David&Laila

David&Laila
Part6



Radi sampai di kediaman dan melihat Bella yang di duga selingkuhannya berada di rumahnya bersama keluarganya. “ Bella, sedang apa kau di sini?.” Bella berdiri dan berjalan mendekati Radi. “ Kau lihat ini.” Bella memberikan hasil usg pada Radi, Radi terkejut melihatnya. “ Apa maksudmu dengan memberikan ini padaku?.”


“ Kau masih bertanya padaku Radi? apa kau lupa apa yang telah kita perbuat 3 bulan yang lalu?.” Radi terkejut dan mengerti maksud Bella, ia segera membawa Bella pergi dari hadapan semua orang. “ Jadi kau, hamil?.” Radi seakan tidak percaya jika Bella hamil anaknya. “ Iya.” Radi berjalan menjauhi Bella. “ Itu pasti bukan anakku, kita baru melakukan itu beberapa kali kenapa kau bisa hamil secepat itu?.”


“ Aku juga tidak tahu, tapi aku melakukan itu hanya denganmu, jadi ini pasti anakmu.” Bella menjelaskan semuanya agar Radi percaya padanya.


Radi terdiam dan tidak tahu harus berbuat apa. “ Begini, sebaiknya kau gu*urkan saja bayi itu sebelum perutmu semakin besar, karena aku tidak bisa menikahimu, orang yang aku cintai bukan kamu tapi Laila.” keegoisan Radi membuat Bella marah. “ Lalu selama ini kau anggap aku apa Radi? teman s*x, pelampiasan di saat kau mau berhubungan intim, itu maksudmu?!.” Radi seakan-akan tidak peduli apa yang Bella rasakan saat ini. “ Terserah padamu mau menggu*urkan bayi itu atau tidak, yang jelas aku tidak akan menikahimu sampai kapanpun.” Bella menangis setelah mendengar perkataan Radi yang kasar padanya.


Orang tua Bella melihat putrinya pergi sambil menangis segera mengejarnya dengan cemas, sedangkan Nani Shean menampar Radi karena sudah membuat Bella menangis. “ Kau apakan Bella? hah, jawab Mama Radi!.”


“ Itu bukan urusan Mama. Sebenarnya aku datang ke sini mau bertanya sesuatu pada Mama, kenapa Mama mengatur pertunanganku dengan Bella tanpa sepengetahuanku? kenapa Ma?.” Radi menunjukan surat undangan pada Nani Shean.


“ Kau sudah tahu jawabannya bukan, Bella tengah mengandung anakmu, maka dari itu Mama mau menikahkanmu dengan Bella, jika kalian tidak segera menikah reputasimu akan hancur. Bukan hanya itu, bisnis Papa kamu juga terancam bangkrut karena putra dari Grup Shean menghamili seorang wanita tanpa menikahinya.” Nani Shean yakin Radi akan menikahi Bella.


Kring kring! ponsel Nani Shean berdering, Nani Shean segera menjawab telponnya dan terkejut setelah mendengarnya. “ Apa?! Bella mau bunuh diri. Iya sekarang aku dan Radi segera ke sana.” ujar Nani Shean di telpon. “ Ada apa bu?.” Radi tidak percaya jika Bella akan melakukan hal senekat itu.


“ Radi, Bella mau bunuh diri bagaimana ini? ayo cepat kita pergi ke sana, Mama khawatir akan terjadi sesuatu pada Bella dan cucu Mama.” Nani Shean menangis membuat Radi menuruti Mama nya itu.


Sesampainya di tempat kejadian Radi tercengang melihat Bella yang siap melompat dari jembatan, arus yang deras dan kotor akan mudah menenggelamkan Bella jika melompat. Beberapa Reporter tengah sibuk melaporkan peristiwa yang menegangkan itu, saat orang tua Bella menyuruh Bella agar tidak melakukan hal yang membahayakan nyawanya Bella berkata. “ Untuk apa aku hidup bersama bayiku yang tidak memiliki ayah, masa depanku sudah hancur sekarang. Aku tidak mau hidup lagi, kecuali Radi mau menikahiku dan mengakui bahwa ini anaknya.” perkataan Bella membuat semua orang terkejut, bahkan Reporter segera menghampiri Radi setelah melihatnya berada di tempat kejadian. “ Tuan, apa tanggapan Anda setelah melihat wanita yang sudah Anda le*ehkan akan mengakhiri hidupnya?.” Radi di desak untuk mengakui kesalahannya. “ Diam!.” bentak Radi.


