
...~Happy Reading~...
“Kamu gak ke kantor?” tanya Callie saat menyiapkan sarapan untuk Davis.
“Aku masih ingin bersama kamu,” jawab Davis sambil terus menggenggam tangan Callie.
Memang benar, kini Davis sudah berubah. Bahkan, laki laki itu sudah tidak pernah menutup nutupi rasa cinta nya.
Namun, entah mengapa, kini justru Callie yang merasa sedikit risi dengan kebucinan Davis yang menurut nya terlalu over berlebihan.
Sikap Davis kini benar benar berubah seratus delapan puluh derajat. Laki laki pendiam dan berwajah datar nan dingin bak kulkas lima belas pintu itu, kini berubah menjadi begitu manja dan hangat, ralat bukan hanya hangat namun sudah di tahap panas, mungkin.
“Aku gak kemana mana, Vis. Kasihan Tora kalau kamu gak ke kantor juga, ini sudah dua minggu lebih loh kamu cuti,” ujar Callie menghela napas nya berat.
“Kamu gak mau aku di rumah? Kamu gak mau aku temenin? Kamu gak mau—“
“Mau!” potong Callie dengan cepat, “Aku mau Sayang. Hanya saja, kamu tetap harus ke kantor,” imbuh Callie dengan sangat hati hati.
Sejak kedatangan tuan Ammer beberapa hari yang lalu, untuk menagih janji Davis kala itu yang akan meninggalkan Callie. Membuat Davis benar benar tidak mau kehilangan Callie. Kemana pun wanita itu pergi akan selalu di ikuti oleh Davis.
Bahkan, hanya sekedar buang air besar atau kecil di toilet saja, akan di tungguin di depan pintu sampai selesai. Lebay bukan? Dan tentu saja Callie merasa sedikit risih akan hal itu.
Selain itu, Tora pun juga sudah kewalahan menghadapi beberapa klien yang gagal bertemu denan davis, membuat mereka terus mereog dan memarahi Tora. Maka dari itu, Tora meminta tolong kepada Callie agar mau membujuk Davis agar datang ke kantor.
“Enggak!” tolak Davis langsung menggelengkan kepala nya, “Kalau kamu ke kantor, kamu akan kelelahan. Aku gak mau kamu lelah,” imbuh nya di sertai dengan helaan napas berat.
“Terus, mau sampai kapan kaya gini hem? Justru kalau kamu gak kerja, Daddy akan kembali dan menjemput ku, karena merasa kamu tidak bisa menghidupi ku. Daddy akan beranggapan kamu laki laki pemalas dan—“
“Baiklah, baiklah. Aku ke kantor hari ini!” ucap davis langsung menghela napas nya sedikit kasar.
Padahal, meskipun ia tidak ke kantor pun. Ia tetap bekerja di rumah, karena setiap hari Tora akan mengirimkan pekerjaan melalui email. Jadi, meskipun Davis tidak ke kantor dirinya tetap bisa menafkahi Callie.
“Tapi janji sama aku, kamu gak akan kemana mana!”
“Iya Davis, aku tidak akan kemana mana. Aku tunggu kamu di rumah,” jawab Callie tersenyum sambil menggenggam tangan Davis.
Tak butuh waktu lama, usai menyelesaikan sarapan nya. Davis langsung bergegas mengganti pakaian dan bergegas untuk ke kantor. Namun, baru saja Callie membuka pintu apartemen nya untuk mengantarkan Davis, keduanya langsung mematung saat melihat seseorang yang sudah berdiri tepat di depan pintu.
“C—Chloe!” gumam Callie terbata karena begitu terkejut.
Setelah sekian lama, berulang kali Callie dan Davis datang ke rumah Arthajaya Chloe tidak mau menemui. Namun kini dengan sangat tiba tiba, wanita itu datang dan menemui Callie ke apartemen langsung.
Entah siapa yang akan Chloe temu, benarkah Callie atau justru Davis?
...~To be continue .......