
...~Happy Reading~...
Eughhhh
Deg!
Tubuh Callie langsung terdiam mematung di tempat nya. Baru saja, ia membuka mata, namun pemandangan yang ia lihat di depan matanya adalah wajah tampan sang suami yang tengah memejamkan mata nya.
Davis tertidur, di depan nya? Satu ranjang dengan nya? Bahkan, Callie merasakan sebuah lengan kekar yang tengah hinggap di pinggang nya.
Apakah ini mimpi? Batin Callie sambil berulang kali mengerjapkan mata nya.
Ia merasa tidak percaya, bahwa ternyata Davis memeluk nya saat sedang tertidur. Tapi, tunggu dulu? Callie mengerutkan dahi seraya berfikir, sejak kapan Davis datang? Mengapa Davis bisa tahu bahwa drinya belum pulang ke Apartemen?
“Kedipkan mata mu, jangan terlalu lama menatap ku!” gumam Davis dengan suara serak parau khas bangun tidur.
“D—Davis!” pekik Callie semakin terkejut, saat tiba tiba Davis semakin mengeratkan pelukan nya, hingga membuat tubuh nya semakin dekat dan menempel pada tubuh Davis.
“Tidurlah, hari masih sangat pagi!”
“Kenapa sikap mu sangat aneh? Apakah semalam kamu sempat bertemu dengan mbak Kunti atau mr, wowo?”
Mendengar pertanyaan dari Callie, seketika membuat mata Davis langsung terbuka. Antara kesal, namun juga lucu melihat ekspresi Callie yang polos seperti orang ketakutan saat dirinya membuka mata.
“Siapa mereka? Apakah mereka teman teman kamu?” tanya Davis dengan sedikit senyum tersungging di wajah nya.
Bug!
“Sembarangan!” cetus Callie yang langsung memukul bahu Davis dengan kesal, namun justru membuat Davis tergelak.
Mungkin, bisa di katakan ini adalah tawa pertama kali bagi Davis saat bersama Callie apalagi di dalam kamar di tempat tidur yang sama.
Hati Callie semakin berbunga, jantung nya berdetak dengan begitu kencang hingga membuat tubuh nya sedikit membeku.
Lagi, lagi dan lagi Callie di buat takjub dan terkejut dengan perubahan sikap Davis pagi ini.
Hal itu membuat Callie semakin yakin, bahwa semalam davis sempat bertemu titisan kunti atau jin lain hingga membuat otak laki laki itu sedikit konslet.
“Kamu ke sambet dimana? Katakan cepat, aku ingin berterimakasih kepada nya,” kata Callie menatap lekat pada wajah suami nya.
“Berterimakasih? Kepada siapa?” tanya Davis mengerutkan dahi nya.
“Kepada setan yang sudah merasuki otak kamu. Aku ingin berterimakasih, karena sudah membuat suami ku sadar, bahwa memiliki istri cantik dan baik seperti aku. Membuat suami ku sadar kalau istri cantik nya tidak boleh di anggurin terlalu lama,” celoteh Callie panjang lebar hingga membuat Davis semakin tergelak lepas.
“Atau jika mereka mau, aku ingin memperpanjang kontrak kerasukan nya. Setidaknya, kamu bisa kesambet lebih lama. Sampai aku bosan melihat sikap manis mu yang seperti ini, eh tapi apa aku bisa bosen kalau kaya gini?” imbuh Callie lalu terkekeh sendiri.
Semakin lama, Davis merasa semakin gemas dengan tingkah Callie. Hingga membuat nya ingin mencubit hidung Callie.
“Sakittt ihh!” peik Callie yang langsung menepis kasar tangan Davis dari hidung nya.
“Tadi kamu bilang apa? Istri cantik tidak boleh di anggurin? Apa kamu yakin?”
Deg!
Entah mengapa, mendengar pertanyaan dari Davis, di tambah dengan ekspresi wajah Davis yang tengah tersenyum miring.
Kini membuat tubuh Callie merinding. Seperti ada suatu isyarat dari Davis yang ingin mengatakan sesuatu namun tak bisa di ungkapkan.
Dengan perlahan, tangan Davis kini terulur untuk mengusap wajah Callie dengan begitu lembut.
Usapan dan belaian itu turun hingga menyentuh bibir mungil Callie hingga membuat gadis itu semakin merasakan debaran luar biasa dalam hati nya.
“Tenang lah, mulai sekarang aku tidak akan anggurin kamu lagi,” bisik Davis tepat di telinga Callie hingga membuat gadis itu mendongak dengan mata terpejam erat merasakan sensasi baru yang ia rasakan.
...~To be continue ......