Dark Legions

Dark Legions
Kematian Kirin



Setelah Jin tahu apa saja yang ada di dalam ruangan itu, Jin pun keluar dan menutup kembali ruang rahasia. Jin tidur karena dia sudah lelah sekali.


.


.


.


Semenjak Jin menolong Kirin dari penculikan, Kirin dan Jin menjadi lebih dekat. Mereka selalu berdua, bermain bersama, dan berlatih bersama. Mereka pun menjadi teman dekat. Hari ke hari, Jin semakin kuat. Kirin juga sudah mulai bagaimana cara mengendalikan kekuatan Salju Es.


.


.


.


Tahun ke tahun, Jin menjadi pemuda yang kuat, pintar, mengerti tentang medis, dan kaya. Kirin juga menjadi gadis yang sangat cantik, pintar, dan cerdik.


.


.


Jin menjadi salah satu orang terkaya di lima negara besar. Dulu, Jin selalu di remehkan, dibenci. Tapi sekarang, Jin justru diagung agungkan oleh banyak orang. Itu adalah hasil dari apa yang sudah dilakukan Jin sejak kecil.


.


.


.


Sekarang, umur Jin sudah 15 tahun. Meski masih 15 tahun, Jin sudah mencapai tingkat Kaisar tahap menengah. Seluruh ilmu yang ada di ruangan rahasia sudah dibaca dan pelajari semua. Sedangkan Kirin masih di tahap Pengembangan Jiwa tahap awal. Jadi, masih lumayan jauh untuk menyusul Jin.


.


.


.


Kirin dan Jin sekarang sudah mulai menjalin cinta. Seiring perkembangannya kekuatan Kirin, kekuatan Salju Es juga sudah mulai dikuasai. Kirin juga sudah mulai di incar oleh para pembunuh untuk mengambil kekuatannya. Maka dari itu, jika Kirin ingin pergi ke suatu tempat. Jin pasti akan mengikutinya dan memastikan bahwa dia aman.


.


.


.


2 Tahun kemudian, Jin sudah mencapai tingkat Kaisar Dewa tahap akhir. Kirin mencapai tingkat Dewa Bumi tahap menengah. Bisa dibilang, Jin dan Kirin adalah pasangan yang serasi. Jin tampan, kuat, jenius, hebat. Sama halnya dengan Kirin, dia pintar, wanita yang kuat, dan sangat cantik.


.


.


.


Namun sayang, Jin terlambat. Kirin sudah hampir diambil kekuatanya dan dia sudah sekarat.


Jin yang melihat hal itu, merasa sangat marah. Detak jantungnya berdetak dengan cepat. Karena kemarahan Jin, segel kutukannya aktif.


.


.


.


Jin membantai seluruh Sekte Pintu Neraka menggunakan wujud Demon. Tak seorangpun selamat dari amukan Jin. Meski di Sekte itu, terdapat banyak orang yang sudah mencapai tingkat Dewa Langit. Setelah semua orang dibantai, Jin kembali ke wujud aslinya dan mendekati tubuh Kirin.


"Kirin, bangunlah.... aku mohon... Jika aku tidak terlambat, kau pasti tidak akan begini..."


Kirin perlahan membuka mata dan memegang pipi Jin dengan lembut. Tenaga yang tersisa digunakan untuk berbicara dengan Jin.


"Kirin... kau bangun. Syukurlah... " Jin memeluk Kirin.


"Aku hanya hidup untuk mengucapkan perpisahan" ucap Kirin lirih.


"Hah ?... kau mau pergi meninggalkanku..."


"Ini memang sudah waktunya Jin, kita pasti akan bertemu lagi. Saat waktunya tiba, kita pasti bertemu. Dan sekarang, ini sudah waktunya aku pergi"


"Tidak... aku tidak akan membiarkanmu pergi..." mempererat pelukannya.


"Sampai jumpa Jin. Semoga kita bisa bertemu lagi... Aku bersyukur bisa bertemu dengan mu... Jaga diri baik-baik" mulai menghilang.


"TIDAK !!!, KIRIN !!!?".


Kirin pun menghilang dan Jin...


"KIRRIIIIN.... AAAAAAAAAHHHHHH.... Aku pasti akan membunuh semua orang yang telah ikut dalam rencana ini" bangkit berdiri.


Jin mulai mencari semua orang Sekte Pintu Neraka dan membunuhnya.


Akhirnya, Sekte Pintu Neraka sudah tidak ada yang tersisa karena seluruh orang sudah dibunuhnya.


Jin malanjutkan pelatihannya dan selalu mendoakan Kirin.


***BAGI PARA PEMBACA, MAKASIH BANGET UDAH BACA. TERIMA KASIH DAN SAMPAI JUMPA DI EPS SELANJUTNYA***