Dark Legions

Dark Legions
Melaksanakan Hukuman



"Yahh... ini memang tidak begitu buruk bagi ku. Aku jadi teringat dengan guru"


"Jika ini tidak buruk, apa yang lebih buruk ?"


"Emm... kau ingin mendengar cerita ku ?"


"Tentu saja, semua hal yang berhubungan dengan mu itu pasti hebat"


"Baiklah, kalau begitu. Kau ini sudah ku anggap sebagai saudara ku sendiri. Jadi, aku akan berusaha memberitahu semua nya"


"Aku juga sama. Kita akan selalu bersama, sampai akhir. Saudara"


"Saudara"


"Baiklah, kau bisa mulai bercerita sekarang"


"Ok. Jika di sini kalian cuma di hukum seperti ini, ini bukan apa-apa bagi ku"


"Benarkah, ini termasuk hukuman berat !?"


"Dulu, saat umurku masih 12 tahun. Aku berguru kepada seorang yang sangat kuat dan jenius.


Dia sangat di segani oleh orang-orang di tempat ku, bahkan orang luar juga sangat menghormati nya.


Awalnya, aku di tolak beberapa kali oleh dia. Namun, karena melihat ku bersikeras untuk menjadi muridnya. Dia memberikan satu syarat"


"Tunggu tunggu... Aku penasaran, kau baru datang ke kota ini ?"


"Iya, aku baru pindah ke sini"


"Lalu, sebelum itu. Kau tinggal di mana ?"


"Kalau ini, aku akan memberitahumu nanti saat pulang sekolah. Aku akan menceritakan sedikit tentang ku"


"Owh, baiklah. Kau bisa melanjutkan sekarang"


"Aku akan melanjutkan nya. Syarat agar dia menerima ku adalah mengalahkan seekor Serigala Mata Perak dalam waktu 1 Minggu"


"Serigala Mata Perak ?"


"Ya, binatang itu sangat sulit di kalahkan. Dia memiliki Nafas Es. Bahkan api yang sangat panas pun bisa langsung beku"


"Hah ?!. Memang ada serigala seperti itu ?"


"Di tempat ku, ada banyak lagi hewan-hewan yang lebih menakutkan dan di anggap aneh bila di sini"


"Lalu, apa kau bisa mengalahkan Serigala itu ?"


"Tentu saja. Namun, karena umurku masih 12 tahun. Aku tidak mungkin bisa mengalahkan Seekor Serigala Mata Perak"


"Lalu, apa yang kau kalahkan ?"


"Kau ingat syarat guru ku ?"


"Iya. Mengalahkan seekor Serigala Mata Perak. Lalu ?"


"Guru bilang, aku hanya harus mengalahkan 'seekor' Serigala Mata Perak. Bukan mengalahkan 'seekor' Serigala Mata Perak dewasa"


"Ah, aku mengerti. Kau mengalahkan Serigala Mata Perak yang masih belum bisa mengendalikan kekuatan nya"


"Iya. Maka dari itu, aku bisa mengalahkan nya"


"Cerdik sekali. Tapi, itu memang benar"


"Iya. Nanti ku ceritakan lagi, sekarang kita harus menjalankan hukuman dengan benar"


"Haah... kaki ku tidak kuat berdiri lagi. Hei Jin 😏"


"Tidak, tidak boleh memakai jurus. Kita harus menjalankan hukuman ini dengan penuh tanggung jawab"


"Iya, iya. Waktunya kurang satu jam lagi kita istirahat"


"Kita tunggu saja"


Setelah waktu berlalu satu jam, akhirnya bel istirahat berbunyi. Cloud sangat senang dan akan berlari ke kantin. Namun, di tahan oleh Jin.


"Ada apa Jin ?. Ini sudah waktunya istirahat, aku ingin ke kantin"


"Apa kau lupa hukuman kita masih ada_-"


"Oh iya. Akh... kenapa (**)"


"Ayo. Kita harus segera menyelesaikan nya"


"Iya, baiklah"


Cloud dan Jin berjalan menuju lapangan. Karena Katsumi, Yara, dan Aihara heran. Mereka bertiga kemudian bertanya kepada Jin dan Cloud.


"Apa yang akan kalian lakukan ?"


"Apa kalian berdua tidak pergi ke kantin ?"


"Nanti kami akan menyusul, sekarang aku dan Jin akan memutari lapangan 10 kali dulu"


"Kenapa kalian memutari lapangan ?. Dan kenapa kalian sangat terlambat ke kelas ?"


