Davis, You Belong To Me

Davis, You Belong To Me
Hamil



...~Happy Reading~...


Karena keduanya panik melihat Callie merintih kesakitan dan berujung tak sadarkan diri. Akhirnya, kedua laki laki itu membawa Callie untuk ke rumah sakit terdekat.


Tora yang membawa mobil, dengan sengaja membawa Callie ke rumah sakit yang sama dengan Chloe di rawat.


Namun, kendati begitu, mereka juga tidak berjumpa dengan Davis atau pun keluarga lain dari Chloe. Bukan tidak, bisa saja belum, batin Tora.


“Jadi, apa yang mau kau jelaskan pada ku? Kenapa kau buat dia menangis? Apa kau—“


“Sudah ku katakan, bukan saya yang membuat nya menangis! Bahkan Anna sendiri juga mengatakan bahwa bukan saya,” jawab Tora sedikit berdecak lalu menghela napas nya kasar.


“Sepertinya, kedatangan anda kemari, bukanlah karena kebetulan. Anda sudah tau jelas apa yang sedang di hadapi oleh Anna. Itukan yang membuat mu sekarang berada disini,” imbuh Tora dengan menatap sinis kepada Ethan.


Sebenarnya, Ethan memang sudah mengetahui permasalahan yang sedang di hadapi oleh Callie. Namun, selama dua hari ini, dirinya juga sudah memantau Calie terus, akan tetapi wanita itu begitu kekeuh dan kuat.


Ethan berfikir bahwa Callie tidak akan se rapuh itu. Ethan berfikir, bahwa Callie tidak akan se hancur itu, namun saat tadi dirinya melihat bagaimana cara Callie menangis di depan Tora.


Emosi Ethan langsung memuncak. Maka dari itu, ia langsung ingin menghajar Tora, sebagai pelampiasan. Karena Tora adaah asisten pribadi Davis, yang mana otomatis laki laki itu andil dalam kesakitan yang di rasakan oleh Callie.


“Saat ini, nona Chloe berada di rumah sakit ini. Begitupun dengan tuan Davis juga berada disini, saya akan menemui nya, dan mengatakan kalau—“


“Tidak perlu, jangan katakan apapun kepada baji ngan itu. Biarkan dia fokus dengan kekasih nya, jangan ungkit laki laki itu lagi di depan Callie. Mengerti kau!” ancam Ethan menatap tajam pada Tora.


“Dia tidak memiliki hak apapun. Setelah dua hari dia tidak menemui istri nya, maka sejak saat itu juga aku memutuskan bahwa laki laki itu tidak akan lagi bisa menemui Callie!”


Tora langsung mengerutkan dahi nya, menatap intens pada laki laki yang berada di depan nya dengan tatapan yang sulit di mengerti. Tidak akan bisa menemui nya lagi, apa maksud nya? Batin Tora dalam hati bertanya tanya.


Namun, belum sempat Tora melontarkan pertanyaan, tiba tiba pintu sudah terbuka dan menampakkan seorang dokter yang baru saja selesai memeriksa Callie.


“Bagaimana keadaan nya Dok? Dia baik baik saja?” tanya Ethan dengan cepat berdiri dan menghampiri dokter.


“Tekanan darah nya sangat rendah, asupan makanan nya juga kurang. Hal itu membuat tubuh nya lemas dan kandungan nya sedikit melemah. Maka dari itu—“


“Wait!” ucap Ethan dengan cepat memotong penjelasan dokter, “Dokter bilang apa tadi? K—kandungan?” tanya Ethan seolah membenarkan pendengaran nya, berharap tidak salah.


“Maksud nya, Callie hamil? Dia sedang hamil?”


“Apakah belum ada yang tahu, bahwa pasien sedang hamil?” kata Dokter malah balik bertanya, tentu saja membuat kedua laki laki jomblo di depan nya seketika langsung menggelengkan kepala nya bersamaan.


“Pasien sedang hamil, dan kandungan nya sudah memasuki minggu ke enam. Saat ini, kondisi nya sudah stabil. Tapi, ke depan nya, tolong jangan buat pasien terlalu tertekan atau stres. Dan tolong juga di jaga asupan makan nya, karena itu akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang janin yang di kandung nya,” jelas dokter panjang lebar, sebelum akhirnya memilih untuk pamit undur diri.


Sementara itu, dua laki laki berstatus jomblo akut yang tak lain Ethan dan Tora hanya bisa mengerjapkan mata nya berulang. Menatap pintu ruangan dimana Callie di rawat dengan pandangan yang sangat sulit di artikan.


...~To be continue .......