
"Sialan, kenapa salah ?. Bukankah aku sudah mempraktekkannya dengan benar. Aww.... auu... Sakit sekali"
Jin mencoba lagi, kali ini dengan mengamati buku itu dengan benar.
"Auman Macan Putih"
"BUAAAKH" pohon itu berlubang dan hampir patah. Ryujin melihat pohon itu dengan terkejut.
"Yeah... Berhasil. Uhuuu..." Jin melompat kegirangan.
Setelah itu, Jin kembali ke rumah, makan lalu tidur. Tidak lupa ia menutup kembali ruang rahasia tersebut.
.
.
.
Keesokan harinya, Jin kembali bersekolah untuk mengembangkan ilmunya. Saat hampir sampai di sekolah, Jin kembali dicegat oleh Shoji.
"Wah... kukira kau sudah mati. Ternyata masih hidup. Baguslah, aku jadi bisa memukuli mu terus"
Saat Shoji hendak memukul Jin. Jin langsung memukulnya dengan jurus Auman Macan Putih.
"BUAAKHH" Shoji jatuh terpental karena pukulan Jin yang kuat.
"Mustahil... bagaimana bisa kau sekuat ini.... "
Shoji pergi meninggalkan Jin karena dia tahu dia tidak mungkin menang melawan Jin. Jin meneruskan perjalanan ke sekolah.
.
.
.
Setelah beberapa jam, Jin keluar dari sekolah dan pulang. Saat di jalan, ia menemukan Kirin yang hampir diculik.
"Toloong !!! Tolong !!! Siapapun tolong aku" sambil menangis.
Jin yang melihat Kirin hampir di culik langsung menuju ke arah penculik yang hanya satu orang itu, dan langsung memukulnya dengan tinju Auman Macan Putih dengan sekuat tenaga.
Penculik itu jatuh terpental dan tulang rusuknya retak. Lalu ia bangkit berdiri dan meninggalkan Jin dan Kirin.
"Huwaaaa... hiks... hiks... huwaa... " Kirin menangis karena takut.
"Hei... sudah, penculik itu sudah pergi. Berhentilah menangis"
"Jin... Huwaaaa..." Kirin semakin keras tangisnya.
"Sudah... sudah... " membelai rambut Kirin.
Jin membantu Kirin berdiri dan menggandeng tangannya. Lalu Jin membawa Kirin ke sebuah danau yang tidak di ketahui oleh siapapun kecuali Jin.
"Di mana ini ?, kenapa aku tidak pernah melihatnya ?"
"Terima kasih sudah menyelamatkanku"
"Ya, sama-sama. Aku sudah balas budi saat kau menyelamatkanku kemarin"
"Mm ya"
Mereka melanjutkan melihat pemandangan danau yang sangat indah itu. Mereka mengobrol banyak hal.
"Kau belum memberitahukan namamu"
"Oh iya... Namaku Kirin"
"Kirin... nama yang bagus" hanya bergumam.
"Ha... ?"
"Tidak apa-apa. Sudah, berhentilah menangis"
Kirin pun berhenti menangis. Jin bertanya kenapa Kirin ingin di culik. Kirin bilang, tubuhnya adalah Tubuh Teratai Salju. Tubuh teratai adalah tubuh suci yang langka, maka dari itu Kirin di incar.
"Bagaimana kau tahu, memangnya apa bedanya tubuh biasa dan tubuh Teratai Salju ?"
"Tubuh Teratai Salju akan cepat sembuh ketika sakit, terkena luka, dan memiliki kemampuan Salju Es"
"Woow... jarang orang yang mempunyai kemampuan Salju Es, ternyata seperti itu" Jin melirik ke arah leher Kirin.
Di leher belakang Kirin, Jin melihat seperti ada sesuatu di sana. Jin pun bertanya, itu sebenarnya apa.
"Oh ini. Ini adalah tanda lahirku, bentuknya mirip dengan bunga teratai yang mekar" memperlihatkan tanda lahirnya.
"Ohh... kukira apa"
Jin dan Kirin berbincang-bincang di tepi Danau sangat lama sampai sore. Mereka berdua pun pergi dari Danau itu dan pulang menuju rumah masing-masing.
Sesampainya Jin dirumah. Jin memencet tombol yang berada di tembok itu dan masuk ke dalam ruangan. Di ruangan itu, Jin kembali melihat-lihat setiap bagian dari ruangan itu.
Ternyata di bawah rak buku bela diri, terdapat emas dan berlian yang sangat banyak. Jin mengambil beberapa emas dan menyimpannya. Lalu Jin kembali melihat-lihat ruangan.
.
.
.
YO PEMBACA, MAKASIH BANGET YANG UDAH SETIA BACA CERITA INI. SEMENTARA INI, AUTHOR BAKAL CERITAIN MASA LALUNYA JIN. KALAU YANG MAU LANGSUNG KE CERITA ASLINYA, SKIP AJA. MUNGKIN, 1 EPS LAGI AUTHOR BAKAL BALIK KE CERITA ASLINYA.
.
.
.
DAN YANG EMANG NIAT BACA KESELURUHAN CERITA, AUTHOR SANGAT BERTERIMA KASIH. BIAR NGGAK KETINGGALAN CERITA, FOLLOW AUTHOR NANTI AUTHOR BAKAL KASIH TAU KALO UPDATE. TAPI, KALAU NGGAK MAU YA NGGAK PAPA. AUTHOR NGGAK MAKSA KOK.