David&Laila

David&Laila
Part7



Radi dan Bella pergi fitting baju pengantin di Butik ternama di kota, sepanjang hari Bella bersikap manja dan mengeluh tentang kehamilannya. “ Radi, apa kau tahu perutku semakin besar sekarang, kurasa aku tidak akan cocok memakai baju pengantin ini. Apa yang harus aku lakukan?.” semenjak Radi melihat hasil usg secara langsung ia tidak pernah marah atau bersikap dingin lagi pada Bella, karena pada dasarnya Radi menyukai Bella. “ Tidak apa-apa, baju pengantin itu cocok di badanmu.” balas Radi.


“ Akhirnya aku bisa mendapatkan hati Radi sepenuhnya dengan keberadaan bayi ini.” batin Bella dengan puas.


Di waktu yang sama Laila sudah berdamai dengan keadaannya yang sekarang, dan mulai memberanikan diri keluar dari rumahnya. Rara yang selalu ada menemani Laila ke manapun Laila pergi, membuat Laila tidak kesepian lagi. Tidak terasa perjalanan Laila sampai di pasar Internasional, Laila tertarik pada satu makanan yang membuatnya ingin mencicipinya. “ Ra, kau lihat itu ada yang jual baso bakar dan cumi bakar.” Rara segera melihat ke arah yang di tunjuk Laila. “ Kau mau itu, ayo kita beli.” Rara membeli baso bakar dan cumi bakar 2 porsi dan mereka berdua langsung menyantap makanan tersebut. Rara sangat menikmati makanannya sampai tidak berhenti mengoceh. “ Ini benar-benar lezat.” Kring kring! ponsel Laila terus berdering membuat Laila kesal dan mematikan ponselnya.


“ Ada apa Laila? kenapa kau tidak menjawabnya?.” tanya Rara menatap Laila yang tiba-tiba tidak Mood. Laila menggelengkan kepala. “ Tidak ada, itu tidak penting.” Rara yakin jika orang yang menghubungi Laila berkali-kali itu adalah Radi.


Radi yang marah melemparkan ponselnya ke dinding sampai rusak, perasaan Radi sekarang tidak tenang karena Laila selalu menjauhi dirinya. “ Sial! aku yakin Laila pasti melihat berita di tv kemarin, jika tidak dia tidak akan mengabaikanku seperti ini.” Radi meninggalkan toilet dan tidak peduli dengan ponselnya yang berserakan di lantai.


Bella keluar dari ruang ganti dan ingin menunjukkan baju pengantin pilihannya pada Radi, tapi Bella tidak melihat Radi di depannya, ia segera bertanya pada pelayan tapi pelayan tidak mengetahui keberadaan Radi, tiba-tiba salah satu Staf datang dan berkata. “ Nona apa kau mencari calon suamimu, tadi aku lihat dia pergi ke toilet.” setelah mendengar pelayan Bella segera pergi ke toilet untuk melihat apa yang terjadi pada Radi.


“ Radi, apa kau di dalam? cepatlah waktu kita tidak banyak kita harus segera menyelesaikan fitting baju hari ini.” teriak Bella dari luar. Krek! seorang pria keluar dari toilet dan ternyata itu bukan Radi, setelah sekian lama menunggu Bella sadar kalau Radi tidak ada di toilet, saat Bella akan keluar Bella menginjak ponsel Radi yang telah rusak di lantai. “ Ini, bukankah ini ponsel Radi. Kenapa bisa rusak seperti ini?.” Bella berpikir sejenak dan berlari mengganti baju, pelayan ikut panik melihat Bella berlari tanpa memperhatikan dirinya yang sedang hamil muda. “ Nona perhatikan langkahmu.” teriak pelayan dengan khawatir.


Secara kebetulan Bella melihat ada taxi yang terparkir di depan, ia masuk begitu saja dan melemparkan uang senilai 5 juta pada sopir. “ Jalan.” wajah Bella terlihat jelas bahwa ia sedang kesal pada Radi karena sudah meninggalkannya sendirian.


Rara dan Laila sedang menikmati udara segar di pinggir pantai, tiba-tiba Radi datang dan duduk di samping Laila begitu saja. “ Bagaimana pemandangan di sini? aku rasa kau tidak bisa melupakan aku.” kedatangan Radi yang tiba-tiba membuat Laila terkejut. “ Kau! mau apa datang ke sini?.”