"Kami akan menceritakan itu nanti. Sekarang, kami akan pergi dulu. Bye"


"Haah... ya sudahlah"


Katsumi, Yara dan Aihara menuju ke kantin dan makan. Jin dan Cloud menuju lapangan untuk melakukan hukuman.


Di sana, mereka bertemu dengan senior mereka. Tepatnya, Kaze dan Ken.


"Hai senior, mari kita memutari lapangan ini 10 kali"


"Ah, kalian sudah datang. Maaf kan aku, karena aku kalian jadi di hukum"


"Kami juga salah senior"


"Kalian kalau memanggil kami. Jangan senior, kesannya seperti tidak enak"


"Iya, benar kata Kaze. Kalian bisa memanggilku Ken dan memanggil dia Kaze"


"Kita ini masih seumuran dan kita cuma beda 2 tahun. Santai saja"


"Baiklah, tapi kalau ku tambah dengan kata 'Kak' tidak apa-apa kan ?"


"Itu juga boleh"


Mereka berempat mulai memutari lapangan. Cloud awalnya ingin berbuat curang dengan menggunakan jurus Kecepatan Macan Kumbang.


Namun, Jin menyegel sebagian kekuatan jurus itu. Cloud yang tahu kalau Jin menyegel jurusnya agar tidak curang pun hanya bisa pasrah.


.


.


.


15 menit kemudian, mereka berempat selesai memutari lapangan itu.


"Huh... hah... hah... Lelah. Hari ini juga matahari sangat terik"


"Hah.. hah.. Iya, bagaimana dengan kalian berdua. Ken dan Jin ?"


“Kami baik-baik saja”


"Hah.. hah.. Kalian berdua seperti bukan manusia. Hah.."


"Iya, Kak Kaze. Mereka tidak lelah setelah memutari lapangan yang panjangnya lebih dari 50 meter selama 10 kali"


"Iya... Hah.. hah.."


"Kami ini manusia"


"Tentu saja"


"Apa aku masih bisa di sebut manusia, atau Dewa ??"


Mereka duduk di pinggir lapangan dan mengobrol. Mengobrol tentang banyak hal. Persahabatan mereka berawal dari pertengkaran yang hebat dan hukuman.


.


.


Saat sedang mengobrol. Yara, Katsumi dan Aihara datang membawakan makanan dan minuman.


"Hei kalian. Ini, kami tahu kalian tidak sempat istirahat ke kantin"


"Wahh... Terimakasih. Kalian sungguh pengertian"


"Kau punya banyak teman yang baik ya Jin"


"Ya, seperti inilah teman-teman ku"


Katsumi memberikan sebuah kantong plastik berisi minuman dan makanan kepada Jin dan Cloud. Sedangkan Aihara, dia memberikan sebuah kantong plastik berisi makanan dan minuman ke Kaze dan Ken.


"Ini untuk kakak. Kami membelikan juga untuk Kak Kaze dan Kak Ken"


"Terima kasih"


"Sama sama"


Kaze terus menatap Aihara tanpa berkedip. Ken mencubit lengannya untuk menyadarkannya.


"Aww... Kenapa bos mencubit ku ?"


"😏😏"


"Apa yang bos pikirkan ?. Aku akan mengambil bagian ku"


Kaze mengambil satu makanan dan minuman. Kemudian, dia memakannya.


Setelah Kaze mengambil makanan dan memakannya, Ken kemudian ikut makan. Cloud dan Jin juga sama.


"Hahaha... Aku cuma bercanda Kaze"


"Kenapa Kaze ?"


"Tidak, dia tidak apa-apa"


Cloud, Kaze dan Ken memakan makanan terlebih dahulu. Sedangkan Jin, dia minum dulu.


"Oh iya, kenapa kalian bisa kebetulan di hukum bersama ?"


“Uhuk... huk...” ( Cloud )


“Huk... Uhuk..." ( Kaze )


“Uhuk... Khem... huk" ( Ken )


"Bruuhh...." ( Jin )


"Kalian ini kenapa ?. Apa ada yang salah ?"


"Kalian ini, bisa tidak makan pelan-pelan. Jadinya tersedak kan"


"Apa kalian tidak apa-apa ?"


"Tidak, kami tidak apa-apa. Kami cuma kebetulan di hukum secara bersama"


"Iya iya. Kita hanya kebetulan saja"


"Owh... baiklah. Lalu, apa kalian baik-baik saja ?"


"Iya, kami cuma tersedak"


"Di hukum bersama-sama, tersedak bersama-sama. Kalian ini saudara ya_-"


"Tentu saja bukan"


"Hahahaha... Saudara"


Mereka melanjutkan mengobrol sampai jam istirahat habis. Kemudian, mereka kembali ke kelas masing-masing.