
Beberapa saat kemudian, pelayan membawakan makanan. Jin makan dengan lahap karena dia sudah kelaparan.
.
.
.
Setelah selesai, Jin kembali ke kamar untuk tidur.
Keesokan paginya, Jin bangun dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Jin mandi, mengganti pakaian, lalu ke ruang makan untuk sarapan.
Setelah selesai makan, Jin berangkat ke sekolah dengan di antar sopirnya.
Di gerbang, Jin bertemu dengan Cloud. Mereka kemudian masuk ke kelas bersama.
"Tinggal satu hari lagi, bagiamana ini ?"
"Kenapa kau begitu cemas ??. Bukankah kau sudah belajar ??"
"Aku tahu. Tapi, tetap saja aku takut nilai ujian ku jelek"
Saat mereka sedang mengobrol, Yara dan yang lain datang. Mereka menaruh tas mereka di bangku, lalu berjalan ke meja Cloud dan Jin.
"Apa yang sedang kalian bicarakan ??"
"Kami cuma sedang membicarakan Ujian besok. Tinggal 2 hari lagi, dan Cloud sangat cemas"
"Tenang saja, kita pasti bisa menjawab semua soal"
"Kau kan pintar, tentu saja bisa menjawab semua. Kalian bertiga ini, selalu belajar tiap hari ya ?"
"Tentu saja. Kalau kau ingin menjadi orang yg pintar, tentu kau harus giat belajar"
"Aku sudah belajar, tapi tetap saja nilai ku biasa-biasa saja"
Saat mereka sedang asyik mengobrol, ada beberapa Senior datang ke kelas Jin.
"Siapa yang di sini bernama Ryujin ??"
"Aku, ada apa ??"
"Kau ikut kami sebentar"
Para Senior yang memanggil Jin pergi duluan ke luar kelas. Jin yang di suruh mengikuti Senior pun menyusul mereka. Namun, di tahan oleh Cloud.
"Ada apa Cloud ??"
"Mereka itu, para senior yang biasa mengganggu para junior. Sebaiknya, kau tidak usah pergi. Nanti kau di bully oleh mereka"
"Maksudku, nanti para senior yang mengganggumu akan babak belur karena kalah di pukuli olehmu"
"Kau tidak perlu khawatir. Aku pasti akan baik-baik saja. Aku juga "tidak akan" kenapa kenapa"
"Haah... baiklah. Hati-hati"
"Hm"
"Kenapa para Senior mencari Jin ??"
"Aku tidak tahu. Tapi, jika mereka mengganggu Jin. Mereka yang akan terluka"
"Hah ??"
"Aku sangat yakin. Seharusnya, Jin bisa melawan mereka semua"
.
.
Jin mengikuti para Senior ke belakang sekolah. Di belakang sekolah, Jin bertanya kepada para Senior.
"Maaf, Senior. Kenapa membawaku ke sini ??"
"Cih, anak jenius dan tampan hah ??. Lebih mirip seorang pecundang, dan mukanya biasa-biasa saja"
"Hei, kita apakan anak ini ?"
"Ternyata benar yang di katakan Cloud, mereka semua ini memang suka membully junior"
"Maaf kak. Kalau tidak ada urusan, aku pergi dulu. Kelas sudah hampir di mulai"
Jin berbalik dan hendak pergi meninggalkan para Senior. Namun, salah satu dari mereka mencengkeram pundak Jin.
"Hei kau, tidak sopan sekali dengan Senior. Minta di hajar hah !?"
"Lebih baik kakak lepaskan tangan kakak. Aku mau pergi ke kelas"
"Sombong sekali ini anak. Jangan memancing amarah kami. Kalau tidak, rasakan sendiri akibatnya"
"Aku menghormati kalian sebagai Senior. Tapi kalau kalian tidak bisa menghormati orang lain. Aku juga harus bertindak"
"Aakhh... banyak omong kau. Rasakan ini"
Salah satu Senior hendak memukul Jin. Namun, Jin menangkap tangannya.
"Lepaskan tanganku bocah sombong"
Senior itu meronta agar tangannya bisa lepas. Namun, cengkraman Jin sangat kuat. Senior itu tidak mampu melepaskan tangannya.
"Hei, apa yang kau lakukan ??. Melepaskan diri dari anak seperti nya saja tidak bisa"
"Lihat sendiri. Cepat bantu aku"
"Dasar"
Saat senior yang satu ingin mendekati nya, Jin membuat Senior itu tidak bisa bergerak.
"Hei kau, kenapa diam saja ??. Cepat kemari dan bantu aku"
"Apa kau tidak bisa lihat, aku tidak bisa bergerak"