David&Laila

David&Laila
Part10



Keesokan hari, David menyuruh seseorang mengantarkan Laila sampai di rumahnya, sedangkan David pergi ke Perusahaan dan mengurusi bisnisnya yang sempat tertunda karena terganggu oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Saat hendak duduk David mendapati telepon dari neneknya yaitu Riana, David segera menjawabnya dengan antusias. “ Nenek, bagaimana kabarmu akhir-akhir ini? aku minta maaf karena beberapa hari kemarin tidak datang mengunjungimu, aku sibuk dan nanti malam aku akan berkunjung ke sana.” Riana tertawa membuat David keheranan. “ Jika kau sibuk tidak perlu datang David, bagaimana kalau besok kau bawa calon istrimu datang ke sini.” David kaget dan merasa neneknya itu sedang bercanda, tapi setelah mengingat berita kemarin David baru sadar kalau Riana pasti sudah melihat berita di tv. Karena tidak ada jawaban Riana berbicara lagi. “ Bagaimana David, kau bisa bawa calon mantuku datang menemui nenek 'kan?.” David tidak tahu harus bicara apa pada neneknya. “ Nek, sepertinya nenek salah paham. Sebenarnya berita yang nenek lihat itu palsu, aku tidak berkencan dengan siapapun, yang nenek lihat itu Klien bisnisku. Seseorang sengaja memotretku dan memanfaatkan situasi seperti itu untuk mendapatkan uang, bukankah berita di tv itu sudah hilang? iya karena itu berita palsu.” Riana sedih setelah mendengarnya. “ Ternyata seperti itu. Baiklah, nenek sudah mengganggumu nak.” David buru-buru menenangkan suasana hati Riana yang buruk. “ Tidak nek, nenek sama sekali tidak menggangguku. Ya sudah nanti malam aku datang menemuimu nek, sampai jumpa nanti!.”


David terduduk dan ketiduran dengan posisi duduk, saat Asisten Li membuka pintu ia segera berbalik setelah melihat David tertidur pulas. “ Tuan pasti cape setelah melewati hari yang begitu melelahkan.” batin Asisten Li.


Setelah beberapa saat David menyuruh Asisten Li pergi ke ruangannya untuk melaporkan tugasnya. “ Tuan, aku dapat Info bahwa pria itu adalah mata-mata yang sengaja di kirim tuan Aldian untuk mengawasi pergerakan Anda. Tuan Aldian juga yang mengirim poto itu di media.” ucap Asisten Li memberikan bukti yang memperlihatkan Aldian sedang bernegosiasi dengan pria yang telah memotretnya. David memukul meja karena marah. “ Berani sekali bocah itu! beri dia pelajaran agar tidak berani mencari masalah denganku.” ucap David. “ Baik tuan.” Asisten Li segera pergi dan tidak lupa mengatakan sesuatu pada David. “ Tuan, nona Laila sudah sampai di rumahnya.” setelah mengatakan itu Asisten Li pergi keluar.


“ Untuk apa dia mengatakan tentang wanita itu padaku? jelas-jelas itu bukan urusanku.” batin David memegang kepala.


Hari berlalu begitu cepat sampai di mana Radi dan Bella akan melangsungkan pernikahan karena kehamilan Bella semakin hari semakin membesar. Nani Shean datang menemui Radi yang sedang bersiap di kamarnya dan terharu melihat putranya memakai jas pengantin. “ Putraku apa itu kau nak? kau sangat tampan persis seperti Papa mu dulu saat menikah denganku.” Nani Shean tidak menyangka jika putranya akan menikah.


“ Mama, aku gugup sekali. Bagaimana ini?.” tangan Radi gemetar dan takut kalau Laila akan datang ke pernikahannya. Nani Shean menggenggam tangan Radi dengan hangat. “ Kau hanya perlu menenangkan dirimu putraku, jangan panik karena ini hari pernikahanmu dengan Bella. Kau mencintai Bella bukan?.” Radi melepaskan tangan Nani Shean dan berbalik badan menghadap cermin. “ Ibu salah, aku tidak pernah mencintai Bella, aku hanya merasa dia sangat cantik dan tidak sengaja bercinta dengannya, tidak lebih dari itu. Aku menikahinya karena dia mengandung anakku, aku juga tidak menyangka Bella akan mengandung anakku secepat ini.”


Nani Shean tersenyum kecewa. “ Mama senang karena kau mau bertanggung jawab atas apa yang sudah kau perbuat pada Bella. Tapi Mama yakin seiring berjalannya waktu cinta di antara kalian akan tumbuh dengan sendirinya.” Radi terdiam tanpa kata dan mulai murung.


