
Keesokan harinya. Jin berangkat sekolah karena dia sudah lama tidak masuk. Jin menjemput Cloud dan Yara. Lalu mereka bertiga berangkat ke sekolah bersama.
Sesampainya di sekolah, mereka masuk ke kelas dan duduk di bangku masing-masing.
"Hah... akhirnya kau datang kembali Jin. Sudah 3 hari kau ijin karena sakit"
"Ya, aku juga rindu dengan sekolah. Ngomong-ngomong, apa ada sesuatu yang terjadi saat aku sakit ?"
"Tidak ada, kecuali..."
"Kecuali apa ?"
"Bunga sekolah kita, Li Wei. Setiap hari saat kau sakit, ke kelas kita dan menanyakanmu. Jin... jujur saja, kau ada hubungan apa dengan Li Wei ?"
"Seingatku, aku tidak pernah bertemu dengannya diluar sekolah. Aku juga tidak tahu..."
"Oh ya, sekarang kau adalah murid terpintar dan tertampan di sekolah kita"
"Hah... kau ini bicara apa. Aku... murid pintar dan tampan ?. Kau ini, ada-ada saja"
"Tidak percaya, coba lihat ke luar jendela kelas"
"Ha ?" Jin menengok ke arah jendela.
Sekumpulan gadis-gadis sedang memandangi Jin dari luar kelas. Saat Jin menengok, gadis-gadis itu berteriak kegirangan.
"Kyaaaa.... Jin menengok ke arahku"
"Tidak, dia menengok ke arahku"
Teriak para gadis, luar kelas menjadi ricuh. Saat bel sekolah berbunyi, para rombongan gadis itu pergi ke kelas masing-masing karena takut di marahi guru.
Saat buguru masuk, dibelakangnya ada 2 orang seumur Jin. Yang satu perempuan dan yang satu laki-laki.
"Anak-anak, kita kedatangan 2 murid baru lagi. Nama mereka adalah Katsumi dan Aihara. Semoga kalian bisa berteman dengan baik"
"Ya, buguru" Jawab murid serentak.
Katsumi dan Aihara duduk di tempat yang kosong. Katsumi duduk dekat jendela luar, sedangkan Aihara duduk di tengah kelas.
"Bulan ini banyak murid baru ya"
"Ya, nanti kita ajak kenalan yuk. Cewek itu lumayan cantik" ajak Cloud.
"Kau ini... terserah kau saja lah. Tapi sekarang kau harus fokus mendengarkan Bu guru"
"Iya... iya... murid jenius"
"Jangan panggil aku seperti itu"
Mereka memulai pelajaran, pelajaran pertama adalah bahasa Inggris. Lagi-lagi Jin mendapat nilai sempurna. Semua murid kelas bertanya-tanya, padahal mereka belum pernah sekali pun melihat Jin belajar. Tapi, kenapa nilainya bisa begitu bagus.
Bel Istirahat pun berbunyi.
"Hai... bolehkah kita berkenalan. Namaku Ryujin kau bisa memanggilku Jin" mengajak Katsumi berkenalan.
"Namaku Katsumi Shiro, kau bisa memanggilku Katsumi"
"Ini temanku Cloud"
"Hai... Katsumi"
Sementara Cloud, Jin, dan Katsumi mengobrol, Yara juga berkenalan dengan Aihara.
"Hai... Aihara. Namaku Yara, bisakah kita jadi teman"
"Hai Yara. Tentu, aku mau menjadi temanmu"
"Ayo kukenal kan dengan teman-temanku" menarik tangan Aihara.
Aihara dan Yara menuju ke tempat Cloud, Jin, dan Katsumi. Mereka berlima kemudian saling berkenalan dan mengobrol.
"Kalian belum tahu semua sekolah ini kan ?. Bagaimana kalau kami bertiga mengajakmu berkeliling ?"
"Tentu saja. Aku dan Aihara belum tahu sekolah ini, jadi tolong ya"
"Kalau begitu, sekarang saja bagaimana ?. Kan masih waktu istirahat"
"Baiklah kalau begitu"
Mereka mulai berkeliling sekolah. Jin, Cloud, dan Yara menunjukan tempat tempat yang ada di sekolah itu.
Setelah beberapa lama, bel masuk berbunyi. Mereka menghentikan tur keliling sekolah dan segera masuk ke kelas.
.
.
.
Jam menunjukkan pukul 1. Kelas Jin bubar, semua orang akan pulang ke rumah masing-masing. Saat Jin keluar, Li Wei ada di taman dan sedang diganggu oleh anak berandalan.
"Maaf ya, aku ada urusan. Kalian duluan saja" Jin langsung pergi.
"Eh... mendadak sekali"
Jin segera menuju ke taman. Sesampainya di sana, ia melihat Li Wei yang hampir Kotori. Anak-anak itu membuka paksa baju Li Wei. Karena seluruh kelas sudah bubar, jadi tidak orang lain di sekolah.
"Hehehe... menurutlah padaku, aku akan lembut kok"
"Tidak... Tolong... tolong..."
"Diam kau" membuka paksa baju Li Wei.
Jin langsung datang dan menendang anak itu. Anak itu jatuh terpental cukup jauh.
"Bos... bos... anda tidak apa-apa ?"
"Tidak apa-apa matamu, cepat hajar dia"
.
.
.
.
****S**ETIA TERUS YA BACA CERITA INI****