Davis, You Belong To Me

Davis, You Belong To Me
Permintaan maaf Davis



...~Happy Reading~...


Berulang kali, Ethan menyuruh agar Callie mau kembali ke ruangan nya. Biar bagaimana pun, wanita itu juga ber status pasien di rumah sakit. Namun, Callie menolak dan masih tetap kekeuh ingin berada di samping Davis.


Jika begini, bagaimana dirinya bisa pergi dan meninggalkan davis sejauh mungkin. Hanya melihat laki laki nya terluka dan tak sadarkan diri, sudah membuat hati Callie terasa begitu sakit dan perih.


“Hiks hiks hiks, davis bangunlah. Jangan membuat ku khawatir, hiks hiks bangun,” gumam Callie yang sejak tadi terus menangis menunggu Davis membuka mata.


“Cal, apa tidak sebaiknya kau juga istirahat. Ingat dengan kandungan kamu,” ujar Ethan untuk kesekian kali nya.


“Pergilah, tinggalkan kami sebentar saja. Aku janji, setelah ini akan ikut kalian, tapi aku mohon, beri aku waktu sebentar lagi,” Callie menatap Ethan dengan raut wajah memohon.


Ia sudah memutuskan untuk meninggalkan Davis, akan tetap ia tidak bisa meninggalkan laki laki itu dalam keadaan yang hancur. Callie ingin pergi, namun dengan sebuah senyuman.


Setidaknya, ia ingin pergi secara baik baik. Ia tidak ingin melihat suami nya semain hancur, terlebih saat setelah ia tahu mengapa Davis bisa sampai se hancur seperti ini.


Callie tidak bisa menyalahkan Davis sepenuh nya. Karena memang ini bukan kesalahan nya. Callie juga mencoba untuk memaklumi jalan kehidupan Davis yang sangat tidak mudah.


Dan jika memang ada yang harus di salahkan dalam hal ini, adalah Callie sendiri. Benar, ia lebih menyalahkan pada dirinya sendiri, karena terlalu memuja dan mencintai Davis dengan begitu dalam.


Sehingga perasaan nya sudah menghancurkan hati banyak orang.


...🕊🕊🕊...


Davis mulai mengerjapkan matanya perlahan. Ia sedikit mengerutkan dahi nya saat merasakan adanya sebuah beban yang cukup berat berada di atas lengan nya.


Namun, setelah ia menoleh dan melihat sosok wanita yang tengah tertidur di samping nya, tanpa sadar membuat bibir nya sedikit terangkat untuk membentuk sebuah lengkungan senyum.


“Davis! Kau sudah sadar? A—aku akan memanggil dokter!” ucap Callie begitu bersemangat, namun tiba tiba tangan nya di tahan oleh Davis dan laki laki itu menggelengkan kepala nya.


“Kenapa?” tanya Callie menatap bingung pada suami nya.


“Disini saja, sebentar!” gumam Davis sambil memeluk tangan Callie.


Wanita itu hanya bisa menganggukkan kepala, lalu kembali duduk dengan perlahan, karena sebenarnya tubuh nya juga masih sedikit lemas.


“Kenapa bisa sampai seperti ini? Kenapa kamu tidak melawan, saat ada yang menyakiti mu? Ini bukan kesalahan kamu, Vis. Kenapa—hiks hiks hiks.” Hati Callie rasanya begitu sakit saat melihat tubuh suami nya yang babak belur karena di hajar oleh ayah kandung Chloe.


Meskipun ia tahu, bahwa Davis tidak mencintai nya, namun Davis tetap suami nya. Dan Callie merasa tidak terima akan hal ini, ia ikut merasa sakit dan sesak dalam hati nya.


“Aku gapapa,” ujar Davis tersenyum tipis sambil mengusap lembut air mata Callie, “Terimakasih karena kamu sudah datang.”


“Maaf... “ Callie mendongakkan kepala nya, menatap wajah suami nya dengan lekat, “Maaf sudah menyakiti kamu.” Imbuh Davis dengan tersenyum simpul.


“Jangan menangis lagi, aku mohon. Jangan pernah meneteskan air mata kamu hanya untuk alki laki seperti ku. Aku tidak pantas untuk di tangisi.”


Callie semakin tak kuasa menahan air mata nya, “Maaf karena selama ini, aku belum bisa menjadi yang kamu inginkan. Maaf jika, kehadiran ku di hidup mu, hanya menyakiti kamu dan membuat buruk dunia mu.”


“Enggak!” Seru Callie langsung menggelengkan kepala seolah tidak setuju dengan perkataan Davis, “Dunia ku tidak pernah buruk karena mu. Justru akan buruk di tanpa mu,” Callie kembali menundukkan kepala sambil berlelehan air mata.


‘Dan sebentar lagi, mungkin hanya akan ada kegelapan di hidup ku.’ Imbuh Callie namun dalam hati nya agar Davis tidak mendengar.


...~To be continue.......