
Di Villa milik David jam 10:00 malam.
Laila mengendap-endap masuk ke dalam karena ingin menghindari David yang sedang marah kepadanya, Laila membuka pakaiannya dan hanya menggunakan bra dan cd, tanpa di sadari David yang sedang mandi di toilet tiba-tiba keluar hanya menggunakan handuk di pinggang, David tertegun melihat Laila yang tidak memakai pakaian di depannya.
Laila yang tidak sadar akan kehadiran David di belakangnya, terus membuka pakaiannya sampai David melihat tubuhnya yang indah.
“ Huh, untung saja dia tidak ada di rumah, kalau ada bagaimana aku bisa menghadapinya sekarang.” bergumam, berbalik badan, seketika terkejut melihat David ada di kamarnya.
Argh!!! berteriak. “ Kau! apa yang kau lakukan di kamarku?.” menutup mata tanpa memikirkan dirinya tidak memakai baju.
Menyeringai. “ Untuk apa berteriak seperti itu? ini rumahku, aku bebas mau ngapain dan di mana saja.” berusaha tenang.
“ Iya, tapi kau bertelanjang dada di kamarku di malam hari, apa yang akan kau lakukan?.” mengintip dari sela-sela jari.
David memalingkan wajah karena malu. “ Aku hanya numpang mandi saja, aku akan keluar sekarang. Sebaiknya kau cepat pakai baju atau kau sengaja dan berniat menggodaku ya?.” menutup mulut dan menahan tawa.
Laila melihat ke bawah dan berteriak setelah tahu dirinya tidak memakai baju. “ Tidak! dasar kau mesum! cepat keluar dari sini dan tutup matamu.” berjongkok.
David segera menutup mata dan berjalan keluar. “ Baiklah.” berjalan sampai menabrak beberapa barang di depannya.
Laila tidak sabar melihat David berjalan seperti orang buta. “ Cepat aku bantu kau keluar. Tapi kau jangan buka mata karena aku belum pakai baju.” memapah dan mendongnya keluar.
Brak, menutup pintu dengan keras. “ Haih, benar-benar memalukan! aku pikir mataku yang ternodai karena melihat tubuhnya, tidak di sangka dia juga melihatku yang tidak memakai baju. Aku harus bagaimana sekarang?.” menggigit jari dengan gugup.
David terus berdiri di depan pintu kamar dan menunggu Laila keluar. “ Ini pertama kalinya aku melihat tubuh seorang wanita secara langsung, tidak di sangka walau tubuhnya kurus tapi bagian lainnya tidak sekecil itu. Sebelumnya aku hanya melihatnya sekilas karena benci saat wanita menggodaku dengan tubuhnya, tapi sekarang aku hampir kehilangan kendali hanya melihatnya yang seperti itu.” batinnya, membayangkan kejadian di mana dirinya sering di goda oleh banyak wanita.
2 jam kemudian, Laila keluar dari kamar dan melihat David yang berdiri di depannya, hahah, tersenyum. “ Tuan, mengapa Anda belum pergi dan memakai baju? apa Anda tidak takut masuk angin?.” memalingkan wajah.
“ Apa yang kau lakukan selama 2 jam di dalam? kau tahu kakiku hampir mati rasa karena terus berdiri di sini?.” marah.
“ Maaf, tapi apa hubungannya denganmu tuan? bukankah seharusnya Anda pergi ke kamar dan memakai baju, kenapa malah bertanya hal seperti itu padaku.” tersenyum pahit.
“ Apa kau tidak melihat pakaianku ada di kamarmu? lagi pula kamarku sedang di renovasi jadi aku akan tinggal di sini dalam beberapa hari.” masuk lalu menutup pintu dan membiarkan Laila berdiri di luar dengan kebingungan.
“ Hah! apa maksudnya, tinggal di kamarku? apa-apaan ini kenapa dia akan tinggal di kamarku? jika kamarnya sedang di renovasi seharusnya Villa ini memiliki beberapa kamar tamu'kan?.” semakin di pikir membuatnya kesal.
Laila pergi melihat kamar David yang berantakan dan kotor membuatnya percaya dengan ucapan David, tapi Laila tidak menyerah dan mengecek seluruh kamar yang ada di Villa karena tidak mau tidur sekamar dengan David, namun semua kamarnya sedang di renovasi, bahkan Laila tidak bisa berkata-kata dan terdiam.
“ Dia, tidak berbohong. Tapi kenapa harus di renovasi semuanya, apa ini hanya kebetulan?.” tidak percaya dengan apa yang sudah di lihatnya.
Laila pergi mencari bibi Ann untuk tidur bersamanya, setelah melihat kamar kecil dan ranjang single membuat Laila mengurungkan niatnya.
Mengucek mata dan menguap. “ Nyonya, apa ada sesuatu yang bisa kubantu? tampaknya malam ini nyonya sedang gelisah.” cemas.
Laila menggelengkan kepala. “ Aku tidak apa-apa, maaf sudah mengganggumu istirahat. Kalau begitu aku kembali ke kamar, kau juga istirahatlah.” berbalik pergi.
Laila masuk ke kamarnya dan melihat David yang sedang pokus bekerja di sofa. “ Tuan, Anda tidur saja di sini sebelum kamarnya selesai di renovasi, malam ini aku akan tidur di ruang tamu.” mengambil selimut dan bergegas pergi.
Di ruang keluarga.
Laila menonton drama romantis yang menceritakan tentang sebuah nikah kontrak yang berakhir bahagia. Awalnya Laila tidak banyak berpikir tapi pada akhirnya Laila masih tetap berharap hubungannya dengan David bisa seperti suami istri pada umumnya.
