
"Bolehkah aku panggil kau Zero saja ?" "Tentu saja boleh penyelamat" "Kau juga lebih baik memanggilku Jin saja" "Tapi bukankah itu tidak sopan" "Tidak apa-apa. Tapi, aku ingin tau sebenarnya kau itu siapa ?" "Instingmu memang hebat Jin. Aku adalah Hacker terbaik di dunia, kemarin saat kau menemukanku, aku sedang terluka akibat musuhku. Dia iri melihatku, dan ingin membunuhku saat aku sedang ingin mengunjungi klien ku" "Ohh, Jadi seperti itu" "Aku akan melakukan apapun perintah mu Jin. Karena kau sudah menyelamatkanku" "Kau terlalu berlebihan, tapi aku memang ingin meminta bantuan mu" "apapun itu akan ku lakukan" "Aku meminta bantuanmu untuk mengembangkan perusahaan ku" "Itu mudah, memangnya kau ingin pergi ke mana ?" "Aku ingin bersekolah, karena diumur ku ini aku masih harus melanjutkan pendidikan" "Memang sih, kalau dilihat-lihat kau memang masih muda" "Ya sudah, mulai besok kau urus perusahaan ku dengan kepala rumah Zhong, tapi setiap penjualan saham kau harus memberi tahuku. Biar aku yang membelinya" "Ya Jin" "Ya sudah, kau istirahat dulu karena besok kau akan menjadi Presdir perusahaan ku" "Baiklah". Ryujin meninggalkan Zero untuk beristirahat dan memanggil kepala rumah Zhong. "Ada apa tuan muda" "Urus administrasi untuk masuk sekolah, aku ingin besok aku sudah boleh masuk" "Baik tuan muda, memang kalau dipikir-pikir anda masih muda dan harus meneruskan sekolah" "Ya, kalau begitu cepat urus administrasinya. Oh ya, mulai besok yang akan menjadi Presdir perusahaan adalah Zero" "Zero ?, maksud anda tuan itu" "Ya, aku lihat dia orang baik. Aku akan bersekolah dan tidak sempat mengurusi urusan kantor bukan ?, jadi aku menyuruh Zero saja yang mengurus perusahaan" "Baiklah tuan muda, saya akan urus administrasinya dulu" "Ya silahkan". Kepala rumah Zhong pergi untuk mengurus administrasi sekolah dan Ryujin kembali ke kamarnya.
Keesokan harinya, "Kepala rumah Zhong, apa saya sudah boleh masuk sekolah ?" "Sudah tuan muda, anda mulai hari ini sudah boleh masuk sekolah" "Baiklah kalau begitu, aku akan bersiap-siap" "Saya tunggu di mobil tuan muda". Ryujin naik ke atas untuk bersiap-siap sedangkan kepala rumah Zhong pergi keluar dan masuk ke mobil. Setelah beberapa saat, Ryujin selesai bersiap-siap dan menuju mobil. "Ayo berangkat" "Baik tuan muda". Mereka pun berangkat ke sekolah. Sesampainya di sekolah, kepala rumah Zhong menunjukan dimana ruang kepala sekolah. Di ruang kepala sekolah "Kepala sekolah, ini Tuan muda Ryujin yang akan bersekolah di sini" "Selamat datang di sekolah kami semoga kamu betah ya sekolah disini. Oh ya, ini seragamnya kamu harus pakai ini ketika pergi ke sekolah" "Terima kasih pak kepala sekolah, saya izin ingin memakai seragam dulu" "Ya silahkan.. silahkan.." Ryujin pergi untuk memakai seragam di ruang ganti, setelah selesai Ryujin diantar oleh kepala sekolah ke kelasnya. "Anak anak, kita kedatangan murid baru, coba perkenalkan dirimu" "Nama saya Ryujin kalian bisa memanggilku Jin" "Ryujin kau duduk di bangku kosong sana ya" Ryujin mengangguk dan pergi ke bangku kosong. Saat menuju bangku kosong, ada dua orang anak yang sengaja ingin mempermalukan Ryuji dengan menyledingnya. Ryujin membalas dengan menginjak kaki kedua orang itu. "AWW... AWW" kedua murid itu berteriak kesakitan. "Ada apa ?" tanya Bu guru "Tidak apa-apa kok bu" "Awas saja nanti, kita pukuli dia pulang sekolah" "Ya"