David&Laila

David&Laila
Part26



Di kantor Polisi.


Beberapa pria yang di duga penculik sudah di masukkan ke penjara dan Polisi masih menyelidiki kasus itu lebih lanjut.


Ling Xuer berlari menghampiri Polisi yang tengah bertugas. “ Pak, di mana orang tadi yang kalian tangkap? aku ingin menjelaskan kesalah pahaman di antara kami, mohon Pak Polisi mau mendengarkanku.” awalnya Polisi itu tidak percaya dengan perkataan Ling Xuer yang merupakan anak kecil, tapi setelah Ling Xuer memberikan bukti Identitas kepada Polisi, mereka akhirnya mengerti kalau orang yang di duga penculik itu adalah seorang tuan muda dari Grup Xue di kota itu, bahkan Ling Xuer membuktikan kalau salah satu pria di dalam adalah ayah kandungnya.


“ Ternyata seperti itu, kau adalah nona muda dari keluarga Xue. Aku benar-benar minta maaf karena tidak mengenalimu nona.” membujuk.


“ Kalian saja tidak mengenal ayahku, bagaimana kalian bisa mengenalku.” marah.


“ Ahh, anak ini. Kami benar-benar tidak tahu kalau ayahmu akan di sangka penculik.” menyeka keringat.


Laila tercengang melihat anak kecil sepintar itu ketika berbicara dengan orang dewasa, tahu dirinya salah besar Laila mengendap-endap pergi keluar, tapi Fuan Xuer yang merupakan ayah anak kecil itu di bawa keluar oleh Polisi dan kebetulan melihat wanita yang sudah membuatnya menderita akan melarikan diri.


Fuan Xuer langsung berteriak. “ Kau mau pergi ke mana? jangan harap bisa kabur setelah menyinggungku! cepat tangkap wanita sialan itu.” Polisi segera menangkap Laila dan memborgolnya.


“ Apa?? matilah aku! aku tidak mengenal siapapun di kota ini selain David, haruskah aku meminta bantuan darinya? tidak, jangan, aku akan di marahi habis-habisan olehnya jika diketahui aku membuat masalah untuknya.” batinnya, putus asa.


Tetapi Laila tidak kehilangan akal dan berusaha menipu Fuan Xuer agar mau melepaskannya. “ Tuan, itu. Aku, tahu aku salah, tolong jangan penjarakan aku, sebenarnya aku tidak tahu kalau kau ayah anak ini. Karena dia bilang aku harus menolongnya dari kejaran para pria itu, kalau aku tahu kalian bukan penculik aku tidak akan memperdulikan anak kecil ini.” menyedihkan.


Ling Xuer marah. “ Kakak cantik, bukankah kau sudah dengar namaku Ling Xuer, kau bisa memanggilku Ling, kenapa kakak cantik masih memanggilku anak kecil?.” kecewa.


“ Ahh, itu ya. Baiklah, Ling bisakah kau menolong kakak cantikmu ini? ayahmu akan menyakitiku karena sudah salah paham padaku.” merasa bersalah.


Fuan Xuer melihat Ling seperti menyukai Laila dan meleparkan semua kesalahannya pada Laila. “ Diam! bisa-bisanya kau memanfaatkan Ling untuk mengelabuiku. Kau sudah membuatku menderita aku tidak akan memaafkanmu. Kau harus bertanggung jawab!.” menunjuk dengan marah.


Laila mengibas tangan dan memohon. “ Tuan, tidak bisakah kau mengasihaniku? aku baru sampai di sini tadi siang, jika aku dalam masalah aku tidak akan bisa pulang ke kota tempat tinggalku. Tolong maafkan aku tuan, terimalah permintaan maafku.” Laila sampai bersujud di hadapan Fuan Xuer.


Semua orang merasa iba melihat ketulusan Laila, secara bersamaan David dan pengawalnya tiba di kantor Polisi dan langsung di kejutkan dengan pemandangan tak biasa, Laila yang sedang bersujud di hadapan pria lain dengan tangan di borgol.


David menarik Laila ke pelukannya. “ Laila, apa yang kau lakukan di sini? siapa yang sudah menindasmu sampai seperti ini?.” menggenggam tangan Laila yang di borgol.


Teriak Polisi berpangkat tinggi. “ Kenapa kalian diam saja? cepat buka borgolnya!.” tidak sabaran.


Mereka segera membuka borgolnya sesuai perintah sang atasan yang berdiri di belakang David dengan panik.


Fuan Xuer tidak terima dirinya kalah dari seorang wanita. “ Apa kau berencana kabur setelah membuatku hampir kehilangan masa depanku? kau tidak mau tanggung jawab atas perbuatanmu nona? kau membuatku kehilangan masa depanku dengan menendang bagian bawah ini, jika barang ini tidak bisa berdiri bagaimana aku bisa menikah ke depannya. Jadi aku harap kau bukan orang yang tidak berperasaan nona.” menatap dengan tajam.


