjadi.


Callie terpleset dan jatuh hingga membuat kaki nya terkilir dan sedikit luka berdarah. Itulah sebab nya, Davis langsung menggendong Callie saat sudah tiba di kantor. Bukan karena romantis seperti yang di katakan oleh Callie, melainkan karena Davis terpaksa dan kasihan jika harus membiarkan Callie berjalan sendiri.


Sebenarnya, bisa saja Davis menyuruh Tora untuk menggendong Callie. Bahkan itu sudah di niatkan oleh Davis selama dalam perjalanan.


Namun entah mengapa saat sudah tiba di kantor, justru Davis menggendong nya begitu saja, ia merasa seolah tidak terima jika Callie harus di sentuh oleh laki laki lain, apalagi sampai di gendong.


“Kamu masih menyalahkan ku? Kalau saja kamu mau mengambilkan layangan ku yang tersangkut, tentu saja aku tidak akan nekat!” seru Callie menolak di salahkan.


“Kau tidak bilang kalau layangan mu tersangkut” balas Davis semakin menggeram mengepalkan tangan nya.


“Aku bilang!”


“Kapan?”


Callie terdiam, ia menundukkan kepala nya sambil memanyunkan bibir, “Aku bilang pas kamu datang,” gumam gadis itu lirih hampir tak terdengar.


Callie memang mengatakan pada Davis bahwa layangan nya tersangkut, namun gadis itu mengatakan saat dirinya sudah jatuh dan di hampiri oleh Davis.


Drrtt ... Drrtt ... Drrtt ...


“Hallo,” jawb Davis saat sudah menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya.


“Siapa?” tanya Callie tanpa suara ke arah Davis, namun laki laki itu tidak menjawab, seolah tengah begitu serius mendengarkan perkataan dari orang di seberang sana.


“Hemm, saya ke sana sekarang!” setelah mengatakan itu, Davis segera mematikan sambungan telfon nya. Ia memasukkan ponsel nya ke dalam saku celana.


“Kamu mau kemana?” tanya Callie saat melihat Davis menghampiri jas nya dan mengenakan nya lagi, “Siapa yang menelfon mu?”


”Aku akan antar kamu pulang dulu,” ucap Davis tanpa menjawab pertanyaan dari Callie.


“Enggak!! Jawab dulu, kamu mau kemana? Dan siapa yang menghubungi mu? Kenapa kamu langsung berubah begini? Kenapa aku—“


“Om Clayon! Saat ini Chloe di rumah sakit bersama Tora. Dan aku harus ke sana!” jawab Davis dengan cepat memotong pertanyaan Callie yang beruntun.


Diam! Gadis itu langsung terdiam. Ia menatap Davis dengan tatapan yang sangat sulit di artikan. Tidak ada ekspresi apapun lagi di wajah nya. Ia sangat kecewa. Kenapa harus Chloe? Kenapa selalu Chloe, mengapa? Callie sangat ingin menjerit kepada Davis, namun ia tidak bisa melakukan nya.


“Oh!”


“Ayo,” Davis hendak mengangkat Callie kembali, namun dengan cepat gadis itu menolak dan menggelengkan kepala nya.


“Aku ngantuk, kamu pergilah dulu. Aku akan pulang satu jam lagi,” kata Callie segera memalingkan wajah nya ke samping, “Aku bisa panggil taksi nanti!”


“Cal!”


“Pergilah Vis, Chloe lebih butuh kamu! Hus hus, pergi sana!” usir Callie persis seperti mengusir anak kucing yang sangat menyebalkan.


...~To be continue ......