
...~Happy Reading~...
“Bagaimana dengan mu?” kata Davis yang justru malah balik bertanya.
“Aku?” callie menunjuk ke arah dirinya sendiri sambil menatap bingung pada suami nya, “Kenapa jadi aku?”
“Jika kamu ingin bertahan, maka aku akan mempertahankan. Tapi jika kamu ingin pergi, aku juga tidak bisa menahan mu,” ujar Davis dengan sangat berat hati.
“Kamu tidak ingin memperjuangkan ku? Berarti kamu tidak mencintai ku, kamu—“
“Aku mencintai kamu. Sangat mencintai kamu, Callie. Hanya saja, aku sadar bahwa aku sudah terlalu banyak menyakiti kamu. Jika aku menahan mu, aku takut akan semakin melukai kamu.” Jawab Davis seraya menghela napas nya berat.
“Kamu sedang hamil, aku tidka ingin membuat kamu tertekan yang mana akan membuat kandungan kamu beresiko. Aku ingin kamu bahagia, anak kita bahagia,” imbuh nya kini mengusap kembali perut callie yang masih datar.
“Lalu bagaimana dengan kamu?” tanya Callie membuat Davis kembali mendongak dan menatap wajah Callie, “Apakah kamu ingin aku pergi atau bertahan?”
“Pertanyaan macam apa itu, tentu saja aku ingin kamu bertahan. Dan kita membuka kembali semuanya dari awal, itu keinginan ku dan harapan ku. Tapi—“
“Maka dari itu, tolong perjuangkan aku,” pinta Callie dengan cepat memotong perkataan Davis.
Untuk sesaat, laki laki itu terdiam. Seolah mencerna perkataan yang di ucapkan oleh Callie. Namun, hanya beberapa detik, sebuah senyuman cerah langsung terbit menghiasi wajah laki laki yang berwajah datar tersebut.
“Apakah kamu yakin?” tanya Davis dengan full senyuman menghiasi wajah nya.
“Jika kamu yakin, maka aku juga akan yakin,” kata Callie menganggukkan kepala, “Kamu sudah tahu, bahwa hati ku sudah sejak dulu hanya untuk kamu. Dan sekarang, aku sudah mendapatkan balasan nya, jadi untuk apa aku pergi.”
“Terimakasih, terimakasih!” gumam Davis sampai meneteskan air mata bahagia karena ternyata Callie masih ingin bertahan dengan nya.
Davis berfikir, bahwa Callie akan menyerah dan akan tetap meninggalkan nya. Akan tetapi, ia salah, buktinya Callie masih ingin bertahan dan mau membuka lembaran baru dengan nya.
Bahagia, jangan di tanya. Davis benar benar beruntung karena di pertemukan dengan Callieana. Seorang gadis yang begitu tangguh dan pantang menyerah. Mampu meruntuhkan bongkahan es yang selama ini di bangun oleh Davis.
Seorang gadis yang mampu membuat Davis jatuh bangun merasakan kesedihan, kebahagiaan juga kegilaan. Yang membuat Davis merasa risih dan ilfil, namun kini membuatnya jatuh cinta dan enggan untuk meninggalkan atau di tinggalkan.
Davis bersumpah akan memperjuangkan Callie, apapun yang terjadi. Meskipun nanti, dirinya harus berhadapan dengan mertua nya sendiri atau bahkan Ethan dan Arnold sekalipun, Davis tidak perduli.
Baginya, Callie sudah mau bertahan dengan nya, itu sudah lebih dari cukup untuk ia jadikan senjata dan semangat untuk melawan semua orang yang akan menentang nya nanti.
“Jangan sakiti aku lagi, Vis,” gumam Callie pelan membuat laki laki itu langsung melepaskan pelukan nya.
Davis menangkup wajah Callie, lalu menatap nya dengan lekat. Bahkan kini wajah kedua nya terasa begitu dekat hanya berjarak beberapa senti saja, membuat keduanya bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain.
“Aku akan berusaha, sekuat tenaga dan semampu ku untuk tidak menyakiti kamu. Aku akan berjuang untuk membangun kembali mahligai rumah tangga yang kamu inginkan. Meskipun aku, bukanlah laki laki yang baik tapi aku akan terus berusaha menjadi yang terbaik untuk kamu, anak kita dan keluarga kita. Aku akan lakukan yang terbaik untuk kalian,” ucap Davis panjang lebar lalu di akhiri dengan sebuah kecupan lembut di kening Callie.
Setelah sekian lama, Callie mengenal Davis. Belasan bahkan puluhan tahun, baru kini Callie mendengar dan melihat Davis berbicara begitu panjang dan lebar dengan begitu halus dan lembut bahkan sangat membuat nya tenang dan semakin yakin bahwa Davis benar mencintai nya, sangat mencintai nya.
...~To be continue ......