
Setelah bangun dari tidur, Ryujin keluar untuk melatih tubuhnya. Ryujin berlatih selama 1 jam. "Tuan muda, waktunya sarapan" "Ya, aku datang". Ryujin segera ke ruang makan dan memakan makanan yang ada di meja. Setelah makan Ryujin mengobrol tentang perusahaan. "Jadi anda sudah tahu perusahaan ?" "Aku sudah membaca semua buku di ruang baca mu dan kadang kadang aku pergi ke perpustakaan kota ini" "Saya tidak punya perusahaan tuan muda, semua ini hasil dari menjadi pembunuh bayaran dulu" "Bagaimana kalau kita mendirikan sebuah perusahaan" "Saya ikuti apa kata tuan muda saja, dan untuk nama perusahaannya apa tuan muda" "Nama perusahaannya adalah Golden Greed" "Nama yang bagus tuan, saya akan segera mengurus prosedur untuk membangun sebuah perusahaan". Kepala rumah Zhong mengurus prosedur yang harus diisi. "Tuan ini, saya sudah selesai" "Cepat juga, dan saat perekrutan tenaga kerja saya sendiri yang akan memilih" "Baik tuan".
Setelah beberapa hari, akhirnya perusahaan Golden Greed Sudah jadi dan akan merekrut karyawan. Karena di kota itu banyak yang menganggur jadi banyak yang mendaftar. Karena masih di awal awal, perusahaan hanya merekrut orang secukupnya saja. dari sekian banyaknya orang, hanya 200 orang yang terpilih. "Awal yang bagus, mungkin beberapa tahun lagi perusahaan ini akan menjadi perusahaan terbesar di dunia" "Semua orang yang dipilih tuan, semuanya rajin, giat, baik, tekun dan pintar" "Itu karena aku mengukur aura yang dimiliki setiap orang yang mendaftar, banyak aura positif atau aura negatif" "Aku salut terhadap tuan muda". "Ini sudah waktunya makan siang, aku mau ke kantin perusahaan" "Kenapa tidak ke restoran saja tuan muda" "Tidak, disini ada kantin perusahaan jadi aku tidak perlu makan di tempat lain" "Terserah tuan muda saja". Ryujin meninggalkan kepala rumah Zhong dan pergi ke kantin. Para karyawan terkejut dan langsung memberi hormat "Selamat datang pak Presdir" "Wahh, jangan begitu, aku juga masih muda jangan panggil aku pak Presdir panggil aku Tuan muda Ryu saja" "Baik pak... eh Tuan muda Ryu" "Kalian tidak perlu takut aku hanya makan disini saja kok". Ryujin mengambil makanan dan duduk di meja yang ada di tengah ruangan. Seluruh karyawan heran kenapa Pemilik perusahaan justru makan di kantin bukan restoran mewah. "Haah, sepertinya sudah tidak ada tempat" mendengar ucapan itu, Ryujin langsung menawari tempat duduk "Hei kawan, di sini masih kosong". Karyawan itu pun mendekati Ryujin, karyawan itu belum tahu kalau Ryujin adalah Presdir perusahaan itu. "Terima kasih sobat, sudah mau berbagi tempat duduk denganku". Semua orang yang ada di kantin itu melihat ke arah mereka. Karena heran karyawan itu bahkan tidak tahu bosnya sendiri. "Kenapa semua orang melihat ke arah kita" "Itu cuma perasaanmu saja kali, ayo lanjut makan waktu makan siang hanya tinggal sedikit lagi" "Iya". Mereka melanjutkan makan dan beberapa menit kemudian, waktu makan siang habis. "Kawan, ini sudah waktunya bekerja lagi, aku akan kesana dulu ya" "Ya Sob" "Bolehkah aku berkenalan denganmu" "Oh, namaku Sakai dan namamu ?" "Namaku Ryujin, ya sudah aku kembali ke ruangan ku dulu ya" "Ya sana". Ryujin pergi kembali keruanganya dan mengurus berkas berkas penting. Setelah Ryujin pergi ada yang mendekati Sakai "Apa kau tau siapa bosmu" "Belum, aku belum melihatnya" "Tuan muda Ryu adalah bosmu, kau itu bagaimana sih ?" "Maksudmu Ryujin" "Hei, jangan sembarang panggil nama bos" "Jadi aku tadi duduk sama bos, dan bicara non formal dengan bos" "Iya" "Haduuuh.. ". "BRUUK" karyawan itu jatuh pingsan.