Dark Legions

Dark Legions
Perjanjian Damai



Semua senior yang ada di situ langsung saling membantu. Sebelum itu, salah satu senior meminta salah satu mereka untuk memanggil kan "Bos" mereka.


"Hei kau, berani-beraninya macam macam dengan kami"


"Bukannya kalian yang menggangguku duluan. Sekarang, rasakan akibatnya"


Jin tidak ada pilihan lain selain bertarung dengan mereka.


Para senior mulai mengepung Jin dan memukulnya, namun semua pukulan tidak ada yang mengenai Jin.


Jin hanya menghindar dan memukul pelan para senior agar mereka tidak terluka parah.


Beberapa saat kemudian, bos ( ketua ) mereka datang bersama salah satu anak buahnya.


"Prok Prok Prok.."


"Wahh... bagus sekali, kau mampu bertahan dari mereka semua sangat lama. Kalian, kemari"


Senior yang mengepung Jin mendengar perkataannya dan mendekat ke arahnya.


"Bos, anda sudah datang. Dia adalah orang yang mendapatkan julukan "Jin si Jenius tampan""


"Sebenarnya, apa mau kalian ?"


"Lancang sekali kau. Kepada senior itu harus-"


"Tenang lah Kaze, dia ini kan anak baru. Kau harus mengajari dia dengan lembut"


"Tapi dia itu sungguh sombong"


"Hei Jin. Kau lebih baik mulai menghapus julukan mu. Kalau tidak, kami juga tidak akan bisa tinggal diam"


"Yang memberikan julukan itu padaku kan semua siswa. Aku tidak pernah memintanya. Jika kau mau, ambil saja"


"Nyalimu sungguh besar ya Jin. Bos kami sudah di sini dan kau masih bertindak layaknya seorang penguasa sekolah"


"Bos, apa yang harus kita lakukan pada anak itu ??"


"Mari kita "Ajari" anak ini apa itu sopan"


"Siap bos"


Setelah mendapatkan perintah dari bos mereka, mereka seperti orang yang berbeda.


Kekuatan, kecepatan, dan ketangkasan mereka lebih baik. Jin sedikit kesusahan untuk menghindari serangan mereka.


Beberapa pukulan yang mereka berikan mengenai Jin.


"Aku harus menahan kekuatan ku. Kalau tidak, itu bisa gawat"


Ternyata Jin sengaja mengalah pada mereka dan hanya menghindar.


"Bukankah kau tadi sangat angkuh ?. Mana kesombongan mu yang tadi hah ?"


"Dasar lemah"


Mendengar kata itu, Jin tidak peduli lagi dengan larangan nya. Dia mulai memukul para senior dan menunjukkan kekuatannya.


Bos mereka terkejut melihat Jin yang tiba-tiba menjadi sangat kuat.


"Apa yang terjadi dengan orang itu ?. Dia tiba-tiba bertambahnya kuat dan mampu mengalahkan anak buah ku"


Jin mulai kehilangan kontrol dan memukuli semua Senior.


Namun, dia hanya menggunakan tenaga manusia dan tidak menggunakan tenaga dewa agar tidak terlalu melukai mereka.


"Kekuatannya setara dengan Cloud. Aku tidak heran jika dia mampu bertahan dari semua pukulan ku. Dia juga selalu melindungi temannya yang lain. Haih... aku jadi tidak tega"


Kaze sudah bersiap untuk menangkis dan melawan serangan yang akan di berikan Jin.


Namun, Jin tiba-tiba mengatakan sesuatu yang membuat Kaze dan bos nya terkejut.


"Haah... Aku menyerah saja lah kak. Maaf aku sudah lancang, aku akan pergi dulu"


"Hei kau. Kau tadi sudah sombong seperti itu dan sekarang menyerah. Apa kau menganggap aku lemah ?!"


"Kalau ingin bertarung, langsung saja. Bos mu, bertarung dengan ku"


"Kau saja belum mengalahkan ku, tapi langsung ingin menghadapi bos. Apa kau ingin-"


"Baiklah jika itu mau mu. Ryujin"


"Tapi bos-"


"Sudah, tidak apa-apa Kaze. Kita lihat, apa dia masih bisa sombong setelah melawan ku"


"Baiklah bos"


Bos Kaze maju untuk melawan Jin. Jin tidak jadi pergi dari tempat itu karena Bos Kaze menyetujui untuk melawannya.


"Sebelum itu, aku akan memberitahumu namaku. Namaku adalah Hariken"


Setelah memberitahukan namanya, Ken langsung menyerang Jin dengan cepat.


"Pats Buakh Tap Pats"


Jin hampir tidak sempat mengelak dari pukulan Ken. Dia tadi lengah karena mengira bahwa Ken tidak terlalu kuat.


"Hariken ( Angin Topan ) cocok sekali. Dia bisa cepat dan pukulannya juga kuat"


Jin membalas serangan Ken. Namun, hanya beberapa serangan yang mampu mengenai Ken.


Ken juga memukul Jin, dia bisa tepat memukul Jin beberapa kali.


Kaze hanya bisa melihat Ken dan Jin bertarung.


Beberapa saat kemudian, Ken mulai kewalahan menghadapi Jin. Kaze yang melihat hal itu langsung ingin membantunya dan memukul Jin.


Saat akan mendekat dan memukul Jin. Cloud tepat waktu menghentikan nya sehingga pukulannya tidak mengenai Jin.


"BUAKH"


"Akh... Uhuk huk... siapa ?"


"Maaf senior, ini pertarungan satu lawan satu. Kalau mau menyerang Jin, lawan aku dulu"


"Bagus Cloud, kau tepat waktu. Bantu aku mengulur waktu"


"Baik bos"


Cloud menarik Kaze ke tempat lain. Sedangkan Jin, dia melihat Ken sudah kewalahan lalu berhenti menyerangnya.


"Ken, sebaiknya kau menyerah saja. Aku tidak mau menyakiti orang"


"Cuih... aku tidak mau menyerah. Lebih baik kau mengalahkan ku saja"


"Aku bukan menyuruhmu menyerah. Kita berdamai saja, aku tidak akan menggangu mu dan teman-teman mu. Dan kau, jangan menggangguku dan teman-teman ku"


"Hah, kau ingin berdamai dengan ku ??"