Dark Legions

Dark Legions
Boss Battle



Mereka tidak melakukan apapun. Tiba-tiba dari belakang Jin, muncul 2 lemparan pisau. Jin masih sempat menghindarinya, dan hanya tergores sedikit di pipi.


"Wahh... instingmu sangat bagus. Bahkan bisa menghindari serangan yang tiba-tiba muncul"


"Bagaimana bisa ?. Trik apa yang kau gunakan ?"


"Hah ?. Mana mungkin kau tidak tahu, kau sudah mengalahkan 4 dari kami. Dan sekarang tinggal 2, jadi kekuatan yang tersisa adalah menghilang dan mengendalikan pikiran"


"Jadi, pantas saja aku tidak mengetahui mereka. Ternyata, 2 orang lainnya menghilang dan menyembunyikan aura mereka"


"Sudahlah. Kalian berdua habisi dia saja"


"Siap ketua"


Dua orang yang menghilang mulai menyerang Jin. Jin juga kadang tidak sempat menghindari serangan mereka. Namun, Jin akhirnya menang.


"Hah... hah... anak buahmu cukup kuat juga ya"


"Woow, ini mengejutkan. Kau bisa mengalahkan mereka berdua meski tidak terlihat. Kali ini kau pasti tidak akan selamat"


Mereka bertiga yang masih terlihat tiba-tiba menjadi tidak terlihat. Semuanya senyap, Jin juga menjadi bingung dimana 3 orang itu bersembunyi.


Jin melihat ke kiri dan ke kanan, waspada dari segala arah. Tiba-tiba, ada yang memukul Jin dari belakang.


"BUAKH"


Jin ambruk lalu bangun lagi. Kali ini, dia lebih konsentrasi dan menggunakan jurus terkuat dari 5 Langkah Macan.


"Pemikiran Harimau Suci"


Pemikiran harimau suci dapat mendeteksi semua musuh, menambah kecepatan gerak, dan mampu melihat sesuatu yang menyerang.


Dengan ini, Jin bisa memukul dan menghindari semua serangan. Kini, semua orang sudah ambruk dihajar Jin.


Segera Jin menusukkan pedangnya ke perut pemimpin menghilang lalu mencabutnya.


"CLLEECK"


Suara pedang itu dicabut. Lalu Jin kembali memfoto ruangan itu. Setelah itu, Jin menuju ke dalam ruangan terakhir.


.


.


.


.


Saat memasuki ruangan, tangan dan kakinya seperti bergerak sendiri dan tidak mau mengikuti Jin. Jin bingung lalu tersadar, mereka bisa mengendalikan pikiran. Mungkin karena Jin terlalu kuat, mereka hanya bisa mengendalikan salah satu bagian tubuh Jin.


"Bagus, kalian bisa mengendalikan salah satu bagian tubuhnya. Tinggal aku yang akan menghabisinya"


"Sialan. Tak ku sangka, ternyata di dunia ini ada yang bisa menggunakan ini. Tapi sebaiknya kalian membebaskan ku, atau kalian pasti menyesal"


"BUAAKHH"


Pemimpin itu memukul muka Jin dan tidak mempercayai kata-kata Jin.


"Jangan harap kau bisa keluar dari sini hidup-hidup. Aku akan membunuhmu dan mendapatkan kepercayaan tuan Black Panther untuk mengurus ritual itu"


Orang itu mulai memukuli Jin. Jin yang setiap bagian tubuhnya dikendalikan tidak bisa apa-apa. Jin sudah babak belur dan berdarah-darah.


"Hahahaha. Akan ku balaskan dendam dari para junior yang kau bunuh. Kalau kau sudah sampai di neraka dan bertemu juniorku, tolong sampaikan salam ku pada mereka"


"Heh... kenapa kau tidak sampaikan salam mu sendiri"


Darah dari Jin menyatu dan membesar. Darah itu semakin membesar dan membesar. Lalu berubah seperti iblis bertanduk yang yang sangat menakutkan.


.


.


.


.


Semua orang diruangan itu ketakutan. Iblis itu memberikan aura ketakutan yang sangat kuat. Mereka mulai kehilangan kontrol kepada Jin dan pemimpinnya sudah pingsan karena diserang oleh rasa ketakutan.


"Hai, lama aku tidak bertemu denganmu Iblis Darah Merah"


"Sudah lama aku tidak keluar dari tubuhmu. Siapa orang yang mampu membuatmu menjadi berdarah-darah seperti ini. Aku akan bekerja sama dengannya agar aku bisa bebas"


"Kalau kau ingin bekerja sama dengannya, kenapa kau mengeluarkan aura ketakutan mu yang paling kuat kepadanya. Sekarang, dia pingsan"


"Tunggu sebentar. Aku akan melakukan sesuatu dulu"


"Ha ?"


