David&Laila

David&Laila
Part23



Di Kediaman Duke.


Tepatnya di kamar pengantin yang telah di siapkan oleh keluarga Duke, Laila tengah bersiap memakai baju pengantin berwarna putih dan di rias sempurna oleh MUA terkenal di kota. Laila menatap dirinya sendiri di pantulan cermin yang tampak cantik bagaikan seorang dewi, tetapi Laila tidak bahagia dengan pernikahannya yang tidak di dasari dengan cinta melainkan kesepakatan yang tidak masuk akal.


“ Aku akan menikah dengannya malam ini, tidak peduli seperti apa kehidupanku di masa depan aku tidak bisa pergi dari sisinya sebelum kontrak berakhir.” batinnya, tanpa sadar Laila menangis dan membuat riasannya menjadi berantakan lagi.


MUA tidak senang melihat Laila yang terus menangis tanpa henti saat di Makeup, membuatnya terus menerus memperbaiki riasan sampai beberapa kali. “ Nona, ini adalah pernikahanmu bisakah kau jangan menangis? berapa banyak riasan yang luntur karena air matamu itu. Jika kau masih ingin menangis sebaiknya aku tidak perlu meriasmu lagi.” dengan nada marah.


Laila menyeka air mata dan berusaha tegar. “ Maaf, aku menyusahkanmu. Aku berjanji aku tidak akan menangis lagi, bisakah kau merias ulang wajahku, sebentar lagi acara pertukaran cincin akan di mulai.” tidak ada yang bisa tahan melihat ekpresi Laila yang menyedihkan.


MUA itu menggelengkan kepala dengan cepat. “ Aku tidak percaya gadis ini memiliki sikap seperti itu untuk membuat orang mengasihaninya, apa cara ini yang dia lakukan untuk menaklukkan tuan muda Duke?.” batinnya.


“ Baiklah, ini terakhir kalinya aku meriasmu nona. Tetapi kau jangan menangis lagi apapun alasannya, aku tidak peduli seperti apa isi hatimu sekarang, aku hanya mengingatkanmu menjadi nyonya muda Duke tidaklah mudah, kau harus bisa menahan air matamu itu dengan baik.” MUA itu seperti mengerti apa yang Laila rasakan saat itu.


Laila mengangguk sambil tersenyum, pada saat bersamaan David masuk ke kamar untuk membawa Laila ke pesta pernikahan. Laila tertegun sesaat lalu memalingkan wajah karena tidak bisa terus menatap David yang akan membuatnya terjerumus akan ketampanan David.


“ Apa sudah selesai?.” berjalan mendekat.


MUA itu menunduk dan keluar. “ Sudah tuan, silahkan Anda melihat pengantinnya jika ada yang kurang Anda bisa memanggilku lagi.” menutup pintu.


David berdiri di belakang Laila dan melihatnya langsung dari pantulan cermin. “ Jangan lupa, kau masih berhutang padaku. Bekerja samalah denganku jangan buat orang lain mencurigai kita, jika kau mengacau kau harus membayar atas kerugianku 100 Miliar setiap tindakanmu. Mengerti!!!.” bisik David.


Laila mengepalkan tangan dengan gemetar lalu mengangguk dengan patuh. “ Aku mengerti tuan.” muram.


David menarik Laila ke pelukannya. “ Jika sudah mengerti mengapa kau memanggilku tuan? tidakkah panggillan ini akan membuat orang lain salah paham pada hubungan kita?.” mendekatkan kepala.


“ Lalu kau mau aku memanggilmu apa?.” tidak pokus karena bibirnya hampir bersentuhan dengan bibir David.


“ Tentu saja kau harus memanggilku dengan sebutan suamiku, dengan begini orang lain akan percaya bahwa cinta kita sehidup semati. Apa kau mengerti gadis bodoh?.” David hampir mencium bibir Laila tapi Laila langsung mendorongnya.


Laila tidak berani menatap langsung mata David. “ Baik jika itu maumu aku akan melakukannya. Dan, kau harus ingat aku bukan gadis bodoh seperti yang kau pikirkan, bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan bodoh?.” melirik.


Hahaha, tidak bisa menahan tawa. “ Kau memang gadis bodoh! tapi aku tetap menyukaimu sayang.” memeluk Laila.


Laila tertegun melihat David tersenyum padanya, dan mengira bahwa David memiliki perasaan padanya. Tetapi Laila sudah salah paham dengan ucapan David padanya, itu hanya untuk di tunjukan pada orang tua Laila yang tiba-tiba masuk, Rosdiana dan Juna melihat langsung sikap hangat David kepada putrinya yang membuatnya tenang.


Uhuk uhuk, berdehem. “ Apa kalian akan terus bermesraan di sini? para tamu sedang menunggu kalian berdua, ayo waktunya tidak banyak kalian harus segera kembali ke pesta untuk menyelesaikan upacaranya.” ucap Rosdiana dengan senang.


Laila refleks mendorong David sejauh mungkin. “ Ibu, ibu ini tidak seperti yang kau bayangkan! kita tidak melakukan apapun.” berlari dan mencoba menjelaskannya pada Rosdiana, tapi Rosdiana hanya bisa tersenyum melihat putrinya yang pemalu.


Rosdiana menggandeng tangan Laila menuju pesta. “ Sudah-sudah, sampai kapan kau akan menjelaskan hubunganmu dengan suamimu? ibu sudah tahu kalian akan menikah jadi tidak perlu malu seperti itu.” hihihi, tersenyum.


