Davis, You Belong To Me

Davis, You Belong To Me
Berdua



...~Happy Reading~...


Hari demi hari berlalu, tanpa terasa kini keadaan Davis sudah semakin membaik. Callie dengan sabar dan penuh perhatian mengurus dan merawat laki laki itu dengan sepenuh hati.


Hari ini, Davis sudah di perbolehkan untuk pulang. Dengan di antar kan oleh Tora juga Ethan, kini mereka menuju ke apartemen milik Davis.


Keadaan Chloe juga semakin membaik. Namun, ia kini menjadi sosok yang pendiam dan lebih suka mengurung diri di dalam kamar nya.


Bahkan, ia tidak mau menemui siapapun, kecuali salah satu asisten rumah tangga nya yang akan mengantarkan makanan. Chloe juga tidak mau bertemu dengan keluarga nya sendiri, ia benar benar mengurung diri di dalam kamar nya.


“Kalian pulang lah,” usir Callie saat sudah tiba di apartemen nya, tentu saja hal itu membuat mata Ethan langsung menatap tajam pada Callie, “Tora, tolong bawa Ethan pergi dari sini.”


"Cal!" seru Ethan seolah tak terima.


"Sudahlah, turuti saja!" Tora segera menarik tangan Ethan dan membawa nya pergi.


Tak perduli sebagai mana laki laki itu memberontak dan berusaha melepaskan tangan Tora. Ia tetap menarik Ethan agar memberikan ruang untuk Davis dan Callie.


Callie mengabaikan tatapan protes dari Ethan, wanita itu memilih langsung menggandeng tangan Davis untuk masuk ke dalam apartemen nya, lalu menutup nya begitu saja tanpa menunggu persetujuan dari Ethan maupun Tora.


“Kamu belum menjawab pertanyaan ku dari kemarin. Kenapa kamu di rumah sakit? Kenapa kamu di kursi roda? Apakah kamu sakit? Atau—“


Callie sedikit tersentak, saat dengan tiba tiba Davis memeluk nya dari belakang.


“Atau apa?” tanya Callie tersenyum, dan kini tangan nya mengusap lembut lengan suaminya yang tengah melingkar di perut nya.


“Apakah ada sesuatu disini?” tebak Davis yang langsung mengusap perut Callie yang masih datar, seketika membuat Callie terkekeh getir.


“Kenapa kamu bisa berfikir seperti itu? Apakah tubuh ku terlihat berbeda? Apakah aku gendut? Pipi ku chuby, atau—“


Laki aki itu segera membalik tubuh Callie agar menghadap ke arah nya, lalu ia memegang kedua bahu Callie, “Karena aku bisa merasakan nya.”


Deg!


Jantung Callie berdetak dengan begitu cepat. Matanya berulang kali mengedip dan menatap Davis dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.


“A—apa maksud kamu merasakan nya?”


Davis menarik napas nya dengan cukup panjang, lalu menghembuskan nya perlahan, “Berapa usia nya?” tanya Davis mengabaikan pertanyaan dari Callie.


Laki laki itu menarik Callie dan membawa nya ke dalam pelukan nya. Menghirup aroma harum rambut Callie yang selalu memabukkan nya. Aroma yang sudah sangat lama ia rindukan, dan rasanya sangat sulit jika ia kembali mengingat sesuatu yang menyesakkan dada nya.


“D—davis ... “ gumam Callie mengerjapkan mata nya, saat mendengar suara Davis yang terisak di atas kepala nya, “K—kamu menangis?”


Ya, laki laki itu kini tengah menangis. Dada nya terasa begitu sesak. Jika benar Callie hamil, akankah ia sanggup benar benar melepaskan wanita itu. Sesuai dengan perjanjian nya dengan sang mertua.


Rasanya, ia tidak akan sanggup hanya membayangkan nya saja, apalagi jika ia benar melepaskan Callie.


“Apa aku sanggup berjauhan dari kamu hem?” gumam Davis begitu pelan dengan suara yang begitu serak dan parau, “Kesalahan ku pada mu sudah terlalu banyak.”


“Luka yang ku berikan juga sudah begitu banyak. Akankah ada maaf di hati mu untuk ku? Akankah kamu sudi memberikan ku kesempatan kedua untuk tetap berada di sisi mu. Dan akan kah kamu sudi bertahan dengan ku? Setelah semua yang sudah ku lakukan pada mu, Calliena fernando.” Imbuh Davis yang membuat tangisan Callie seketika langsung pecah.


Wanita itu langsung membalas pelukan Davis dengan begitu erat. Ia sudah tidak tau lagi harus berbicara apa dan bagaimana. Kini, apa yang di rasakan oleh Davis, juga sama ia rasakan.


...~To be continue .......