Jin memfoto keenam orang itu dan berbicara dengan Iblis Darah.


"Kalau kau mau makan, cepat. Aku sudah kesakitan nih"


"Iya"


Iblis Darah memakan 6 orang itu. Jin mulai meregenerasi semua tubuhnya. Tulang yang patah kembali menyatu, kulit yang sudah babak belur kembali menjadi seperti biasa, dan karena Jin sudah sembuh, Iblis Darah masuk kembali ke dalam tubuh Jin.


"Fiuuh... tinggal membunuh Pemimpin dari mereka semua. Didalam pintu ini aku akan berhadapan dengan bos yang sebenarnya"


"KREEEAAK"


Jin membuka pintu itu dengan hati-hati. Di dalam pintu itu, terdapat Black Panther yang sedang duduk santai.


"Tidak mengejutkan, kau bisa melawan semua anak buahku. Aku sudah menunggumu Dark Legions. Oh, atau ku panggil saja Nak Ryujin"


"Hah. Bagaimana kau tahu ?"


"Karena kemampuanku adalah, meramal masa depan dan melihat masa lalu"


"Ohh, tidak heran kalau semua orang sudah bersiap menyerang saat aku masuk ke dalam"


"Aku tahu hari ini kau mau membunuh semua anggota ku. Namun, karena aku sudah melihat masa depan, yang akan terbunuh adalah kau"


"Mimpi saja"


Jin mulai menyerang Black Panther. Namun anehnya, semua serangan Jin bisa dihindari dan di tangkis. Dia juga bisa menyerang Jin, bahkan saat Jin menghindar.


.


.


.


Setelah beberapa lama, mereka berdua kelelahan. Jin sudah terkena banyak sekali pukulan dan Black Panther sudah beberapa kali terkena pukulan fatal dari Jin.


"Tidak ku sangka. Bahkan saat aku bisa melihat masa depan, aku tetap tidak bisa menghindari semua pukulan mu"


"Kau juga cukup hebat, bisa memukulku beberapa kali. Tapi, kau tetap tidak bisa membunuhku. Karena aku, akan tetap selalu beregenerasi terus"


"Waw.... ini adalah kemampuan yang selama ini aku cari. Dengan membunuhmu, aku akan mendapatkan kekuatan itu"


Mereka berdua bertarung lagi, pertarungan sengit antara Jin dan Black Panther berlangsung selama setengah jam.


Pada akhirnya, Black Panther kewalahan karena Jin. Lalu ia memanggil hewan rohnya.


"Naga mata emas"


Hewan rohnya keluar. Seekor naga besar yang bermata emas bersiap menyerang Jin.


"Kau juga punya binatang roh. Kurasa kau bukan orang biasa. Jangan meremehkan ku, aku juga punya. Cerberus keluarlah"


Cerberus keluar dari ruang spiritual Jin dan sudah dalam posisi akan menyerang.


"Karena kau akan ke neraka, aku akan membiarkanmu melihat penjaganya dulu. Cerberus, serang mereka"


Naga mata emas dan Cerberus bertarung dengan cepat. Cerberus menang dengan hanya beberapa cakaran pada tubuh naga.


Cakar Cerberus dilapisi oleh api hitam Neraka. Oleh karena itu, naga emas langsung kalah.


"Huh, memang sudah takdirnya aku mati ditangan mu"


"Itu memang benar" mengarahkan pedangnya ke Black Panther.


Jin menebas perut Black Panther, namun tidak sampai terbelah. Saat Black Panther hampir mati, dia mengatakan sesuatu yang mengejutkan Jin.


"Lima... tahun... La.. gi... kau akan ber... temu... dengan... nya... Uhuk... Uhuk... kekasihmu... di kehidupan... ini"


"Kekasihku, seumur hidup aku belum pernah punya kekasih. Tunggu, Kirin"


Jin memfoto ruangan itu dan menyuruh Cerberus kembali ke ruang Spiritualnya. Setelah itu, Jin kembali ke rumah.


Sesampainya di kamar, ia mengirim semua foto itu ke Huang Long.


Setelah mengirim pesan, ia mandi lalu tidur.


★★★MAKASIH ATAS SUPORT KALIAN UDAH DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA VOTE, FAVORIT, LIKE DAN KOMENTNYA. TETAP STAY TUNE DI KOMIK INI YA★★★