
Di kediaman keluarga besar Shean.
Semua tamu sudah hadir dan menikmati hidangan sambil menunggu cucu pertama dari Grup Shean di perlihatkan pada semua orang.
Nani Shean dan Shean Ji menuruni tangga sambil menggendong cucu pertamanya, di ikuti Radi dan Bella yang saling bergandengan. Semua tamu bertepuk tangan dan mengucapkan selamat karena memiliki cucu pertama seorang anak laki-laki.
“ Terima kasih semuanya, silahkan lanjutkan dan nikmatilah pesta malam ini.” ucap Shean Ji tertawa bahagia.
Tak tak, Laila berjalan masuk bersama Adrift. “ Maaf, aku terlambat. Ini hadiah yang kusiapkan untuk cucu pertama tuan Shean, semoga kelak bisa menjadi anak yang berbakti.” menyodorkan sambil menatap bayi kecil di pelukan Shean Ji.
Nani Shean tidak senang melihat Laila ada di pesta. “ Tidak perlu, kami sudah mendapatkan banyak hadiah mewah dan mahal dari tamu terhormat, kau bisa membawanya kembali.” menghadang.
“ Nyonya Shean ada apa? begitu tidak ingin menerima hadiah kecilku ini. Baiklah, karena nyonya Shean tidak menerima hadiah ini aku akan membuangnya dari pada membawanya kembali.” menyeringai.
Nani Shean tersenyum pahit melihat semua tamu menatap ke arahnya. “ Sialan! siapa yang membiarkan dia datang ke pesta ini? aku benar-benar benci dengan penampilannya yang lusuh dan miskin ini, ini pasti ulah Radi, dia yang sudah mengundangnya datang kemari.” batinnya, menggertakkan gigi.
Radi datang secara tiba-tiba dan mengambil hadiah di tangan Laila. “ Kau sudah datang ke sini dan membawa hadiah untuk putraku, mana boleh membuangnya begitu saja. Aku menerima hadiah darimu dan terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk datang ke sini.” tersenyum senang.
“ Ckck, tidak perlu sungkan. Bukankah kita pernah saling dekat satu sama lain, mengapa harus berterima kasih hanya dengan hadiah kecilku ini.” sengaja menyinggung perasaan Radi kepadanya.
Menatap nyonya Shean. “ Dari dulu sampai sekarang nyonya Shean masih tetap membenciku karena miskin, maka jangan salahkan aku jika aku akan membuat anakmu ini malu di hadapan semua orang.” batinnya tersenyum paksa.
Mengepalkan tangan dengan kesal. “ Gadis sialan ini pasti sengaja menggunakan Radi sebagai pelindungnya, jika orang lain tahu akan kebenarannya reputasi keluarga Shean akan hancur begitu saja.” batinnya, tidak senang.
“ Heh, dia yang seperti itu seperti ingin memakanku.” batin Laila memalingkan wajah.
Ekspresi Laila berubah dengan cepat. “ Radi, apa kau tahu 1 tahun yang lalu aku benar-benar sangat menderita.” bersikap manja.
Bella yang berdiri di belakang seperti Harimau lapar yang siap menerkam saat melihat suaminya digoda oleh mantan kekasihnya. “ Dasar wanita murahan! berani sekali dia begitu dekat dengan Radi, bahkan sengaja menggoda Radi di depan umum.” muram.
Bella mendorong Laila menjauh dari Radi. “ Suamiku, siapa dia? apa dia temanmu, kalian begitu akrab seperti adik dan kakak. Aku benar-benar iri melihat kalian sedekat itu.” pura-pura terkhianati.
Memeluk. “ Bella apa yang kau katakan? kami tidak ada hubungan apa-apa, seharusnya kau jangan iri padanya, karena bagaimanapun kaulah istriku dan sekarang kau telah memberikanku seorang putra, aku sangat bahagia sekarang.” menenangkan.
“ Benarkah? hubungan kalian tidak seperti yang kupikirkan?.” mendongak menatap Radi.
“ Benar, aku sudah menganggapnya seperti adikku, jadi aku sengaja mengundangnya datang kemari hanya untuk berbagi kebahagian kita pada semua orang.” mencium kening Bella dengan penuh kasih sayang.
“ Aku meremehkan hati seorang istri, mana mungkin menantuku akan diam begitu saja melihat wanita lain menggoda suaminya. Ternyata aku yang terlalu banyak berpikir.” batin Nani Shean dengan bangga.
“ Heh, menganggapku seperti adikmu? kau memang naif, lalu apa pengorbanan dan waktuku selama 5 tahun terakhir hanya ini balasanmu, buang-buang waktuku saja.” batin Laila, membuang muka.
David berjalan masuk dengan beberapa orang yang mengikutinya dari belakang.
Laila menengok ke belakang karena merasakan hawa dingin yang familiar. “ Dia? dia, kenapa dia datang ke sini? tidak, apa dia tahu aku datang ke sini dan akan memaksaku pulang.” batin Laila panik.
Laila menarik tangan Adrift dan berniat kabur dari pesta, tapi siapa sangka David malah memanggilnya dan membuat semua tamu melihat ke arahnya. “ Laila, apa itu kau?.” sapa David.
Laila menghentikan langkahnya dan berbalik badan dengan perlahan. “ Ahh, iya, aku di sini. Tuan ini tidak seperti yang kau lihat, kau jangan salah paham.” menjelaskan tapi tangannya terus menggenggam tangan Adrift.
Tiba-tiba wajah David jadi muram seketika. “ Apa maksudmu? aku salah paham apa? aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, apa ini berhubungan dengan tanganmu dan pria di sebelahmu?.” tatapan membunuh.