“ Ibu kau jahat sekali. Aku dan dia hanya kesalah pahaman, kita tidak melakukan apapun sebelum kita resmi menikah.” sedih.


“ Iya ibu tahu, kau harus baik-baik melayani suamimu kelak, tanpa izin darinya kau tidak boleh melakukan hal yang suamimu tidak suka.” akhirnya Rosdiana merelakan putrinya menikah setelah melihat David memperlakukannya dengan penuh kelembutan.


Setelah upacaranya selesai David meninggalkan Laila untuk menemui beberapa Klien, David adalah pebisnis nomor 1 di kota dan tidak mau menyia-nyiakan pernikahannya yang megah tidak mendapatkan keuntung apapun, jadi sengaja mengundang beberapa Investor untuk memberikannya keuntungan. “ Terima kasih.” setelah berbincang hampir 4 jam akhirnya David selesai menjamu tamu.


David mencari Laila di pesta tapi tidak dapat menemukannya, dan ternyata Laila tengah berdiri sambil memandang bulan yang cerah di malam hari. David berjalan mendekat. “ Pestanya sudah berakhir, ayo kita pulang.” menjulurkan tangan.


Laila ragu-ragu saat akan pergi bersama David. “ Bisakah kau membiarkanku pulang ke rumah orang tuaku? aku ingin bermalam malam ini sebelum tinggal denganmu.” memohon.


“ Baik, orang tuamu sudah pulang tadi. Kau bisa menghubunginya dan bertanya padanya, pantaskah seorang istri pergi bermalam di rumah orang tuanya dan meninggalkan suaminya di malam pernikahan.” mengangguk berjalan pergi.


Laila tidak bisa berkata-kata dan memutuskan pergi mengikuti David. “ Tuan tunggu! aku akan pergi denganmu.” berlari.


Di Villa milik David.


David berjalan masuk ke dalam tanpa memperdulikan Laila yang menunggunya untuk menyambutnya.


Tiba-tiba seorang pelayan wanita tua datang membukakan pintu mobil. “ Nyonya, Anda sudah datang? silahkan masuk tuan menunggumu di dalam.” membungkuk.


Gugup.“ Hah, itu, ke depannya kau tidak perlu bersikap hormat seperti itu padaku, aku sungguh tidak pantas.” tidak terbiasa menjadi nyonya Bangsawan.


“ Mana boleh berkata seperti itu, nyonya adalah nyonya muda di sini. Aku tidak bisa melanggar peraturan di sini. Mohon nyonya jangan mempersulitku dengan perkataan seperti itu, jika tidak tuan tidak akan memaafkanku.” menggelengkan kepala.


Menghela nafas. “ Haih, baiklah. Apa aku boleh memangilmu bibi?.” turun dari mobil.


“ Tentu boleh, nyonya bisa memanggilku bibi Ann di sini. Aku akan melayanimu semampuku.” membungkuk. Bibi Ann membantu Laila masuk karena baju pengantin membuat Laila kesulitan berjalan.


Laila berdiri menatap David yang tengah duduk di kursi. “ Apa dia akan terus diam? aku sudah lelah, tidak bisakah dia menyuruhku pergi ke kamar untuk istirahat.” batinnya.


David melirik Laila yang terus berdiri di depan pintu. “ Bibi Ann, bawa nyonya ke kamarnya dan beritahu peraturan di rumah ini kepadanya.” terus pokus pada laptop.


“ Baik tuan, ayo nyonya aku akan mengantarmu istirahat.” menggiring Laila pergi ke kamarnya.


Bibi Ann membantu Laila berganti pakaian dan menyuruh Laila memakai piyama tidur yang seksi. “ Nyonya, ini baju malam pertama pernikahanmu dengan tuan. Jadi kau harus memakainya dan berusaha membuat tuan terpesona akan kecantikanmu.” merasa puas melihat Laila yang sempurna di malam pernikahan.


Laila memandang dirinya sendiri di pantulan cermin seakan tidak percaya jika dirinya harus menyerahkan kesuciannya pada pria yang tidak ia cintai. “ Untuk apa aku memakai baju seperti ini? akan kutunjukan pada siapa penampilanku yang penuh hasrat ini?.” menunduk dengan sedih.


Bibi Ann menatap Laila yang menyedihkan terus meyakinkan Laila. “ Tidak baik mengeluarkan air mata di malam pernikahan, nyonya kau sangat cantik tidakkah kau bahagia?.” menyeka air mata Laila.


Laila tersenyum. “ Bibi Ann kau terlalu mencemaskanku, tentu saja ini malam pernikahanku, aku merasa terharu dan tidak bisa menahan kebahagianku yang akan di mulai pada malam ini.”


Bibi Ann segera keluar dan membiarkan Laila tidur di kamar David. “ Nyonya, aku berharap kau orang baik dan akan mencintai tuan sehidup semati.” batinnya.


David terus sibuk dengan bisnisnya sampai lupa kalau jam sudah pukul 04:00 pagi. “ Tidak di sangka gadis itu membawa keberuntungan untukku, hanya dengan pernikahan biasa saja tapi aku mendapatkan keuntungan lebih dari 100 Triliun dalam satu malam.” batinnya, menyandar di kursi karena kelelahan terus duduk menatap laptop.