Dark Legions

Dark Legions
Memberi Bantuan



Keesokan harinya orang itu bangun.


"Di mana aku ini ?, semalam aku ingat masih dihutan dan sedang terluka" hendak berdiri.


Saat Fox hendak berdiri, Ryujin masuk untuk membawakan makanan.


"Tuan, sebaiknya anda istirahat terlebih dahulu dan jangan banyak bergerak" ucap Jin.


"Siapa kau ?"


"Namaku Jin, aku melihatmu sedang terluka dan pingsan di tengah jalan, lalu aku membawamu untuk diobati"


"Saya sangat berterima kasih tuan Jin, karena anda sudah mau menolong saya"


"Sama-sama. Kalau boleh tahu siapa nama Tuan ?"


"Aku biasa dipanggil Fox oleh teman-temanku"


"Jadi, nama anda Fox"


"Ya"


"Ini, aku membawakan makanan. Kau makan dulu. Aku mau keluar, kalau ada apa-apa panggil pelayan ya"


"Ya, terima kasih tuan Jin"


"Tidak masalah"


Jin pergi keluar, sedangkan Fox memakan makanan yang diberikan Jin.


"Kenapa aku merasa familiar dengannya ya ?, apa... aku pernah bertemu dengannya ?. Tapi dari tatapannya, dia sepertinya orang baik. Ah sudahlah, aku lanjut makan saja".


Jin keluar untuk pergi ke perpustakaan yang tidak jauh dari rumahnya. Jin masuk dan menggunakan jurus Pemikiran Bintang untuk mengetahui seluruh informasi di perpustakaan itu. Setelah itu, dia berjalan-jalan di taman dan duduk di bangku taman.


"Ternyata benar, dia Fox. Bukankah dia hebat, kenapa dia bisa sampai terluka parah ?. Dan, kemana para anak buahnya ?"


Saat ia sedang memikirkan tentang itu, ada seseorang yang mendekatinya.


"Jin, kebetulan sekali kau ada di sini"


"Oh Kai, kau juga sedang berjalan-jalan ?"


"Ya, aku bekerja pada malam hari. Aku ingin meminta bantuan"


"Ada apa ?"


"Tolong pinjami aku uang"


"Untuk apa ?"


"Mmm, adikku di sekap dan mereka meminta tebusan 5,000,000 Yuan"


"Apa !!!, benarkah ?"


"Ya, aku tidak punya uang sebanyak itu. Jadi... aku meminta bantuanmu"


"Kalau begitu, akan ku pinjami. Tapi, sekarang aku tidak membawa uang. Aku akan mengambilnya terlebih dahulu"


"Ya, baiklah".


"Kai ini uangnya"


"Terima kasih Jin"


"Tapi, belum tentu orang itu melepaskan adikmu. Bisa saja, setelah kau menyerahkan uang itu, dia membunuh adikmu atau menyerangmu"


"Aku tidak punya banyak pilihan, ini satu-satunya cara"


"Bagaimana kalau aku membantumu menyelamatkan Adikmu ?"


"Bagaimana kau menyelamatkannya ?"


"Kalau kau mau, aku akan membantumu"


"Tentu saja, kalau kau bisa membantu aku akan sangat senang"


"Dimana adikmu disekap ?"


"Di bekas pabrik gula yang ada di tepi sungai"


"Cukup jauh ya" "Iya" "Siapa nama adikmu ?"


"Namanya Sherin, dia anak yang imut"


"Di mana rumahmu ?"


"Di apartemen itu. kamar 142"


"Baiklah, kau tunggu dirumah dan aku akan menyelamatkan adikmu"


"Tapi... "


"Percayalah padaku oke"


"Baiklah ku harap kau bisa membawa adikku kembali"


"Tenang saja".


Kai kembali ke apartemennya sedangkan Jin, kembali untuk mengambil Totem Bear.


Setelah itu, Jin segera berteleportasi ke pabrik bekas itu untuk melihat lihat.


"Penjaganya lumayan banyak. Aku harus cepat sebelum Sherin di apa-apakan. Totem Bear aktif".


Totem Bear yang dibawa oleh Ryujin tiba-tiba mengeluarkan cahaya tapi tidak terlalu terang. Cahaya itu masuk ke dalam tubuh Ryujin. Seketika Ryujin merasa sangat berenergi dan bertambah kuat.


"Tidak sia-sia ku bawa senjata pusaka ini. Aku tidak boleh membuang-buang waktu, aku harus cepat"


Ryujin segera berlari kedalam Pabrik itu. Penjaga tidak menyadari bahwa yang lewat adalah Jin.


"Mata burung hantu aktif"


Seketika semua yang dilihatnya menjadi tembus pandang. Saat ia melihat lihat, ia menemukan dimana ruang Sherin di sekap. Ryujin segera ke tempat itu. Sesampainya di dalam, Jin melihat Sherin sedang meringkuk.


"Hei, jadi kau adiknya Kai". Mendengar itu, Sherin terkejut dan takut.