Setelah beberapa jam berlalu sudah waktunya bagi Radi menunggu kedatangan Bella bersama kedua orang tuanya, Radi terpesona melihat kecantikan Bella dengan gaun pengantin berjalan ke arahnya, karena terlalu terpana Nani Shean khawatir jika Radi tidak akan bisa pokus pada upacara pernikahan. “ Mama tahu Bella cantik dan menawan, tapi kau jangan lupa diri sampai tidak pokus pada pernikahanmu Radi.” Radi menggelengkan kepala dan tidak sengaja melihat keberadaan Laila yang tidak jauh darinya, Laila menatap ke arahnya dengan perasaan patah hati membuat Radi merasa bersalah dan ingin lari dari pernikahannya. “ Kau mau pergi ke mana Radi?.” bisik Nani Shean menarik Radi yang hendak pergi.


“ Mama, sepertinya aku tidak bisa melakukan pernikahan ini. Aku tidak bisa, aku tidak mau menikah dengan Bella.” Radi menggelengkan kepala dengan gelisah.


“ Apa-apaan kau ini, jangan bercanda Radi! Bella sudah dekat, jangan buat masalah. Ok.” Nani Shean mencubit Radi agar sadar pada kenyataan.


“ Aku tidak tahu apakah Radi bahagia dengan pernikahannya atau tidak, tapi setelah Radi melihatku berada di sini suasana hatinya berubah menjadi gugup. Apa seharusnya aku pergi saja dari sini.” batin Laila dengan sedih. Rara menepuk bahu Laila dan menyemangatinya. “ Kau harus baik-baik saja Laila, aku yakin kau pasti bisa melupan Radi dengan cepat.” ucap Rara. Laila menganggukkan kepala dan meminta Rara agar membawanya pergi dari pesta. Dan pada akhirnya Laila tidak bisa melihat cinta pertamanya menikah dengan wanita lain, apa lagi mereka berdua sudah melewati masa-masa yang tidak bisa di terlupakan.


Setelah kepergian Laila membuat Radi sedikit jadi lebih tenang, dan pernikahanpun berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun.


“ Akhirnya Radi menjadi suamiku seutuhnya, kedepannya aku harus bisa menjauhkan Radi dari mantannya agar mereka tidak bisa bertemu.” batin Bella menikmati ciuman dari Radi.


Bella sendirian menerima tamu di pesta, sedangkan Radi pergi mencari Laila dengan cemas. Setelah melihat Laila berada di taman Radi segera menghampinya dengan gembira. “ Laila.” berhenti di depan Laila, Radi tidak berbicara karena Rara berada di antaranya. Rara mengerti dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua. “ Kalian bicaralah dulu, aku akan pergi cari makanan di dalam.” dengan canggung.


Tanpa banyak kata Radi langsung berjongkok di hadapan Laila dan mengakui kesalahannya. “ Aku bersalah Laila, tolong maafkan aku. Tapi aku akan menceraikan Bella setelah dia melahirkan, dan kita bisa hidup bersama selamanya, kau mau menungguku 'kan Laila.” seketika Laila menampar Radi dan menegaskannya dengan perkataan yang membuat Radi tercengang. “ Hebat ya, sekarang kau bisa berkata seperti itu tanpa memikirkan perasaan istrimu yang tengah mengandung anakmu. Apa kau waras Radi! apa kau tahu sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau balikan denganmu.” Radi terjatuh ke belakang karena kaget.


Pembicaraan Radi dan Laila terdengar jelas oleh Bella yang mengintip tidak jauh dari lokasi mereka berdua. “ Bagus Laila, akhirnya kau sadar diri juga sekarang. Tapi kau jangan merasa bangga karena bisa mengatakan hal itu pada Radi, karena ini adalah pertemuan terakhir kalian di sini. Selanjutnya kalian tidak akan bisa bertemu sampai kapanpun.” batin Bella menggertakan gigi.


“ Apa kau marah padaku? kau benci sampai tidak mau kembali ke pelukanku.” tanya Radi menunjukkan wajah belas kasihan. Laila tidak bisa melihat orang lain sedih karenanya. “ Aku tidak membencimu dan aku tidak mau berhubungan lagi denganmu. Seharusnya kau mengerti maksudku Radi. Aku hanya berharap hidupmu dan keluargamu akan bahagia selamanya.” dengan berat hati Laila meninggalkan Radi yang terduduk di bawah.


Rara segera membawa Laila pergi dari pesta dan memeluknya dengan hangat, pada saat bersamaan David yang berniat mengunjungi pesta keluarga Shean mendadak berhenti setelah melihat Laila menangis di pinggir jalan. “ Berhenti.” ucap David. Asisten Li melihat ke depan dan langsung mengerti kalau David mengkhawatirkan Laila. “ Tuan apa kita harus membawanya masuk ke mobil?.” David bersikap tidak peduli. “ Terserah.” Asisten Li tahu kalau David malu mengakui jika dirinya peduli pada Laila, dan turun untuk mengajak Laila masuk ke dalam mobil bersama temannya.