
...~Happy Reading~...
Euughhh!
Calie mulai mengerjapkan mata nya saat kesadaran nya sudah pulih. Wanita itu langsung menatap ke sekitar, dimana kini ia melihat keberadaan Ethan dan juga sang ayah yang entah sejak kapan sudah berada di Indonesia.
“Daddy!” pekik Callie terkejut dan hendak bangun, namun segera di tahan oleh kedua laki laki itu.
“Hati hati!” ucap keduanya bersamaan.
“Kenapa Daddy ada disini? Sejak kapan dady disini? Kenapa tidak memberitahu ku, dan kenapa—“
“SSsttt, simpan semua pertanyaan itu!” Tuan Ammer langsung menghela napas nya berat, seraya kembali mendudukkan diri tepat di samping putri nya, “Bagaimana mungkin, daddy membiarkan putri kesayangan Daddy terluka dan sendirian, hem?”
Tes!
Tanpa sadar, air mata Callie langsung menetes kala mendengar penuturan dari tuan Ammer. Terlebih saat laki laki paruh baya itu mengusap kepala nya dengan begitu lembut.
“Are you oke?” tanya tuan Ammer justru kini membuat air mata Callie semakin mengalir begitu deras.
“Hiks hiks hiks, D—Daddy!” Callie langsung memeluk ayah nya dengan begitu erat, menumpahkan tangisan nya pada bahu sang ayah.
“Ssshh sssttt ... Jangan menangis lagi, jika memang kamu sudah lelah, pulang lah. Pintu rumah selalu terbuka untuk kamu. Daddy masih sanggup membahagiakan kalian, kembalilah Nak, kembali lagi kepada Daddy, ikut Daddy ya?” ujar tuan Ammer kini melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata putri nya.
“Tapi Daddy—“
Tentu saja, masih ada keraguan dalam benak Callie. Walau pun, ia sudah merasa tersakiti karena ulah Davis dan Chloe. Namun, Callie masih begitu mencintai dan menyayangi kedua nya.
“Apa yang kamu rasakan? Bukankah semuanya sudah berakhir hem?”
Callie menggelengkan kepala nya, lalu tangan nya terulur menyentuh perut nya yang masih datar, “Disini, disini ada bukti cinta Callie dan Davis. Dan Callie ingin—“
Hanya saja, karena kondisi nya sangat lemah. Dokter memberikan nya obat penenang agar dirinya bisa istirahat dengan benar.
“Apakah kamu masih mau bertahan? Kamu mau menyakiti diri kamu lebih dalam lagi? Callieana, buka mata kamu lebar lebar Nak, kamu harus sadar!” seru tuan Ammer tertahan.
Rasanya ia sudah sangat frustasi menghadapi putri nya. Ia pikir, setelah merasa di sakiti dan mengetahui kedekatan Chloe dan Davis, maka putri nya itu akan menyerah dan mau kembali pulang bersama nya.
Namun, ternyata ia salah. Justru kini Callie malah ingin bertahan dengan dalih anak dalam kandungan nya. Entah bagaimana cara kerja otak Callie selama ini, putri nya benar benar bodoh dalam hal percintaan.
“Daddy, jangan marah marah!” Callie memegang lengan ayah nya dan menatap ayah nya dengan tatapan yang begitu sayu, “Callie hanya ingin memastikan sesuatu. Izinkan Callie bertemu mereka, dan setelah itu Callie akan pulang bersama Daddy,” imbuh nya.
“Apakah kamu yakin?” tanya tuan Ammer sedikit ragu.
“Callie—“
“Jika kau ingin menemui mereka, maka aku akan mengantarkan mu!” saut Ethan yang sejak tadi diam, kini ikut bersuara.
“Tidak! Aku ingin bertemu sendiri, aku—“
“Kalau begitu tidak perlu bertemu!” balas Ethan lagi dengan cepat dengan raut wajah datar nya.
“Hey! Daddy ku saja diam, mengapa kau yang melarang dan mengatur ku!” cetus Callie langsung memanyunkan bibir nya sambil mendengus kesal pada Ethan.
“Daddy setuju dengan perkataan Ethan!” sambung tuan Ammer yang kini langsung membuat mata Callie melongo namun justru menerbitkan senyuman miring di wajah Ethan.
“Kalian berdua selalu menyebalkan!” cetus Callie menghela napas nya dengan kasar.
Sejak dulu, ayah nya dan juga Ethan sangat kompak dalam menjaga nya. Bahkan, Ethan sudah seperti anak tertua bagi tuan Ammer. Apapun yang di katakan Ethan untuk kepentingan Callie, pasti akan langsung di setujui.
...~To be continue ......