David&Laila

David&Laila
Part15



Hari berlalu begitu cepat dan Laila tidak punya banyak waktu untuk bersantai karena penagih hutang akan mengusirnya jika tidak bisa melunasi hutang dalam 4 hari lagi. Dengan terpaksa Laila pergi menemui Rara untuk bekerja di Barr lagi, Rara antusias dan berniat ingin membantu Laila mencari uang sampingan. Laila sudah sampai dan berdiri memandang Barr dan enggan masuk karena ragu, tapi Rara menggenggam tangan Laila dan meyakinkannya agar tidak menyerah.


“ Laila, kau tenang saja aku akan membantumu dari kesulitan ini.” Rara membawa Laila masuk ke dalam Barr, setelah berganti pakaian Laila merasa tidak nyaman karena pakaian yang pemilik Barr siapkan untuknya terlalu terbuka sampai membuat dadanya terlihat menggoda. “ Bos bisakah aku tidak memakai baju ini, aku tidak terbiasa dengan pakaian seperti ini.” berpose dengan malu. Tetapi pemilik Barr malah menatap Laila dengan maksud jahat. “ Ternyata kau cantik juga memakai baju ini, bagaimana jika kau temani aku saja malam ini? jika kau bisa memuaskanku aku akan memberimu uang 80 juta.” bisik pemilik Barr membuat Laila gemetar ketakutan. Untung saja Rara melihat niat busuk pemilik Barr dan segera menarik Laila menjauh darinya. “ Bos ini suka bercanda, ayo Laila kita sudah harus mengantar minuman pada tamu.” Rara buru-buru membawa Laila pergi, tapi pemilik Barr tidak menyerah dan segera memikirkan cara untuk mendapatkan Laila malam ini.


“ Ingat, ke depannya kau harus menjauh dari Bos, dia itu terkenal karena pria hidung belang.” mengingatkan Laila yang baru bekerja di Barr mewah.


“ Baiklah.” mengangguk dengan berjalan yang tidak percaya diri. Rara memberikan senampan minuman pada Laila dan harus mengantarnya ke ruangan VIP. “ Ambil ini, kau pasti bisa. Ini bukan pertama kalinya kamu mengantar minuman pada tamu bukan, jadi kamu pasti bisa. Semangat!.” Rara bersikap ceria agar Laila bisa percaya diri.


“ Itu benar, ini bukan pertama kalinya aku bekerja di tempat semewah ini. Tapi, tapi pakaian ini membuatku tidak nyaman.” berjalan secara perlahan, sesampainya di ruang VIP Laila menghela nafas untuk menenangkan hatinya. “ Aku pasti bisa. Semoga tamu kali ini tidak sulit di hadapi.” batin Laila membuka pintu, Laila berjalan dengan menundukan kepala agar tamu tersebut tidak menggodanya, tapi siapa sangka saat Laila membuka pintu David sudah menatapnya yang berjalan ke arahnya.


Laila menuangkan segelas Wine dan memberikannya pada tamu. “ Silahkan tuan.” tapi siapa sangka setelah melihat tamu Laila mundur ketakutan dan tidak sengaja menjatuhkan Wine di tangannya hingga membasahi tubuhnya. David yang melihatnya segera memalingkan wajah karena kaget melihat pose Laila yang tidak biasa.


“ Dia, apa dia sengaja?.” mengingat kejadian waktu di kapal pesiar di mana David tidak sengaja memegang buah dada Laila.


“ Tuan maafkan aku, aku ceroboh sekali sampai membuat Wine Anda tumpah.” Laila segera membersihkan tumpahan Wine di bajunya.


David tidak bisa menahannya dan wajahnya hampir meledak karena kepanasan, tidak mau sesuatu terjadi David menyuruh Laila pergi dari hadapannya. “ Enyahlah! suruh pelayan lain datang membawakan Wine baru untukku, rekan-rekanku sebentar lagi akan sampai sebaiknya kau pergi saja.” David berdiri dan berusaha tenang.


Tapi Laila berpikir jika David tidak puas dengan pelayanannya dan menyentuh kaki David dengan raut wajah menyedihkan. “ Tuan, tolong maafkan aku, aku salah tapi aku mohon padamu jangan usir aku dari sini. Biarkan aku melayanimu sekali lagi.” sebelum Laila masuk ke ruangan VIP pemilik Barr sempat mengingatkan Laila untuk tidak membuat masalah dengan tamu yang ini, tapi Laila sudah melanggarnya dan harus bertanggung jawab.