Laila panik. “ Ahh, itu. Bukankah aku sudah meminta maaf tadi, kenapa kau tidak memaafkanku? lalu kau mau aku bagaimana baru bisa melepaskanku.” tidak bisa berkata-kata.


Fuan Xuer merencakan sesuatu yang jahat. “ Menikahlah denganku, sampai barangku bisa berdiri di saat itu juga aku akan melepaskanmu.” tersenyum me*um.


Laila kaget sampai tidak bisa berkata-kata.


“ Setelah aku menikahimu aku akan menindasmu sampai aku puas! aku ingin melihat tampangnya saat ketakutan.” batinnya, menyeringai.


Ling Xuer tercengang. “ Ternyata kakak cantik itu sudah menikah. Aku terlambat sedikit, jika aku bisa bertemu dengan kakak cantik lebih dulu dari paman jahat itu mungkin sekarang kakak cantik akan jadi ibuku.” batinnya, patah hati.


Fuan Xuer terdiam dengan kecewa. “ Dia, dia sudah menikah.” batinnya, muram.


“ Jika kau sudah memikirkan kompensasi apa, kau bisa menghubungiku. Selamat tinggal, aku harap kau bisa memaafkan tindakan istriku yang ceroboh ini.” David menggandeng Laila pergi.


Ling Xuer tidak rela melihat Laila pergi begitu saja. “ Kakak cantik, aku menyukaimu.” batinnya.


Fuan Xuer membawa Ling pulang ke Kediaman Xue.


Di Hotel jam 10:00 malam.


David mendorong Laila masuk ke kamar dan memperingatinya dengan keras. “ Jika kau berani keluar dari sini lagi, aku tidak akan sungkan mematahkan kakimu.” menutup pintu dengan keras.


Laila menjatuhkan diri di ranjang. “ Haih, dia marah lagi. Entah sampai kapan dia tidak akan marah padaku, setiap bertemu hanya tahu marah dan marah. Dasar pria aneh!.” gumamnya, Laila tertidur pulas dan masih memakai sepatu dan tas.


Di kamar David jam 02:00 malam.


David tidak bisa tidur dan terus memikirkan Laila setelah kejadian tadi, karena khawatir akan keadaan Laila, David memutuskan pergi ke kamar Laila untuk melihatnya. Saat membuka pintu David melihat Laila tertidur pulas seperti anak kecil, David membantu melepaskan sepatu beserta tasnya lalu mengganti pakaian Laila menggunakan piyama tidur.


“ Aku bukan pria me*um, kau jangan salah paham padaku, aku hanya ingin membantu tidurmu agar lebih nyaman dengan cara ini.” menyelimuti tubuh Laila.


David terdiam beberapa saat kemudian tidur di ranjang yang sama dengan Laila, Laila berbalik badan dan mengira orang yang ada di sampingnya adalah guling lalu memeluknya dengan erat.


Wajah David memerah karena malu. “ Apa gadis ini tahu apa yang sedang dia lakukan?.” batinnya, memalingkan wajah.


“ Sudahlah, biarkan dia. Aku datang ke sini karena tidak bisa tidur, aku harap aku bisa tidur dengan adanya orang di sampingku.” berbalik badan membelakangi Laila.


Esok harinya jam 07:00 pagi.


Laila membuka matanya dan tidak melihat siapapun di sampingnya, dan Laila berpikir jika dirinya bermimpi kalau David datang dan tidur bersamanya. “ Mungkin aku hanya mimpi.” saat melihat pakaian di tubuhnya berbeda Laila langsung duduk tegak. “ Siapa yang sudah mengganti bajuku semalam? apa mungkin David, beraninya dia menyentuhku saat aku tidur, aku akan memberinya pelajaran.” beranjak lalu pergi ke kamar David.


Walau pengawal menghentikan Laila tapi Laila berontak dan berhasil masuk. “ Kau! itu pasti kau yang sudah masuk ke kamarku semalam. Kau pasti orang yang sudah mengganti pakaianku, benarkan?.” marah.


David baru saja selesai sarapan. “ Pagi-pagi sudah ribut, aku rasa kau sangat ingin masuk penjara. Kebetulan, pria yang kau pukul kemarin memintaku memenjarakan istriku, menurutmu apa aku harus mengiyakannya?.” dengan tenang.


Laila langsung ketakutan. “ Ahh, itu ya. Bisakah kau menolongku, aku tidak mau masuk penjara, bahkan seumur hidupku aku belum pernah melihat seperti apa penjara itu, jadi tidak masuk akal kalau aku tiba-tiba masuk penjara begitu saja.” menggesek tangan seperti seekor rubah licik.


“ Hmm, aku akan memikirnya lagi.” tidak peduli.


“ Dan itu, aku tidak menyentuhmu, semalam pelayan yang membantumu mengganti pakaian.” memalingkan wajah.


Laila terdiam dan merasa bersalah karena sudah salah paham pada David. “ Ternyata pelayan, aku sungguh keterlaluan memfitnah dia dengan perkataan kasar.” batinnya, pergi ke kamarnya.