“ Hei! mau di bawa ke mana Laila? tunggu!.” Rara mengejar pria itu tapi di hentikan oleh Security. “ Tunggu sebentar! kau mau ke mana nona?.” Rara tidak punya waktu menjawab pertanyaan Security dan menerobos masuk, tapi Security di kapal pesiar begitu ketat dan menangkapnya dengan mudah. “ Tunjukan tiketmu nona.” Rara tidak mempunyai tiket dan memohon agar di perbolehkan masuk ke dalam. “ Aku tidak punya tiket, tapi temanku di bawa pria masuk ke sini. Aku mohon biarkan aku masuk untuk membawa temanku dari pria jahat itu.” Security saling memandang dengan rekannya. “ Maksudmu di culik?.” Rara mengangguk senang karena berpikir jika Security akan membantunya. Hahah! Security itu tertawa terbahak-bahak. “ Kau bercanda ya? tidak mungkin orang jahat bisa masuk ke sini, cepat pergi jangan coba-coba mengelabuiku nona.” Rara di lempar dengan kasar oleh Security. “ Sakit sekali. Aku harus meminta bantuan pada siapa sekarang. Semoga pria itu tidak akan menyakiti Laila.” Rara pergi ke kantor Polisi terdekat untuk melaporkan dugaan penculikkan.


Ternyata Radi sudah mengatur segalanya dan membawa Laila melihat Matahari terbenam, tiba-tiba seorang pelayan datang menyiapkan hidangan lezat untuk di santap, sedangkan Radi menuangkan Wine dan memberikannya pada Laila. “ Aku tidak minum alkohol.” menggelengkan kepala. Radi meminum segelas Wine itu dan berkata. “ Dari dulu sampai sekarang kau tidak berubah, tidak pernah minum Wine.” Radi terus menuangkan Wine sampai habis sebotol.


“ Apa kau mabuk?.” pertanyaan Laila sama seperti dulu dan membuat Radi tertegun. “ Aku bersalah padamu Laila, tolong maafkan aku. Aku tidak bermaksud mengkhianatimu.” Radi menyesal dengan apa yang ia perbuat selama ini.


Seorang wanita datang dan mengamuk di keramaian membuat Laila penasaran dengan wanita itu, ternyata itu Bella yang sedang mencari Radi. “ Kenapa dia bisa datang ke sini?.” gumam Radi. “ Sebaiknya kau pergi temui dia, karena bagaimanapun dia itu calon istrimu Radi.” setelah mendengar Laila berbicara Radi pergi menghampiri Bella yang mengamuk. “ Sedang apa kau di sini?.” Bella menampar Radi begitu saja. “ Mana wanita itu hah? kau datang ke sini bersama wanita dan sengaja meninggalkanku sendiri di Butik. Kau tahu aku sedang hamil, kenapa kau melakukan itu padaku? kenapa?!.” Bella pergi melihat kesekeliling dan melihat Laila yang menundukkan kepala, Bella tidak bisa menahan dirinya untuk marah pada Laila. “ Ternyata itu kau Laila, bukankah kau tahu Radi akan menikah kenapa kau mau berkencan dengannya? kau tidak bisa melupakan Radi iya?!.”


“ Cukup Bella! kau keterlaluan padanya. Aku yang membawa dia ke sini, aku hanya ingin menebus kesalahanku padanya untuk apa kau marah padanya?.” Radi menarik tangan Bella agar menjauh dari Laila.


“ Radi sebaiknya kau pergi dengannya, aku bisa pulang sendiri.” Laila tidak mau hubungan Radi dan Bella renggang karena keberadaannya. Radi langsung menghadang Laila agar tidak pergi. “ Tunggu Laila, tidak akan aku ijinkan kau pergi dalam keadaanmu seperti ini. Biarkan aku yang mengantarmu.” Bella semakin marah dan mendorong Laila dari kursi. “ Apa-apaan kau ini?.” bentak Radi, saat Radi akan membantu Laila ia di dahului oleh David yang kebetulan melihat pertengkaran mereka.


“ Kau! kenapa kau bisa ada di sini?.” Radi menunjuk David dengan tidak senang, lalu David menjawab. “ Bukan urusanmu.”


“ Berikan Laila padaku.” Radi berjalan mendekat. David melirik Laila dan bertanya. “ Apa kau mau aku memberikanmu padanya?.” Laila melihat Bella yang emosi segera berkata. “ Tidak, tolong bawa aku pergi dari sini.” menggelengkan kepala. “ Laila kau jangan percaya padanya, dia bukan orang baik-baik dia akan menyakitimu jika kau ikut dengannya.” mengingatkan.