
Pagi harinya, Jin berangkat ke sekolah. Di depan sekolah Jin bertemu dengan Cloud, Katsumi, Yara, dan Aihara.
"Hei, selamat pagi"
"Pagi" jawab mereka berempat.
mereka kemudian masuk ke kelas bersama-sama. Jadwal pertama hari ini adalah pelajaran olahraga. Semua murid berganti baju dan menuju ke lapangan.
"Hari ini adalah pelajaran basket. Anak laki-laki dan perempuan dibagi menjadi beberapa tim. Masing-masing tim terdiri dari 5 anak. Kalian tentukan sendiri tim-nya. Waktunya lima menit, cepat. Priiitt"
Di kelas Jin ada 40 anak. 20 laki-laki dan 20 perempuan. Jadi mereka terdiri dari 4 tim perempuan dan 4 tim laki-laki.
Mereka mulai memainkan permainan, yang pertama bermain adalah tim perempuan. Setelah tim perempuan selesai, lalu tim laki-laki.
.
.
.
Setelah 30 menit, mereka beristirahat. Jin menuju ketempat keran air yang ada di sisi lapangan. Jin membasuh mukanya karena cuaca hari itu cukup panas. Setelah membasuh muka, Jin mengacak-acak rambutnya. Para perempuan yang menyaksikan itu langsung berteriak kegirangan ada juga yang mimisan.
Selain wajah yang tampan, Jin juga pintar dalam semua pelajaran. Hal itu membuatnya menjadi populer.
.
.
.
.
Permainan dilanjutkan lagi selama 30 menit. Pelajaran olahraga selesai, dan kini waktunya istirahat. Jin, Cloud, Katsumi, Aihara dan Yara menuju kantin bersama-sama.
Mereka mengambil makanan lalu memakannya di meja yang kosong.
"Bagaimana hari keduamu di sekolah ini, Katsumi Aihara ?"
"Menyenangkan, di sini sangat bagus. Orang-orangnya ramah, baik dan aku sangat senang"
"Ya, seperti kata Aihara. Aku juga belajar jatuh cinta di sini"
"Ehh ?. Katsumi, baru satu hari disini sudah suka dengan seseorang. Siapa... beritahu kami" cetus Yara.
"Siapa ya... nanti juga tahu. ( Sebenarnya itu kamu. Tapi, aku masih harus mengenalmu lebih dalam lagi )"
"Katsumi bikin penasaran. Ya udah, kita bongkar aja sendiri"
"Udah... udah... ayo makan, sebentar lagi jam istirahat makan siang sudah habis"
Mereka kemudian makan makanan itu sampai habis lalu kembali ke kelas. Pelajaran pun dimulai, mereka melanjutkan pelajaran sampai selesai.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah dirumah Cloud, Jin menunggunya berganti pakaian lalu menuju bukit belakang rumah Cloud.
"Apa kau sudah menguasai jurus Auman Macan Putih ?"
"Ya, sekarang sudah lebih kuat"
"Coba kau buktikan dengan memukul pohon yang ada di sana" menunjuk ke sebuah pohon besar.
"Baiklah, akan ku buktikan kepadamu. Lalu, aku bisa mempelajari jurus ke dua"
Cloud mendekati pohon itu, lalu memukulnya menggunakan jurus Auman Macan Putih dengan sekuat tenaga.
"BUAKKHH KRRAAAK KRRAAKK BUUUKHH"
Suara pohon itu tumbang, lalu Cloud mendekat ke arah Jin.
"Bagaimana ?. Sudah lebih kuat kan"
"Hm, ya sudah lebih baik. Baiklah kalau begitu aku akan mengajarimu jurus yang kedua"
"Ya"
"Kecepatan Macan Kumbang"
Setelah mengaktifkan jurus ini, Jin menjadi sangat cepat. Lebih cepat sedikit di bandingkan atlet lari. Jin berlari kebelakang Cloud dengan sangat cepat. Lalu mencoleknya dari belakang.
"Apa, cepat sekali. Jika di combine dengan Auman Macan Putih pasti akan sangat hebat"
"Sayangnya, itu tidak bisa. Jika kau belum mempelajari jurus ke empat, kau belum bisa mengaktifkan 2 jurus"
"Lagi-lagi. Apa daya tahan tubuh ku masih kurang ?"
"Ya. Jika kau memaksakan dan gagal, maka kau akan cacat seumur hidup"
*** MAKASIH BANGET UDAH NGEVOTE AUTHOR, YANG UDAH NGELIKE, KOMENT DAN BACA CERITA INI. MESKI KALIAN ADA YANG CUMA BACA, TAPI AUTHOR TETEP SENENG BANGET KALIAN MAU BACA CERITA INI. MAKASIH BANGET YA ***