
Di ruang rapat.
Suasana hening seketika ketika David dan Fuan Xuer berjabatan dan duduk di ruangan yang sama. Dewan Direksi dan beberapa orang penting juga merasakan hal aneh saat melihat David dan Fuan Xuer saling bertatapan seperti ingin memakan satu sama lain, padahal kedua Perusahaan ini akan melakukan kerja sama tetapi seperti sedang bersaing.
4 jam berlalu, kerja sama antar dua Perusahaan berjalan lancar, mau tidak mau David dan Fuan Xuer harus berjabatan dan menampilkan senyuman yang mengerikan.
“ Selamat telah bergabung dengan Perusahaan Duke.” berjabatan dengan kuat.
Membalas cengkraman. “ Terima kasih CEO, dengan senang hati akhirnya kita bisa bekerja sama. Mohon bimbingannya karena aku tidak terlalu mengenal kota ini.” tersenyum sinis.
Fuan Xuer tiba-tiba mendekatkan kepalanya. “ CEO, sepertinya kau menyembunyikan Identitas istrimu dari semua orang, sungguh di sayangkan. Kalau begitu aku akan meminjamnya untuk makan malam nanti, sekalian menemaniku berkeliling di kota ini.” bisiknya.
Fuan Xuer pinter merubah ekpresi secepat kilat, sampai orang di sekitar melihat mereka berdua memiliki hubungan yang baik.
Fuan Xuer pergi dengan bangga. “ Mari kita lihat, cepat atau lambat aku akan merebut gadis itu darimu demi putri kecilku.” batinnya.
Fuan Xuer berhenti tepat di depan meja kerja Laila. “ Hei! ini sudah waktunya makan siang, mengapa kau kerja begitu keras? ayo kita makan siang bersama saja.” menarik tangan Laila dengan senang.
Laila pasrah karena tidak ingin berdebat dengan Fuan Xuer. “ Pria ini benar-benar mengganggu, apa dia tidak tahu sejak dia menyapa dan bersikap sok akrab denganku semua karyawan menjauhiku dan bergosip jelek tentangku.” terpaksa berjalan mengikuti Fuan Xuer.
Restoran mewah yang terkenal di kota.
Setibanya di Restoran mewah Fuan Xuer langsung memesan banyak makanan untuk menjamu Laila.
Fuan Xuer memaksa Laila agar duduk. “ Duduklah, sebentar lagi pelayan membawa makanan untuk kita.” tersenyum.
Mengibas tangan dengan sungkan. “ Tidak bisa, lebih baik kita makan di tempat biasa saja. Aku tidak punya uang untuk makan di sini.” melihat sekeliling.
Ahaha! Fuan Xuer tertawa melihat Laila yang tidak mampu makan di tempat mewah. “ Kau tenang saja Laila, hari ini aku akan mentraktirmu makan sepuasnya di sini. Kau bisa pilih makanan kesukaanmu, tidak perlu bayar.” mendekatkan kepala.
Menghindar dengan cepat. “ Kalau begitu nanti malam kita tidak perlu pergi makan malam'kan?.”
“ Siapa bilang tidak! kau tetap harus makan malam bersamaku nanti malam, dan putriku Ling dia ingin bertemu denganmu.” mengambilkan makanan dan menaruhnya di piring Laila.
Laila menghentikan tangan Fuan Xuer yang terus mengambilkan makanan untuknya. “ Tidak perlu merepotkanmu tuan, aku bisa ngambil sendiri. Lebih baik kau juga makan, jangan terus melihatku seperti itu.” mencicipi makanan.
“ Kau tenang saja, aku sudah makan tadi.” terus menatap Laila.
“ Lalu semua ini?.” menunjuk makanan di atas meja.
“ Untukmu. Makanlah.” enggan berpaling.
30 menit kemudian, Fuan Xuer masih terus menatap Laila dan tidak tahu kalau Laila sudah menghabiskan semua makanan di meja.
Laila mengusap mulutnya sambil mengelus perut yang kekenyangan. “ Aku sudah kenyang, terima kasih tuan kau sudah mentraktirku makan sampai puas. Selamat tinggal.” mengambil tas lalu pergi.
Fuan Xuer baru sadar saat Laila pergi. “ Ehh, kau mau kemana? mengapa tidak menghabiskan makanannya.” secara perlahan suaranya mengecil setelah melihat piring kosong berserakan di meja.
Fuan Xuer melihat Laila yang pergi terburu-buru. “ Kau memang gadis rakus, badan kecil tetapi masih bisa menghabiskan makanan porsi berdua.” bergumam.
Seorang pelayan datang mengganggu Fuan Xuer yang sedang melamun. “ Tuan, Billnya.” menyodorkan.
Fuan Xuer memberikan kartu Black card pada pelayan. “ Ini.”
Hari telah malam Laila pulang lebih awal dari biasanya karena pekerjaannya lebih sedikit dari biasanya. “ Akhirnya selesai juga.” meregangkan tubuh.
