
...~Happy Reading~...
Pagi harinya, saat Callie membuka mata, ia sudah tidak menemukan keberadaan Davis di sebelah nya. Padahal, ia masih ingat betul, saat dirinya hendak memejamkan mata, Davis merebahkan tubuh di sebelah nya.
Jam masih menunjuk angka lima pagi, namun Davis sudah tidak ada. Kemana? Batin Callie sedikit bingung.
Namun, saat dirinya hendak turun dari tempat tidur. Tanpa sengaja, matanya menangkap sosok laki laki yang tengah terbaring dengan mata terpejam di atas sofa.
Wait, sejak kapan ada sofa di dalam kamar itu? Batin Callie semakin bingung. Pasal nya, semalam kamar itu benar benar kosong , hanya ada tempat tidur. Tapi sekarang sudah ada sofa yang di jadikan tempat tidur oleh Davis.
Tidak ingin ambil pusing. Callie pun memilih segera bangkit dari tempat tidur dan mandi. Tidak membutuhkan waktu lama, ia segera pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk suaminya.
Suami, setiap kali mengucap kata itu, entah mengapa membuat hati Callie selalu berbunga. Rasanya sangat aneh, tapi mampu membuat nya selalu bahagia, hanya dengan mengingat status nya saja.
“Masak apa ya?” gumam nya pelan saat membuka kulkas.
Callie mengeluarkan beberapa bahan makanan dari kulkas. Walaupun ia tidak begitu pandai dalam hal memasak, namun dirinya mau berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Salah satunya dengan memasak untuk sang suami.
“Auwhhh!” pekik Callie saat memotong sayuran namun malah mengenai jari nya.
Belum hilang keterkejutan nya akibat luka di jari tangan, tiba tiba ia kembali di buat terkejut, saat tiba tiba ada seseorang yang menarik tangan nya, dan membuat nya berbalik untuk menatap seseorang itu.
“D—Davis!”
“Apakah kamu kekurangan daging, sampai harus memotong tangan mu?” Davis langsung menghela napas nya pelan, ia segera mencuci tangan Callie dan mengajak nya ke sofa untuk di obati.
“Shhh pelan pelan, perihh!” Callie langsung memekik dengan mata terpejam saat Davis mengobati luka di jari nya.
“Jangan memasak lagi!” ucap Davis tanpa menatap ke arah Callie, karena fokus nya kini hanya mengobati.
“Jadilah diri kamu sendiri.”
“Tapi aku ingin menyiapkan sarapan untuk kamu!”
Davis kembali menghela napas nya berat, rasanya sangat sulit untuk melarang seorang Callie untuk tidak melakukan apapun. Karena semakin di larang, maka gadis itu akan semakin melakukan nya.
“Setiap hari, Tora yang akan mengantarkan makanan. Jadi kamu tidak perlu repot untuk memasak!”
“Apakah Tora akan beralih profesi jadi pengantar makanan?” celetuk Callie sedikit mendengus, “Padahal aku pengen makan di rumah, masakan sendiri, bukan masakan resto.” Imbuh nya lirih.
Davis hanya menggelengkan kepala nya kecil, lalu ia beranjak dari tempat duduk nya dan beralih menuju dapur. Ia menatap beberapa bahan makanan yang sudah di siapkan oleh Callie denan dahi sedikit berkerut.
“Apa yang mau kamu masak?” tanya Davis menoleh ke arah Callie sebentar.
“Omelet!” Jawab Callie segera bangkit dan menghampiri Davis yang tengah berkacak pinggang di dapur.
Tanpa membuang waktu, Davis langsung melingkis kemeja panjang nya hingga ke siku. Tak lupa ia juga mengenakan Appron agar tidak mengotori pakaian nya.
Dan dengan lihai nya laki laki itu mengambil beberapa bahan di kulkas dan memotong nya dengan cepat, hingga membuat Callie begitu takjub.
Takjub, tentu saja. Davis seorang manusia es batu dari kutub utara, bisa selihai itu dalam urusan dapur.
Dan jika di lihat, dari cara laki laki itu memotong sayuran, memecah telur bahkan sampai bermain alat dapur, seperti itu bukanlah hal yang sulit.
‘Suami ku memang laki laki sempurna. Paket kompit, eh belum komplit deh, karena dia belum kasih aku cinta sepenuh nya. Hemm, tapi sebentar lagi pasti akan jadi paket komplit kok, hihihih!” gumam Callie dalam hati terkikik sambil terus mengamati cara Davis memasak.
...~To be continue .......