Davis, You Belong To Me

Davis, You Belong To Me
Bertahan



...~Happy Reading~...


“Huh, nasib ku sangat sial!” umpat Callie saat sedang berusaha untuk bangkit dan berdiri sendiri.


Kini, ia masih berada di dalam ruangan Davis. Sudah hampir tiga puluh menit, dirinya menangis sendirian di ruangan itu. Karena pada akhirnya, Davis memang benar meninggalkan nya seorang diri.


“Berhentilah menangis, Callie. Sekarang pikirkan caranya bagaimana kau pulang!” gerutu nya sambil menghela napas nya berat, “Untuk pulang kamu bisa naik taksi. Tapi ini bagaimana kamu bisa turun ke bawah.”


Karena Callie merasa tidak sanggup untuk berjalan, akhirnya ia memilih untuk menuju kamar yang berada di dalam ruangan itu saja.


Benar, di dalam ruangan Davis ada sebuah ruangan tempat tidur yang biasanya di gunakan untuk istirahat.


Daripada dirinya pulang, turun ke lantai bawah dengan keadaan kaki seperti itu. Callie akhirnya memutuskan untuk menginap saja di kantor.


Toh, kemungkinan Davis juga tidak akan pulang ke Apartemen karena sudah sibuk dengan Chloe.


‘Aku merasa seperti istri simpanan atau bahkan istri kedua, ckckc eh bukankah sama saja ya?” Callie kembali menghela napas nya berat saat sudah berhasil tiba di dalam kamar itu.


...🕊🕊🕊...


Sementara itu, di tempat yang berbeda, Davis baru saja mengantarkan Chloe sampai di rumah. Ia segera turun, lalu membukakan pintu untuk Chloe dan mengantarkan nya hingga ke dalam kamar.


“Istirahat lah, jangan pikirkan apapun. Pikirkan diri kamu dan anak kamu sendiri,” ujar Davis begitu lembut sambil duduk berjongkok tepat di depan Chloe.


Dokter mengatakan, bahwa kandungan Chloe sangat lah lemah. Itu karena Chloe mengalami tekanan batin sehingga membuat nya stres dan berakibat pada kandungan nya.


Karena saat ini, Clayton dan Shiena sedang tidak berada di Indonesia. Keduanya tengah berada di luar negeri untuk mengurus putri nya yang satu lagi, yakni Claire.


“Aku takut, Vis,” gumam Chloe menundukkan kepala nya, “Aku takut semakin menyakiti Callie, tapi aku juga tidak mau jauh dari kamu. I need you,” imbuh nya semakin lirih hampir tak terdengar.


Davis terdiam, jika sudah seperti ini, laki laki itu tidak bisa berkomentar apapun. Bukan berarti ia menyukai apalagi mencintai Chloe. Karena sejak awal, Davis hanya menganggap Chloe sebagai adik nya.


Selain itu, Davis juga tidak ingin menyakiti hati Chloe. Akan tetapi, melihat takdir yang di alami oleh Chloe, hati Davis ikut sakit.


Bohong, jika dirinya tidak merasa bersalah. Karena sejak awal, Davis lah yang menyuruh Chloe agar berpacaran dengan laki laki, agar tidak mengganggu nya.


Davis tidak ingin memberikan harapan kepada Chloe yang mana akan menghancurkan hubungan nya dengan Clayton nanti nya.


Maka dari itu, Davis menyarankan agar Chloe menjalin hubungan dengan laki laki lain. Namun, siapa sangka jika ternyata Chloe justru di permainkan bahkan sampai di hamili oleh laki laki brengsek seperti mantan kekasih Chloe.


Bak nasi sudah menjadi bubur. Davis tidak bisa mengulang apalagi mengubah takdir yang sudah berjalan. Ia hanya berusaha untuk memperbaiki nya, dengan membantu Chloe untuk menghadapi semua nya ke depan nya nanti.


Akan tetapi, di sisi lain. Davis juga sudah memiliki Callie. Yang walaupun pernikahan nya di landasi dengan keterpaksaan dan ancaman dari mertua nya sendiri. Namun, Davis sudah mulai merasa nyaman dengan Callie.


“Tora akan menjaga kamu disini, istirahat lah!” ujar Davis terakhir kali, sebelum pada akhirnya laki laki itu beranjak dan melangkah pergi meninggalkan kamar Chloe.


...~To be continue......