
"Ya, kau tidak boleh lagi mengganggu seseorang di sekolah ini"
"Kalau aku tidak mau bagaimana ?"
Ken langsung berdiri dan memukul Jin. Jin hampir tidak sempat menghindari pukulan nya yang tiba-tiba.
"Aku tidak akan berdamai jika kau belum mengalahkan ku"
"Oh, baiklah. Kalau itu mau mu, akan ku kalahkan kau"
Ken dan Jin kembali bertarung dengan sengit. Begitu pula dengan Cloud dan Kaze.
"Senior lebih baik menyerah saja. Aku tidak mau melukai senior"
"Hei, kau jangan sombong dulu. Kita belum bertarung, masih belum tentu siapa yang menang dan siapa yang kalah"
Cloud dan Kaze memiliki kekuatan yang hampir sama. Namun, karena Cloud sudah berlatih dan mengembangkan dirinya. Dia tetap lebih unggul dari Kaze.
"BUAAKHH... BRAKKH... SRUGH... PAKH... PATS... DUAGH..."
Kaze terpental karena Cloud memukulnya dengan Jurus Auman Macan Putih.
"Uhuk... huk... huk. Sialan, aku tidak percaya. Bahwa aku, dikalahkan kan oleh junior"
"Jangan menganggap remeh junior kak. Karena, tidak semua junior itu lemah"
"Cuih... Kalau begitu, aku harus mengalahkan mu"
Kaze tetap tidak menyerah, dia kembali berdiri dan menyerang Cloud lagi. Pukulan Kaze, ada beberapa yang mengenai Cloud.
Sementara itu, Jin dan Ken juga masih bertarung dengan sengit. Mereka menjadi tidak ingat dengan waktu.
"Lumayan juga kau Jin. Bagaimana, kalau kau bergabung dengan kami ?"
"Maaf, senior. Sayangnya aku tidak tertarik"
"Dasar. Hyaa..."
Tiba-tiba, ada seseorang yang menarik telinga Ken.
"Siapa ******** yang menarik-"
"Habislah aku, aku lupa kalau aku masih di sekolah"
"Eh, Pak Kepala Sekolah. Sedang apa pak ?"
"Sedang apa sedang apa. Cepat, kalian berempat. Ke kantor bapak sekarang !!"
"I-iya pak"
Kepala Sekolah pergi duluan ke kantornya dan mereka berempat jalan di belakangnya.
"Jin (**)"
"Sudahlah Cloud, kita terima saja. Ini juga salah kita kan"
"Iya"
Sesampainya di ruang Kepala Sekolah. Mereka berempat di beri peringatan dan di marahi oleh Kepala Sekolah.
"Kalian ini, junior. Bukanya belajar dengan benar agar pintar malah berkelahi di Sekolah. Kalau besar mau jadi apa kalian !!"
"Maaf pak"
"Kalian juga. Senior itu mencontohkan hal yang benar kepada junior. Kenapa malah mengajak berkelahi !!"
"Haah... Kalian akan bapak beri sanksi karena sudah berkelahi. Lari 10 putaran di lapangan saat istirahat dan bersihkan halaman sekolah ini saat pulang"
"Kenapa banyak sekali pak ?"
"Ohh... Jadi ingin bapak tambah hukumannya ?"
"Tidak pak, tidak"
"Kalau begitu, lakukan itu. Mengerti ?!"
"Ya pak (**)"
"Kalau begitu, kalian kembali lah ke kelas. Belajar baik-baik dan jangan berkelahi lagi. Mengerti ?!"
"Ya pak"
Mereka berempat pergi keluar dari ruang Kepala Sekolah dan menuju ke kelas masing-masing.
Cloud dan Jin kembali ke kelas nya bersama. Kaze dan Ken juga kembali ke kelasnya.
Kaze Dan Ken.
"Bagaimana anak yang kau lawan ?"
"Dia kuat bos, lebih kuat dari ku"
"Jin juga, dia memiliki kekuatan dan kecepatan yang sangat hebat. Kalau tadi Kepala Sekolah tidak datang. Aku mungkin sudah pingsan"
"Baru kali ini aku bersyukur di tangkap Kepala Sekolah"
"Iya. Haah... sudahlah. Ayo kembali ke kelas, sebelum di marahi lagi"
"Iya Bos"
Cloud Dan Jin.
"Hukumannya kenapa begitu banyak ?"
"Itu kan memang kesalahan kita"
"Tapi kan para senior itu dulu yang mulai. Kenapa kita jadi ikut di hukum ?"
"Sudahlah, tidak apa-apa. Besok juga, kita kan libur"
"Iya, setelah libur terus ujian. Kenapa (**)"
"Haah... sudah lah. Cepat kita ke kelas"
Mereka segera ke kelas karena ini sudah sangat terlambat.
Saat sampai, mereka kembali di marahi Guru dan di suruh berdiri di depan kelas.
"Sudah jatuh, tertimpa atap"
"Tertimpa tangga Cloud. Ini juga tidak begitu buruk"
"Tidak begitu buruk bagaimana ?. Kita dimarahi Kepala Sekolah dan di hukum. Sekarang, kita di marahi Guru dan di hukum juga"
"Hahaha... Iya. Sabar saja..."
Sebenarnya ini belum seberapa bagi Jin. Karena, saat dulu Jin berbuat salah dan di hukum oleh gurunya. Hukumannya adalah Di cambuk dengan benda pusaka.
Tidak cuma melukai di luar. Namun, sakitnya sampai dalam. Namanya adalah Cambuk Api.