“ Wanita ini keras kepala! malah sengaja menggodaku secara terang-terangan, apa dia tahu yang sedang dia lakukan itu bisa membuatnya bahaya?.” batin David mengerutkan dahi dengan kesal.


“ Demi uang 30 juta aku harus bisa melayani dia malam ini, jika tidak aku akan kehilangan kesempatan uang yang tidak sedikit ini.” batin Laila bersi keras.


“ Tuan, ini bukan pertama kalinya kita bertemu jadi bantulah aku dengan membiarkanku di sini melayanimu.” Laila percaya jika David akan berbelas kasihan padanya.


David tidak punya waktu menolaknya karena teman-temannya sudah sampai dan akan segera masuk, saat semua teman David masuk mereka tidak meliahat keanehan di ruang itu, hanya melihat David duduk santai dan seorang pelayan yang sedang menuangkan Wine untuk David.


“ Siapa ini? apa ini benar-benar temanku yang tidak pernah peduli dengan waktu, lihatlah teman dia sudah ada di sini dan sudah minum Wine duluan tanpa menunggu kita. Apa kita perlu memberinya hukuman? hahaha.” ucap salah seorang pria dengan lantang, yang membuat Laila tercengang ketakutan. “ Untung saja! aku pikir mereka membicarakan aku, tapi ternyata mereka sedang membicarakan David.” menghela nafas dengan lega.


“ Jangan banyak omong kosong! kebetulan hari ini waktuku senggang dan datang ke sini lebih awal.” menghabiskan Wine dengan satu tegukan.


Ke empat orang itu berbincang dengan gembira tapi salah seorang pria tiba-tiba menghubungi pemilik Barr dan memintanya mengirimkan wanita cantik untuk menemaninya minum sampai malam. “ Aku tahu kau baru saja kedatangan dua gadis muda hari ini, berikan mereka padaku, aku ingin lihat seberapa cantiknya mereka. Kau tenang saja jika aku dan temanku merasa cocok dengannya aku akan memberikanmu bonus 50%. Bagaimana? baiklah aku menunggu kedua gadis itu datang padaku.” ucap pria itu di telpon.


“ Maksudnya? apa jangan-jangan dua gadis yang dia maksud itu aku dan Rara! tidak! itu tidak mungkin, bagaimana bisa aku dan Rara akan melayani teman David. Mereka kelihatannya bukan orang baik.” batin Laila tercengang.


Krek, pemilik Barr masuk di ikuti Rara dari belakang, Laila menatap Rara seolah-olah memberikan kode kalau ruangan itu berbahaya. “ Ra, kau cepat pergi dari sini! berikan alasan yang bisa membuat pemilik Barr itu mengasihanimu, cepat!.” berbicara menggunakan bahasa isyarat.


“ Lalu bagaimana denganmu Laila? aku tidak bisa meninggalkanmu bersama pria seperti mereka.” kedua orang ini seperti mengerti apa yang sedang mereka sampaikan dengan bahasa isyarat.


“ Tuan, ini gadis yang Anda maksud bukan? dia ini Rara dia baru pertama kali kerja di sini.” mendorong Rara untuk maju ke depan.


“ Ahaha! itu yang di maksud tuan 'kan. Dua gadis ini yang Anda inginkan, mereka sudah ada di ruangan ini silahkan kalian menikmatinya dengan baik.” menunjuk ke arah Laila yang tengah berjongkok di hadapan David.


Uhuk uhuk! David tersedak dan hampir muntah tapi untungnya teman-temannya segera mengingatkan David untuk minum secara perlahan. “ Kau ini! minuman di sini sangat banyak jadi jangan minum terburu-buru seperti itu, tidak akan ada yang berebut minuman denganmu.” menepuk bahu David dengan santai.


Ketiga pria itu melirik Laila dan tiba-tiba merasa ada yang tidak biasa dengannya, ia segera menatap David yang tidak mengenakan jas dan malah memberikannya pada seorang gadis untuk menutupi tubuhnya yang menggoda. “ Hahaha! apa aku tidak salah lihat? dia memberikan jas nya pada gadis pe*acur itu, apa dia sengaja untuk melindunginya. Aku rasa mereka berdua saling mengenal.” menyeringai.