Laila merasa gelisah dan tidak bisa tidur, pada saat yang sama tiba-tiba lampu jadi padam dan semua ruangan menjadi gelap gulita.
Bangun seketika. “ Listriknya mati? kenapa bisa mati padahal rumah sebesar ini? aku harus cari sesuatu untuk menerangi ruangan ini.” berjalan di kegelapan.
David yang menuruni tangga panik setelah mendengar Laila berteriak di lantai bawah, David bergegas ke bawah dan mencari Laila, saat menemukannya Laila tengah berjongkok di sudut ruangan seolah-olah telah melihat sesuatu yang menyeramkan.
Mengulurkan tangan. “ Jangan takut, aku bawa kau ke kamar.” memeluk Laila dan mencoba menenangkannya.
Laila langsung memeluk erat setelah tahu David yang memeluknya. “ Kau? apa itu kau tuan? aku takut sekali, tadi aku lihat di sana ada hantu.” hiks hiks, menangis di pelukan David.
David menggendong Laila pergi ke kamar dan menidurkannya. “ Tidurlah, ada aku di sini kau jangan takut, sebentar lagi lampunya akan menyala.”
Laila menarik tangan David yang akan pergi meninggalkannya. “ Tuan, bisakah Anda menemaniku tidur malam ini? aku benar-benar takut, hantu itu pasti akan datang menakutiku lagi.” memohon.
Menggelengkan kepala. “ Tidak bisa, aku akan tinggal di kamar yang sama denganmu, kau lihat kursi itu, aku akan tidur di sana.” menunjuk ke arah kursi yang tidak jauh dari ranjang.
Laila melepaskan tangan David. “ Baiklah, aku akan tidur sekarang, sebaiknya kau tidur juga jangan terus bekerja, kesehatanmu lebih penting dari pekerjaan.” berbalik badan.
David kembali bekerja dan menghabiskan malamnya di depan laptop, saat hari hampir pagi David sudah kelelahan dan memutuskan untuk tidur di kursi.
Di pagi hari jam 06:00.
Secara perlahan Laila membuka matanya. “ Sudah pagi ya. Ahh, aku harus bekerja hari ini.”beranjak.
Laila mendekati David yang sedang tidur di kursi karena kelelahan, Laila mengambil inisiatif membuka sandal dan membaringkan David dengan benar lalu menyelimutinya.
“ Kerja sampai larut malam tuan pasti lelah, biarkan dia istirahat lebih lama hari ini.” berjalan ke toilet.
Di meja makan.
Bibi Ann melihat Laila seorang diri turun dari tangga tanpa melihat David di belakangnya. “ Nyonya, tuan tidak ikut sarapan?.” tanya bibi Ann.
“ Tuan masih tidur, semalaman dia bekerja begitu keras pasti cape. Biarkan dia tidur lebih lama hari ini.” duduk dan menikmati sarapannya.
Bibi Ann salah tangkap dengan maksud Laila. “ Tuan dan nyonya tidur di kamar yang sama, pasti telah terjadi sesuatu semalam. Nyonya pasti kelelahan sampai terlihat lesu pagi ini.” batinnya, tersenyum.
“ Kenapa tersenyum seperti itu? apa ada yang bisa di tertawakan?.” tidak senang.
“ Tidak nyonya, maafkan aku. Nyonya aku sudah masak banyak sayur hari ini, nyonya harus makan banyak nutrisi biar tidak cepat lelah.” dengan senang.
“ Baiklah, walau aku tidak sedang sakit tapi akhir-akhir ini aku merasa cepat lelah dan pusing. Mungkin karena makan makanan yang tidak sehat. Terima kasih bibi Ann.” menghabiskan makanannya dalam beberapa menit.
Di Perusahaan Duke.
Saat Laila tengah sibuk bekerja tiba-tiba banyak orang yang berisik karena menyambut ke datangan nyonya besar dari keluarga Duke.
Laila berdiri dan terus menunduk. “ Apa ibu mertua merindukan putranya sampai harus datang ke tempat kerja? tapi mengapa ayah mertua juga datang bersama adik laki-laki David?.” batinnya.
Chamilla melihat sekilas Laila yang berada di antara pegawai yang tengah menyambutnya. “ Apa aku salah lihat? kenapa aku merasa tidak asing pada wanita itu?.” batinnya, menghentikan langkahnya.
“ Suamiku, aku ada urusan sebentar, kau bawa Aldian pergi lebih dulu.” mengalihkan perhatian Oliver.
“ Baiklah, jangan terlalu lama kita tidak punya banyak waktu hari ini.” mengingatkan, lekas pergi.
Chamilla berjalan mendekati Laila yang tidak berani menatapnya. “ Apa aku pernah mengenalmu? kau seperti memiliki kesalahan padaku.” mengangkat dagu Laila.
“ Ibu mertua.” bergumama.
Chamilla kesal dengan panggilan ibu mertua dari mulut wanita miskin seperti Laila. “ Jangan panggil aku ibu mertua, kau tidak pantas jadi menantuku. Dasar wanita tidak tahu diri! aku peringatkan kau untuk pergi dari kehidupan putraku.” memperingati.
Laila terkejut sampai jatuh terduduk.
“ Ada apa denganmu? jangan katakan kalau aku yang sengaja mendorongmu? cepat bangun jangan buat aku merasa bersalah padamu. Hmm, aku mengundangmu makan siang di Restoran sebrang nanti, kuharap kau tidak akan menolaknya.” memapah Laila berdiri.
“ Baik.” mengangguk.
Chamilla segera pergi setelah membuat keributan di kantor, bahkan beberapa orang mengira kalau hubungan Laila dan Chamilla ada sesuatu yang di sembunyikan.