Dark Legions

Dark Legions
Mengunjungi Golden Greed



MAAF BARU UPDATE, AUTHOR LAGI SIBUK. MAAP BANGET YA KAKAK KAKAK 😁😁.


.


.


.


.


.


"Jadi, kapan aku mempelajari jurus ke empat ?"


"Kalau kau sudah bisa jurus pertama sampai ke 3"


"Apa !!. Jadi, harus berurutan"


"Tentu saja. Kalau begitu, ayo mulai latihan. Aku akan menemanimu latihan sampai kau menguasai jurus ini"


"Benarkah. Wahh... bagus, aku pasti akan menguasai jurus ini dengan cepat"


"Kalau Auman Macan Putih, kau harus memusatkan energimu ke tangan. Kalau Kecepatan Macan Kumbang, kau harus memusatkan energimu ke kaki"


"Baiklah, akan ku coba. Kecepatan Macan Kumbang"


Cloud memusatkan energinya ke kaki dan berlari. Kecepatan Cloud bertambah setengah, ia menjadi cepat dan mencoba berlari memutari bukit itu.


"Cloud sialan. Kenapa bisa cepat sekali melatih semua jurus yang kuberikan ?"


Jin menunggu Cloud selama beberapa menit. Karena kecepatan Cloud bertambah, ia hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk memutari bukit.


"Wow... kecepatan ini luar biasa. Hanya butuh waktu 10 menit untuk memutari bukit ini"


"Kau ini, ini masih belum cukup cepat. Lihat ini"


Sekarang gantian Jin yang memutari gunung. Jin hanya butuh waktu 1 menit memutari bukit itu menggunakan 20 % kekuatannya.


"Cepat sekali, hanya butuh waktu 1 menit. Aku pasti akan melatih jurus ini sampai sama sepertimu"


"Kau itu cepat belajar. Jadi, kau pasti akan cepat melatih jurus ini"


"Aku akan setiap hari melatih jurus ini. Namun, kenapa harus ujiannya seminggu lagi ?. Mendadak sekali, bukan kah masih 1 bulan lagi ?"


"Mungkin dipercepat karena ada urusan"


"Tetap saja mendadak. Belum sempat belajar, tapi udah di suruh ulangan"


"Ya, kau jangan terlalu fokus untuk latihan. Kau juga harus belajar untuk ujian Minggu depan"


"Iya.. iya... murid jenius. Aku akan belajar juga"


"Jangan sebut aku seperti itu. Kalau begitu kau latihlah jurus ini, tapi kau belajar juga. Jangan terlalu fokus untuk mempelajari jurus"


"Iya, aku tahu. Aku akan melatih jurus ini dulu, lalu belajar"


"Terserah kau. Kalau begitu, aku pergi dulu"


"Eh ?. Kenapa cepat sekali ?"


"Aku ada urusan. Jadi, duluan ya"


"Ya. Hati-hati"


Jin pulang kerumah dan Cloud masih melatih jurus itu.


Sesampainya di rumah, jin menuju kamar dan berganti baju.


.


.


.


.


.


"Tok.. Tok.. Tok.."


.


.


"Masuk" ucap Zero.


Jin masuk ke dalam ruangan Zero. Zero terkejut melihat Jin datang ke perusahaan dan dia belum melakukan persiapan kedatangan Jin.


"Jin. Kenapa tidak memberitahuku bahwa kau mau ke perusahaan ?. Aku belum melakukan persiapan kedatanganmu"


"Tidak apa-apa. Aku ke sini mau melihat perusahaan kita. Sekarang sudah menjadi perusahaan terbesar di kota ini"


"Ya, karena kau yang merekrut karyawan dan membeli saham. Perusahaan kita jadi memiliki keuntungan tambahan. Terutama, Sakai. Dia pintar, ramah, baik, karyawan teladan bagi semua"


"Baguslah kalau begitu. Bagaimana kerja sama dengan perusahaan lain ?"


"Semua lancar. Banyak perusahaan yang ingin bergabung dan menjadi pemasok perusahaanmu"


"Perusahaan kita, bukan milikmu atau milikku. Tapi milik kita"


"Tapi, ini kan memang perusahaanmu"


"Kita. oke lanjut. Bagaimana dengan data-data perusahaan mereka"


"Aku sudah memeriksanya. Sebagian besar perusahaan yang mau bergabung hanya ingin menjatuhkan dan menggerogoti perusahaan kita"


"Kalau, yang sebagian kecil ?"


"Mereka tulus ingin bergabung dengan Golden Greed"


"Apa saja nama perusahaan yang mau bekerja sama ?"


"Ada satu perusahaan asing dan dua dalam negeri. Nama perusahaan asing itu adalah Charity Fort ( CF ) dan duanya lagi adalah Bless God dan Sadcomp. Kedua perusahaan ini memang berniat bergabung untuk kerja sama. Apa kita akan menerima permintaan kerja sama mereka ?"


"Terima saja. Kita juga harus bekerja sama dengan beberapa perusahaan. Lalu, apa ada sesuatu yang terjadi di perusahaan ?"


"Kemarin, ada yang ingin meretas sistem dan membongkar informasi perusahaan kita. Tapi, sudah kubereskan. Dia tidak akan berani mengganggu lagi"


"Terima kasih Zero. Kalau bukan karenamu, perusahaan ini juga tidak akan jalan"


"Ya, Sama-sama. Oh ya, Jin. Tuan muda Jirro katanya ingin bertemu denganmu"


"Jirro, kapan ?"


"Kalau kau ada waktu. Kuberi saja nomornya"


"Ya"


Zero memberikan nomor telepon Jirro kepada Jin. Jin mencoba nomor telepon itu dengan mengirim pesan.


Chat on.


“Hai Jirro. Ini nomorku Jin. Kata Zero kau ingin bertemu denganku. Apa itu benar”


"Ya, aku memang ingin bertemu denganmu. Kapan kau bisa ?"


“Sekarang hari Senin, besok Kamis aku bisa”


"Baiklah. kalau begitu, maaf ya kumatikan. Aku masih ada urusan"


“Ya”


**Chat off.


“ “ “ MAAF AUTHOR TELAT UPDATE. MAKASIH UDAH BACA DAN TUNGGU AJA UPDATE AN SELANJUTNYA** ” ” ”