
"Oke, nanti malam kita pesta anggur"
"Ya. Kalau berdua saja kayaknya agak gimana gitu. Kalau aku ajak temanku boleh ?"
"Tentu saja, lebih ramai lebih bagus"
"Kalau begitu, aku pergi dulu ya. Ada rapat di perusahaan"
"Oh, baiklah kalau begitu" Zero pergi kembali ke perusahaan karena ada rapat.
"Sudah lama aku tidak mengunjungi Undertown. Nanti malam aku ke sana aja"
Ryujin kembali ke kamarnya lalu beristirahat karena nanti malam dia akan pergi ke Undertown. Ryujin tidur sampai sore, ketika dia bangun.
"Sebentar lagi aku akan pergi ke Undertown"
"Tunggu dulu, aku kan akan pergi ke Undertown. Tapi aku sudah janji minum anggur bersama. Kenapa aku bisa sampai lupa ya ?. Kalau begitu, ke Undertown nya besok saja, nanti malam yang minum anggur"
Setelah itu, Ryujin menelepon Cloud untuk minum anggur bersama.
"Jadi, bagaimana ?. Apa kau mau ikut ?"
"Kalau kau ajak aku pasti ikut"
"Kalau begitu, nanti malam pukul 7 kerumah ku"
"Baiklah"
Setelah mereka sepakat, Jin mematikan telepon dan menyiapkan apa yang diperlukan.
"Kepala rumah Zhong, nanti kalau teman-temanku sudah datang, tolong siapkan makanan dan anggur yang enak"
"Ya tuan muda".
Waktu menunjukkan pukul tujuh. Zero dan Cloud Sudah sampai di rumah Jin. Para pelayan mempersilahkan mereka masuk.
"Jin, aku sudah sampai"
"Baguslah kalian berdua sudah datang"
"Ayo duduk".
Mereka bertiga duduk dan mengobrol.
"Zero ini Cloud, Cloud ini Zero"
Cloud Dan Zero berjabat tangan. Pelayan menghidangkan makanan enak.
"Sebelum meminum anggur, lebih baik kita makan dulu"
"Setuju" Serentak Zero dan Cloud.
Mereka menikmati makanan yang dibawakan pelayan.
"Anggur enak~ anggur yang sangat enak~" ucap Cloud.
Zero juga ikut mabuk, namun Jin tidak mabuk karena ia hanya meminum semampunya. Karena Zero dan Cloud mabuk, Ryujin membawa Zero ke kamar tamu dan mengantarkan Cloud pulang. Saat ditengah jalan, Jin melihat orang yang terluka menyebrang jalan. Namun saat didepan mobil Jin, dia pingsan.
"Tuan muda, bagaimana ini ?"
"Aku akan mengeceknya" Jin keluar dan melihat orang itu.
"Dia terluka lalu pingsan. Aku bawa pulang dan ku obati saja"
Jin membawa orang itu masuk kedalam mobil.
"Anda kenal orang ini tuan muda ?"
"Tidak, tapi dia sedang terluka. Kita harus menolongnya. Cepat kemudikan mobilnya pulang"
"Ya tuan muda"
Supir itu menyetir mobil sampai ke rumah. Jin membawa orang itu ke kamar tamu yang lain.
"Kepala rumah Zhong, tolong panggilkan dokter dan obati dia"
"Ya tuan muda".
Kepala rumah Zhong memanggil dokter pribadinya untuk segera ke rumah. Sesampainya dokter disana, dia memeriksa keadaan orang itu.
"Dia kehilangan banyak darah, untung anda segera memanggil saya. Sekarang dia sudah lebih baik"
"Terima kasih dok"
"Sama-sama, kalau begitu saya pamit dulu"
"Ya, silahkan dokter".
Dokter itu pergi dari rumah Ryujin.
"Apa tuan muda kenal orang ini ?"
"Sepertinya, aku merasa familiar dengannya"
"Matanya tergores pisau, berotot, dia juga sepertinya seorang kepala Geng atau mafia ?"
"Kenapa tuan muda kenal dengan mafia ?" "Kepala Zhong, aku kan seorang pembunuh. Dan yang biasa meminta bantuan ku adalah kepala Geng atau bos mafia"
"Oh iya tuan muda, saya lupa" "Kalau ku perhatikan, memang sepertinya pernah lihat"
"Siapa tuan muda ?"
"Tn. Fox ?, entahlah aku lupa"