
★★★ MAAFIN AUTHOR YANG TELAT UPDATE, BEBERAPA HARI INI AUTHOR SIBUK. NAHH... SEKARANG AUTHOR UDAH PUNYA WAKTU BUAT UP NIH. MAAP BANGET YA★★★
Saat Ryujin dan Cloud sedang mengobrol. Yara, Katsumi, dan Aihara datang bersama.
"Kenapa kalian lama sekali ?"
"Iya, ada apa ?"
"Ada apa, ada apa. Kalian yang berangkat terlalu pagi" omel Yara.
"Baru juga jam setengah tujuh, sudah sampai di sini aja kalian"
"Iya... iya... kami yang kepagian, kenapa kalian bisa bareng bertiga"
"Nggak kok, kita cuma kebetulan bertemu di depan sekolah. Terus, ke kelas bareng"
"Ohh"
Mereka mengobrol sampai kelas dimulai. Mereka memulai pelajaran dan saat istirahat, mereka bersama-sama ke kantin.
Sesampainya di kantin, mereka duduk di meja yang kosong. Mereka memakan makanan sampai habis.
"Hei Jin. Li Wei sudah tidak mencarimu lagi. Ada apa ?"
"Kau tanya aku, aku tanya siapa ?. Mana aku tahu, ya baguslah dia tidak mencariku lagi"
"Li Wei ?" ucap Katsumi dan Aihara.
"Bunga sekolah kita. Dia biasanya mencari Jin, tapi sekarang sudah tidak"
"Wow, bunga sekolah sepertinya menyukaimu Jin. Kenapa kau tidak mau ?. Dia itu wanita tercantik di sekolah ini"
"Karena aku sudah suka dengan seseorang. Eh.."
"Siapa... siapa.. wow, seorang Jin yang dingin dengan wanita sedang suka dengan seseorang"
"Hei, diamlah"
"Hahahaha"
Mereka mengobrol sampai jam istirahat selesai. Kemudian, mereka kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran.
Jam pelajaran pun berakhir, mereka berlima pulang ke rumah masing-masing.
Sesampainya di rumah, Jin menuju ke kamar.
Di dalam kamar, Jin mengganti baju. Lalu dia naik ke ranjang. Jin berbaring dan masuk ke ruang spiritualnya.
Ruang Spiritual
"Woof... woof..."
Cerberus senang Jin masuk ke dalam ruang Spiritual. Dia langsung melompat dan menjilati muka Jin.
"Sudah... sudah... aku jadi basah karena air liur mu kan. Lama tidak bertemu Cerberus"
"Guk... guk... hhh... hhh.. woof"
"Aku mau membuat pil lagi. Tolong bantu aku Cerberus"
"Woof"
Cerberus dan Jin menuju ke tungku pembakaran pil. Cerberus menyemburkan Api Hitam Neraka untuk membakar tungku.
Jin mulai meracik berbagai macam pil dan tidak terasa sudah 10 jam dia di sana.
Jin pun kembali ke kamarnya.
Jin turun untuk makan karena sudah lapar. Jin meminta pelayan membawakan makanannya. Setelah datang, ia memakannya. Setelah selesai, dia kembali ke kamar untuk tidur.
Saat hendak ke atas.
"Tuan muda tadi dari mana ?"
"Tadi aku sedang di kamar. Maaf kalau aku tidak mendengarmu bicara. Memang ada apa ?"
"Tuan Jirro tadi menelepon. Dia berkata kalau dia tidak jadi ke sini karena ada urusan yang mendesak"
"Ohh, baiklah. Terima kasih kepala rumah Zhong"
"Sama-sama tuan muda. Kalau begitu, saya pamit dulu dan tuan muda kalau mau tidur, saya tidak akan menggangu"
"Ya"
Jin kembali ke atas dan segera tidur.
Keesokan paginya, Jin berangkat ke sekolah.
Dia berangkat lebih pagi dari biasanya.
"Belum ada orang, ah sudahlah"
Jin masuk ke sekolah dan segera ke kelas. Setelah di kelas, dia duduk di bangkunya. Jin meletakan tasnya dan keluar kelas untuk berjalan-jalan. Saat sedang berjalan, ia bertemu Li Wei.
"Jin, kenapa kau datang sepagi ini ?"
"Aku yang seharusnya bertanya seperti itu. Kata Cloud, kau tidak pernah masuk sekolah. Lalu, sedang apa kau di sini ?"
"Emm... itu, aku mengambil pelajaran malam. Makanya saat siang hari, aku tidak di sini"
"Ohh, seperti itu"
"Oh iya Jin. Saat itu, aku belum sempat mengucapkan terima kasih. Aku sangat berterima kasih atas bantuan mu. Kalau bukan karena kau, ibuku mungkin sudah meninggal. Kalau aku sudah punya uang, aku akan mengembalikannya"
"Ya, tidak usah kau kembalikan. Sudah seharusnya aku menolong orang yang sedang kesusahan"