
"Jadi Jin, aku menawarkan kerjasama dengan perusahaan ku. Aku akan menjadi pemasok perusahaan mu"
"Tentu saja boleh. Justru ini keberuntungan besar"
"Hahaha, kau bisa saja"
"Jirro, apa kau sudah makan ?"
"Sudah. Sebelum kau ke sini pelayan sudah membawakan ku makanan"
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Aku ada urusan, dan sebaiknya kau beristirahat. Setelah kau sudah benar-benar sembuh baru kita membicarakan bisnis"
"Ya, kalau kau masih ada urusan silahkan"
"Maaf ya Jirro"
"Tidak apa-apa"
Jin pun meninggalkan Jirro dan kembali ke kamarnya. Jin menghubungi Zero.
"Hei, Zero. Ada yang menawari untuk bekerja sama"
"Siapa ?"
"Perusahaan milik Jirro"
"Memangnya dia mau ?"
"Justru dia yang menawarkan"
"Apa ?!, sungguh ?"
"Tentu saja, jadi bagaimana ?"
"Tentu saja kita ambil tawarannya. Ini adalah kesempatan besar"
"Kalau begitu saat dia sembuh nanti kau datang ke rumahku untuk membicarakan tentang hal ini"
"Ya, pasti. Kalau begitu ada jual beli saham nih. Katanya kalau ada kamu yang pilih"
"Ya, tunjukan saja saham sahamnya"
"Tunggu sebentar"
Zero kemudian memberikan data saham yang akan di jual belikan besok.
"Mmm, beli ini saja"
Ryujin menunjuk saham yang paling rugi / bangkrut.
"Tapi ini sudah hampir bangkrut, apa kau yakin ?"
"Tenang saja, kita membelinya dengan harga yang terjangkau sedangkan besok banyak yang akan meminta saham ini. Kita bisa menjualnya lebih"
"Kalau itu katamu, aku tidak punya hak untuk menolak. Aku masih ada urusan jadi, mengobrolnya nanti saja ya"
"Oh, baiklah kalau begitu. Sampai jumpa"
Ryujin mematikan ponsel lalu ia berjalan-jalan di taman. Saat ia berjalan-jalan di taman, ia melihat Kai. Ryujin hendak mendekatinya, tetapi ia sadar bahwa Kai tidak tahu kalau dirinya adalah Legions.
"Bagaimana ya ?, aku ingin menyapanya tapi dia tidak tahu bahwa aku adalah Legions"
Saat Ryujin sedang berpikir, Kai menoleh kearahnya dan melambaikan tangan. Ryujin bingung dan menoleh ke kiri dan ke kanan. Kai melambaikan tangan lagi, lalu Jin menunjuk dirinya. Kai mengangguk, Jin pun mendekati nya.
"Ada apa kawan ?"
"Tidak, aku hanya melihatmu berdiri sendirian. Jadi aku mengajakmu kemari"
"Kai ternyata orang yang ramah"
"Oh ya, namaku Kai. Siapa namamu ?"
"Namaku Ryujin, kau bisa memanggilku Jin"
Mereka mengobrol sampai sore hari.
"Waah, tak terasa sudah sore. Aku masih ingin mengobrol tapi, aku sudah harus pulang"
"Ya, aku juga. Kalau begitu sampai jumpa"
Jin dan Kai berpencar dan kembali ke rumah masing-masing.
.
.
.
.
Setelah beberapa hari, Jirro sembuh total. Sesuai kesepakatan, Jin, Zero, dan Jirro membicarakan tentang bisnis.
"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda tuan muda Jirro"
"Tidak usah berlebihan. Jadi tuan Zero adalah teman Jin ?"
"Ya, dia yang membantuku mengurus perusahaan".
Mereka membicarakan tentang kerjasama perusahaan.
Setelah 1 jam berunding, Jirro setuju bergabung dengan perusahaan Golden Greed. Akhirnya tercapai kesepakatan antara perusahaan Golden Greed dan Big Stars. Setelah itu, Jin mengantarkan Jirro ke hotel bintang lima, karena Jirro tidak mau merepotkan Jin lagi. Jin kembali dengan perasaan senang.
"Kau hebat sekali Jin, bisa membuat perusahaan besar bergabung dengan kita"
"Aku tidak sengaja melihatnya, lalu aku menolongnya. Jadi kami sekarang menjadi teman"
"Hebat sekali, bagaimana kalau nanti malam kita minum anggur ?"
"Kedengarannya bagus. Kepala rumah Zhong apa di rumahmu ada gudang anggur ?"
"Ya tuan muda, nanti saya ambilkan".