Radi berlari dan mencoba membujuk Bella agar tidak bunuh diri, tapi Bella keras kepala dan mengancam akan melompat jika Radi tidak mau menikahinya. Dengan terpaksa Radi menuruti permintaannya. “ Baik, aku akan menikahimu.” Bella langsung tersenyum setelah mendengarnya. “ Tunggu, katakan pada media bahwa kamu akan menikahiku karena mencintaiku bukan karena keterpaksaan.” Radi merasa di permainkan oleh Bella. “ Cukup Bella, kau bukan anak kecil cepat naik sekarang dan aku akan menikahimu.” tidak sabaran.


Bella mengulurkan tangannya dan meminta bantuan dari Radi, Radi sudah tidak tahan dan terpaksa melakukan apa yang Bella mau termasuk menggendong Bella pulang ke kediaman Radi.


Rosdiana dan Juna sedang melihat siaran tv dan tidak sengaja melihat berita yang memperlihatkan Radi sedang menggendong Bella, Rosdiana segera memanggil Laila untuk melihat berita hari ini. “ Laila, cepat ke sini lihat siapa yang ada di tv hari ini.” Laila mendorong kursi roda keluar dari kamarnya, mata Laila melebar seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


“ Laila, apa kau tahu kalau Radi berselingkuh darimu?.” pertanyaan Rosdiana membuat Laila tidak nyaman dan masuk ke kamar.


“ Istriku kenapa kau bertanya seperti itu padanya? kau tahu sendiri Laila baru saja mengalami hal buruk dan sekarang kau menyuruhnya melihat berita yang akan menyakiti hatinya. Apa kau tidak kasihan padanya?.” Juna merasa bersalah pada Laila.


“ Itu dia suamiku, aku memberitahu Laila agar Laila tahu seperti apa pria yang bersamanya selama ini. Dia sudah mengkhianati Laila dan sekarang dia akan menikahi selikuhannya karena sudah mengandung anaknya.” Juna terdiam setelah mendengar ucapan Rosdiana.


Laila menangis tersedu-sedu tanpa suara di kamarnya. “ Aku tidak menyangka kau akan melakukan itu Radi, kau tega mengkhianatiku sampai sejauh itu.” Laila membayangkan saat dirinya memergoki Radi berduaan sama wanita lain. Laila mulai memberanikan diri mengumpulkan semua barang pemberian Radi dan membakarnya di halamana depan. “ Semoga ini akhir cerita kita Radi, sekarang aku akan melupakanmu.” Rosdiana dan Juna memeluk Laila dan menyemangatinya untuk hidup jauh lebih baik lagi dari sekarang.


Keesokan harinya Manajer dan teman Laila datang ke rumah Laila untuk menjenguknya. “ Laila bagaimana keadaanmu? aku harap kau bisa cepat pulih dan kembali bekerja bersama kita.” sapa Manajer.


“ Terima kasih Manajer, kalian sudah menyempatkan waktu datang ke sini.” balas Laila tersenyum seolah-olah tidak terjadi apa-apa, padahal semua orang tahu Radi mengkhianati cinta Laila dan sebentar lagi akan menikah.


Rara tidak tega melihat Laila yang terus menyembunyikan kesedihannya dari semua orang. “ Laila, maafin aku karena aku baru datang menjengukmu.” Rara menangis di pelukan Laila. “ Tidak apa-apa Ra, kau bisa lihat sendiri'kan aku sudah membaik sekarang.” menepuk bahu Rara dengan lembut.


Saat teman yang lain pergi Rara memutuskan tinggal di rumah Laila untuk menemaninya, sekarang Laila sering tersenyum karena sabahatnya. “ Ra, bagaimana keadaan ibumu? apa dia sudah sembuh?.” tanya Laila pada Rara. “ Sudah, kemarin ibuku baru pulang dan sekarang dia sudah bisa beraktivitas seperti biasa, walau belum bisa beraktivitas yang berlebihan.


“ Sukurlah, aku senang mendengarnya.” menghela nafas dengan lega.