Davis, You Belong To Me

Davis, You Belong To Me
Kesepakatan



...~Happy Reading~...


"Tora, bos mu itu kenapa? Aneh banget pagi ini, heran deh!" Callie langsung menghela napas nya berat, saat melihat Tora yang baru saja keluar dari ruangan Davis.


Sejak kejadian pagi tadi, Davis langsung masuk ke dalam ruangan nya. Bahkan, laki laki itu melarang Callie untuk masuk.


Awalnya, Callie berfikir bahwa Davis cemburu dengan kedatangan King. Tapi ternyata Callie salah, sikap yang Davis tunjukkan setelah tiba di ruangan nya sangat berbeda dengan sikap Davis ketika berada di Lobby bersama King tadi.


"Kenapa tanya sama aku? Bukankah kamu istri nya?" kata Tora yang langsung membuat Callie mendengus dan berdecak kesal.


"Ah, atau semalam dia tidak kau berikan vitamin, makanya sedikit kumat." imbuh Tora dengan senyuman menggoda nya.


Bug!


Callie langsung memukul Tora dengan tumpukan berkas yang ada di meja nya. Namun, tak membuat laki laki kesakitan, melainkan justru malah tergelak.


"Udah sana kamu, balik ke ruangan kamu. Gila kamu lama lama disini!" usir Callie yang langsung mendudukkan diri di kursi kerja nya.


"Baik ibu negara!" jawab Tora seraya memberikan hormat kepada Callie.


"Jangan sampai, buku ini melayang ke kepala kamu ya Tora!" ancam Callie dengan memberikan tatapan tajam, hingga membuat Tora langsung berlari untuk kembali ke ruangan nya.


Sementara itu, di dalam ruangan. Davis diam diam mengamati interaksi antara Tora dan Callie.


Dan entah mengapa, hatinya merasa sedikit sesak. Seperti ada yang mengganjal di sana, namun tak ia hiraukan.


Tangan laki laki itu sudah mengepal di atas meja kerja. Dengan rahang kokoh yang semakin mengeras seolah tidak menyukai kedekatan keduanya.


Brakk!


"Shittt!" umpat nya kasar sambil memukul meja kerja nya dengan sekuat tenaga.


"Perasaan macam apa ini! Tidak boleh!" Davis menggelengkan kepala nya, berusaha menolak rasa aneh yang ia rasakan dalam hati nya saat ini.


Davis menyandarkan kepala nya pada sandaran kursi. Menatap langit langit di ruangan nya sambil kembali memikirkan permasalahan hidup nya yang begitu sulit.


Hingga tiba tiba ia mendengar suara getaran ponsel nya yang ia letakkan di atas meja, seketika membuat lamunan nya buyar.


"Halo," jawab Davis saat sudah menjawab panggilan telfon nya, yang ternyata dari sang ayah mertua, Tuan Ammer.


"Bagaimana?" tanya tuan Ammer dari seberang sana, "Kamu sudah melakukan nya?"


Davis terdiam, ia tahu kemana arah tujuan ayah mertua nya. Ia juga paham, apa yang di inginkan laki laki paruh baya itu.


Tapi, entah mengapa rasanya sangat sulit untuk dirinya bisa melakukan suatu hal yang tidak ingin ia lakukan.


Davis memejamkan matanya sambil menarik napas panjang, "Maaf Daddy, semalam kami kelelahan dan kami—"


"Jadi kau belum melakukan nya?" Terdengar suara tuan Ammer berdecak di sana.


"Segera selesaikan tugas mu. Maka aku akan membebaskan mu, dan akan ku pastikan perusahaan mu baik baik saja ke depan nya."


Davis menganggukkan kepala nya. Ingatan nya kembali memutar kejadian beberapa waktu yang lalu. Dimana dirinya yang membuat kesepakatan dengan tuan Ammer.


Awalnya, Davis mengiyakan dan sudah begitu mantap untuk melakukan misi dari tuan Ammer.


Tapi, setelah dirinya hampir memenuhi kesepakatan itu, entah mengapa rasanya sangat sulit.


Bahkan, jika di suruh memilih jauh dari dalam lubuk hatinya. Davis tidak ingin segera melakukan nya agar Callie tetap berada di sisi nya.


...~To be continue... ...


...Yang nungguin Flashback, next part yaa 🥰🥰🥰...