“ Omong kosong! aku tidak mengenalnya! aku hanya membantu dia karena masuk angin tadi, tidak menyangka mata kalian begitu teliti sampai hal tidak penting seperti itu kalian pedulikan.” berbicara dengan dingin.


Ketiga pria itu ketakutan dan tidak berani memprovokasi David yang tidak mudah di singgung, mereka duduk kembali dan mulai memperhatikan Laila yang terus menyembunyikan wajahnya dari semua orang.


“ Hei! aku tidak suka lihat gadis memakai jas seperti ini saat melayani tamu, apa bedanya dengan pelayan di rumahku.” seorang pria mengambil jas yang menutupi tubuh Laila dengan kasar.


“ Kau!.” Laila terlihat marah tapi tidak bisa membuat tamu nya pergi karenanya. “ Kau apa? kau tidak suka aku membuka jas kau ini! kau begitu cantik mengapa menyembunyikan wajahmu, jika kau tidak suka di lihat untuk apa bekerja di sini nona.” berbisik.


Laila memejamkan matanya beberapa saat dan langsung berubah sikap seperti orang yang berbeda. “ Tuan, jika kau menyukainya aku akan membukanya secara pribadi untukmu.” Laila bersikap manja dan nakal di hadapan semua orang, bahkan Rara sendiri tercengang melihat Laila dan hampir membuatnya pingsan.


“ Kau gadis nakal, mana mungkin aku tidak menyukainya. Baiklah karena sudah seperti ini mari bersulang, aku akan memberimu 20 juta untuk satu gelas Wine. Bagaimana?.” menyodorkan segelas Wine di mata Laila.


Laila tertegun sesaat dan mulai berpikir. “ 20 juta? itu bukan uang sedikit, tapi bagaimana jika aku meminumnya dan langsung mabuk, aku tidak pernah minum Wine atau minuman lainnya. Sudahlah lebih baik aku mencobanya, jika aku bisa minum beberapa gelas aku akan mendapatkan uang lebih banyak malam ini.” batinnya.


Saat Laila mengulurkan tangannya untuk mengambil Wine tiba-tiba Rara mendahuluinya. “ Tuan temanku tidak bisa minum Wine, bagaimana jika aku membantu temanku meminumnya?.” Rara mulai menggoda pria itu dan mengedipkan mata pada Laila.


“ Jangan coba-coba meminumnya Laila, kau akan dalam bahaya jika jatuh ke tangan mereka.” bisik Rara mengingatkan.


“ Tapi dia akan memberikanku uang 20 juta untuk satu gelas Wine, mana bisa aku menyia-nyiakan kesempatan ini.” balas Laila tidak peduli.


“ Kau tenang saja aku akan membantumu Laila.” tersenyum.


David mendengar dan melihat dengan jelas gadis seperti apa Laila, ia tidak menyangka Laila akan melakukan hal semacam itu hanya demi uang. Tetapi David tidak bisa pergi karena takut teman-temannya akan melukai Laila, ia hanya bisa berdiam menyaksikan Laila yang terus berusaha mendapatkan uang dengan cara kotor.


“ Aku ingin lihat sampai mana dia akan bertahan di perlakukan seperti itu oleh mereka, akankah dia bertahan demi uang atau tidak sabar dan akan mendorong mereka ke atas ranjang.” batin David dengan tenang.


“ Aku menyuruh dia meminumnya, kenapa kau mengambil minuman itu darinya. Cepat berikan itu padanya.” tidak senang.


Rara tidak punya pilihan lain dan memberikan Wine itu pada Laila, melihat Laila sudah hampir mabuk Rara tidak bisa tinggal diam dan segera menghentikan Laila. “ Hentikan Laila, kau akan kehilangan akal jika terus meminumnya.” mengambil gelas di tangan Laila.


“ Ahaha! rasanya tidak begitu buruk, aku menyukainya. Rara berikan Wine itu padaku, aku akan meminumnya sampai puas malam ini.” Laila sudah hilang kesadaran tapi tetap mau minum lagi, David tidak tahan melihat Laila yang bersikap keterlaluan di depannya, ia berdiri tegak dan segera menggendong Laila dari pangkuan temannya. “ Aku akan mengantarmu pulang. Jangan bertingah seperti ini lagi di depanku.” ucap David membawa Laila pergi.


Ketiga temannya saling memandang dan tidak tahu apa yang terjadi pada David sampai ia menyentuh gadis di depannya, mereka berpikir jika David tergoda dengan kecantikan Laila yang layaknya seorang dewi.