Laila tertegun mendengar David berbicara kepadanya. “ Iya, tunggu sebentar. Malam ini aku pulang terlambat, kau juga tidak langsung pulang ke Villa 'kan?.” mengejar David.
David menghentikan langkahnya dan melihat Laila. “ Aku akan langsung pulang sekarang, jika kau ada urusan kau boleh pergi, tidak pulang juga tidak apa-apa, yang terpenting kau harus ingat akan Identitasmu bahwa kau itu nyonya muda keluarga Duke. Paham!!!.” setelah mengatakan itu David pergi begitu saja tanpa membiarkan Laila menjawabnya.
Melihat David yang selalu bersikap dingin padanya membuat Laila kesepian. “ Aku tahu, tidak perlu di ingatkan lagi.” bergumam.
Laila keluar dari Lift langsung melihat Fuan Xuer bersama Ling yang menunggunya, Ling berlari memeluk Laila dan matanya tertuju pada kepala Laila yang di perban. “ Kakak cantik, kepalamu kenapa? kenapa di perban?.” cemas.
Laila segera menyentuh kepalanya dan tersenyum. “ Ini, aku tidak apa-apa, hanya luka kecil saja.”
“ Bagaimana bisa di bilang luka kecil, kakak cantik harus pergi ke Rumah Sakit sekarang. Ayo aku temani.” menarik Laila pergi masuk mobil.
“ Anak ini, begitu senang saat bertemu dengan wanita ini.” keheranan melihat putri kecilnya yang antusias saat bertemu Laila.
Fuan Xuer masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Laila, sedangkan Ling duduk di kursi depan bersama sopir. Setelah pergi ke Rumah Sakit mereka langsung menuju Restoran.
Di Restoran Sizu.
Fuan Xuer mempersilahkan Laila turun dari mobil sedangkan Ling turun sendiri, Laila mengabaikan Fuan Xuer yang mengulurkan tangan padanya.
“ Ling, biarkan aku membantumu.” menggenggam tangan Ling dan masuk ke Restoran.
Fuan Xuer menarik kembali tangannya dengan canggung.
“ Pelayan, siapkan makanan paling mahal dan enak dari Restoran ini.” melambai.
“ Baik tuan, dalam 5 menit semua makanan akan di hidangkan.” ucap pelayan membungkuk.
Laila terlihat bahagia dan tertawa bersama Ling, sedangkan Fuan Xuer hanya menatap keduanya tanpa makan apapun.
Seorang pelayan datang menghampiri Fuan Xuer dengan sebuah Cake di tangannya. “ Tuan, kami lihat dari tadi Anda seperti mencintai istri Anda, kebetulan Restoran kami menyiapkan Cake ini secara khusus untuk keluarga Anda. Melihat keluarga yang sempurna membuat kami para single iri melihatnya. Silahkan suapi istri Anda dan nikmati makan malamnya.” menaruh Cake itu di meja lalu pergi.
“ Ehh, kau salah paham. Kita sebenarnya tidak seperti yang kalian lihat, aku sudah menikah jadi kalian jangan bicara sembarangan.” berusaha menjelaskan namun pelayan itu tidak mendengarnya.
Hahaha, Ling tertawa senang. “ Pelayan itu memang punya penglihatan yang baik. Kakak cantik mengapa kau tidak menjadi ibu tiriku saja, aku berjanji aku akan jadi anak penurut dan tidak akan membuatmu kesal.” memohon.
“ Ling! jaga ucapanmu, dia sudah menikah, dia tidak bisa jadi ibu tirimu.” ucap Fuan Xuer membuat Ling kaget dan menangis.
Hiks hiks. “ Ayah, dia jahat! aku tidak suka ayah, aku suka kakak cantik.” menangis.
Laila mencoba menenangkan Ling dengan menggendongnya sampai tertidur di pangkuannya. “ Ling anak pinter, siapapun pasti menginginkan anak sepertimu yang lucu dan imut.” bergumam.
Fuan Xuer berjalan mendekat. “ Apa dia tertidur? berikan padaku. Ling berat kau pasti lelah.” mengulurkan tangan.
“ Baiklah.” Laila memberikan Ling ke pangkuan Fuan Xuer, dan semua itu terlihat jelas oleh David yang baru masuk ke Restoran Sizu.
David langsung berbalik badan dan pergi.
“ Ling sudah tidur, aku akan pulang sekarang. Tuan sebaiknya kau jangan memarahi anak sekecil ini, Ling tidak mengerti apa yang dia katakan itu benar atau salah, kau harus bersabar dalam menghadapi sikap Ling yang masih kekanak-kanakan.” mengingatkan sambil menatap Ling dengan penuh kasih sayang.
Fuan Xuer mengangguk dan tidak pokus karena terus menatap Laila. “ Iya, aku mengerti.”