
Semua anak buahnya menyergap Jin. Namun mereka yang hanya tahu baku hantam mana mungkin menang melawan Jin yang sudah berlatih ilmu bela diri.
"BUAAKHH KRAAK BRUUUUGGH"
Semua murid yang menyergap Jin jatuh terpental dan babak belur. Bos mereka, ketakutan karena Jin berhasil mengalahkan anak buahnya dengan sangat cepat.
"Ampun... ampuni aku... aku akan memberimu banyak uang... lepaskan aku.."
"Aku tidak kekurangan uang. Jadi, aku lebih memilih menghajar mu".
"Tidak... jangan.. ayahku adalah salah satu pemimpin di geng Darah Naga... kau pasti dihajar habis-habisan olehnya"
"Aku tidak peduli... jadi, aku lihat tangan ini yang menyentuh Li Wei"
Jin mendekat lalu mematahkan tulang tangannya.
"KRRRAAAK"
"AAAKKKHHHHHH... SAKIT SAKIT SEKALI.... AAAKHHH"
Para anak buah yang melihat itu langsung berlari ketakutan. Hanya sedikit yang masih di situ.
“Kalian, bawa dia pergi. Kalau kulihat kalian dan bos kalian ini mengganggu seseorang lagi. Akan ku remukan tulang kalian agar cacat seumur hidup”
Mendengar ucapan Jin, para anak buah itu langsung membawa Bos mereka pergi.
"Hei... kau tidak apa-apa kan ?" mengulurkan tangan ke Li Wei yang jatuh.
"Ya, aku tidak apa-apa. Terima kasih Jin" menerima tangan Jin.
"Kenapa kau ke sini dengan mereka saat kelas bubar ?. Apa kau bodoh ?"
"Aku terpaksa datang kemari. Katanya kalau aku datang, tuan muda Zuo akan membantuku"
"Memangnya dia akan membantumu apa ?"
"Mmm... sebenarnya ibuku sedang sakit, dan aku butuh biaya besar untuk mengobatinya"
"Di rumah sakit mana ?. Bagaimana keadaannya ?"
"Sekarang sedang dalam masa kritis. Ibu perlu di operasi agar bisa sembuh. Makanya aku meminta bantuan kepada seseorang"
"Apa kau bodoh ?. Kenapa kau meminta bantuan ke Zuo. Apa tidak ada orang lain yang mau membantumu ?.
Haaah... bawa aku ke rumah sakit ibumu"
"Tapi... tapi..."
"Cepatlah, kau ingin ibumu sembuh tidak ?"
"Tentu aku mau. Terima kasih Jin"
Mereka berdua naik taksi menuju ke rumah sakit tempat ibu Li Wei dirawat.
Sesampainya di sana, mereka masuk dan menuju ke kamar tempat ibu Li Wei.
"Hai Tante, aku teman sekolah Li Wei. Aku akan membantu anda agar sembuh, kalau kalian berdua percaya padaku" menengok ke arah Li Wei.
"Aku percaya padamu Jin"
"Nak... aku mohon, bantu aku agar cepat sembuh. Aku ingin segera melihat wajah anakku"
"Tenang saja, aku pasti akan menyembuhkan anda"
Jin mulai mendiagnosis keadaan Ibu Li Wei. Setelah 5 menit, Jin tau penyakit apa yang menyebabkan ibu Li Wei sakit.
"Penyakit ini sebenarnya mudah diobati. Tapi mereka tidak tahu bagaimana mengobatinya, jadi hanya menyimpulkan untuk di operasi. Kebetulan aku membawa pil ini"
Jin mengeluarkan bungkusan dari sakunya. Didalamnya terdapat 5 pil dan Jin mengambil satu.
"Minumkan ini ke tante, dan kita tunggu reaksinya" menyerahkan pil kepada Li Wei.
"Apakah ini bisa berfungsi ?"
"Kita tunggu saja apa yang terjadi. Aku jamin ini akan mengejutkan"
Li Wei meminumkan pil itu kepada ibunya dan menunggu.
5 menit berlalu dan reaksi pun terjadi. Ibu Li Wei memancarkan cahaya putih yang cukup terang.
"Apa yang terjadi dengan ibuku ?"
"Tenang saja, ini sudah mulai bereaksi. Kita lihat dulu"
Perlahan-lahan cahaya itu menghilang. Ibu Li Wei juga perlahan-lahan pulih dengan sendirinya. Setelah beberapa saat, ibu Li Wei sadar.
"Ibu... ibu... Huwaa... " memeluk ibunya.
"Li Wei..." menyambut pelukan Li Wei.
"Kalau begitu, sebaiknya aku pergi"
Jin pergi meninggalkan ruangan itu. Jin menuju ke administrasi untuk bertanya biaya selama Ibu Li Wei di rawat.
"Totalnya 20.500,000 mau pakai kartu atau cash ?"
"Pakai kartu saja" memberikan kartu yang dibawanya.
Setelah Jin membayar biaya rumah sakit, Jin kembali ke rumah dan langsung tidur karena nanti malam, dia akan ke Undertown.
.
.
.
.
***KALAU ADA KATA KATA YANG MELESET TOLONG DIMAKLUMI SAJA YA. AUTHOR MASIH BELUM FASIH MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA. DAN MAKASIH UDAH BACA***