Argh! Laila segera melepaskan tangannya. “ Tidak tuan, dia bukan? bukan, aku salah tuan. Maafkan aku.” menunduk karena merasa bersalah namun tidak dapat menjelaskan kesalah pahaman itu pada David di depan banyak orang.
Hahaha, tertawa jahat. “ Aku benar-benar tidak mengerti dengan maksudmu, kau adalah karyawan di Perusahaanku kau pasti merasa bersalah karena meninggalkan pekerjaanmu di kantorkan?.” merasa kesal tapi harus sabar agar hubungannya dengan Laila tidak di ketahui orang lain.
“ Ya tuan, aku akan pergi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaanku.” menunduk dengan malu.
Shean Ji memberikan cucunya pada Nani Shean dan segera menyambut kedatangan David dengan antusias. “ Tuan, ini suatu kehormatan bagi kami keluarga Shean bisa bertemu langsung denganmu. Mari aku akan membawamu menikmati pesta ini, maaf jika kami tidak menyambut tuan dengan baik.”
Radi terdiam menatap David. “ Pria itu, bukankah dia yang telah menabrak Laila 1 tahun yang lalu, kenapa dia bisa ada di sini? ayah dia juga memanggilnya tuan, sebenarnya apa yang terjadi? siapa pria itu?.” batinnya.
Berhenti melangkah. “ Tidak perlu merepotkan keluarga Shean, aku datang kemari hanya kebetulan lewat dan mampir sebentar, aku juga membawa beberapa hadiah di dalam mobil, nanti pengawalku akan membawanya masuk.” meminum segelas Wine dalam satu tegukan.
“ Ahh, kami senang Anda bisa datang ke sini, terima kasih atas kebaikkan Anda tuan. Oh iya, bagaimana kabar tuan besar Duke? aku sungguh tidak punya kesempatan bertemu dengan beliau, apa tuan muda bisa mempertemukanku dengan tuan besar Duke?.” menjilat agar bisa bergabung dengan bisnis Duke.
Menaruh gelas di meja. “ Kesehatan Kakek tidak begitu baik akhir-akhir ini, dia hanya diam di rumah dan menghabiskan masa tuanya bersama istrinya, aku tidak berjanji tapi aku akan menyampaikan keinginanmu.” berjalan pergi.
“ Terima kasih tuan, Anda sangat murah hati.” berbicara dengan senang.
Radi menghampiri Shean Ji setelah David pergi. “ Ayah, apa yang terjadi? siapa pria itu?.” penasaran.
“ Dia itu CEO muda yang baru mengambil alih Perusahaan Duke beberapa bulan yang lalu, aku tidak menyangka dia bisa datang ke pesta kecil yang kita adakan di rumah.” menangis terharu.
“ CEO, ternyata dia bukan orang biasa. Kedepannya aku tidak boleh menyinggungnya.” batin Radi melamun.
Adrift berjalan ke toilet dan menunggu Laila di depannya, tidak di sangka David menerobos masuk begitu saja ke toilet wanita.
David membuka semua pintu toilet dan mendapati pintu yang di kunci. “ Buka pintunya.” bisik David.
Laila ketakutan dengan adanya seorang pria yang menerobos masuk ke toilet wanita. “ Siapa? siapa kau? ini toilet wanita mengapa kau seorang pria bisa masuk ke sini?.” ketakutan.
David tidak sabar dengan mudahnya melompati pintu dan masuk.
“ Kau? kenapa kau bisa masuk?.” mundur dengan cepat.
David menekan Laila ke dinding. “ Sudah cukup bermain-mainnya? kau berani bersentuhan dengan pria lain di depanku, apa kau pikir aku buta? kau harus ingat gadis, kau adalah wanita yang sudah menikah.” mencengkram dagu Laila.
“ Aku tahu, aku salah, tolong maafkan aku.” memohon dengan berurai air mata.
Wajah David semakin dekat dengan Laila bahkan nafas Laila membuat David hampir kehilangan kendali.
Menjauh. “ Apa yang baru saja kulakukan? aku hampir menciumnya karena terlalu emosi, gadis ini benar-benar bahaya, dia bisa menggoda 3 pria sekaligus dalam waktu beberapa hari.” batinnya, memalingkan wajah.
David melirik Laila yang tengah kesakitan. “ Ingat untuk pulang ke Villa bersamaku, jika tidak aku tidak akan memastikan hidup orangtua dan sahabatmu bisa tenang selamanya.” mengancam.
“ Kau mengancam? dasar pengecut! kau hanya bisa mengancam dengan hidup sahabatku.” dengan kesal.
“ Pengecut? kita lihat nanti, pengecut atau tidak kau yang akan menentukannya gadis.” pergi keluar.
Laila tidak bisa membantah perintah David. “ Baiklah, aku akan menuruti semua keinginanmu sampai hutangku lunas, sampai saat itu kita harus bercerai dan menjalani hidup masing-masing.” tegas.
Laila berjalan keluar langsung di kejutkan dengan Adrift yang tergeletak di lantai. “ Adrift, apa yang terjadi padamu?.” memapah.
“ Aku tidak apa-apa, apa kau baik-baik saja Laila? apa CEO menyakitimu?.” mengusap darah yang keluar dari mulutnya.
“ Jangan pedulikan aku, kau pikirkan kondisimu terlebih dulu. Ayo aku antar kau pulang.” membawa keluar.
Setelah mengantar Adrift pergi naik taxi, Laila menghentikan taxi lagi untuk pulang ke Villa. “ Ini pasti ulah David, dia sengaja memecat Adrift dengan alasan tidak jelas.” batinnya, mulai gelisah.