
"Wahh... kau berhasil mengalahkan Gading Gajah. Sekarang, hadapi dulu anak buahku"
Para anak buahnya mulai menyerang, kecepatan dari mereka semua melebihi atlet lari. Kalau saat mengalahkan Gading Gajah menggunakan jurus Auman Macan Putih, kali ini Jin menggunakan langkah kilat.
"Kalian berlima memang cepat, tapi yang tercepat di dunia adalah aku"
"Sombong sekali, teman-teman ayo hajar dia"
"Langkah kilat"
Mereka mulai menyerang Jin. Namun tidak ada satu serangan pun yang kena, malahan Jin yang menghajar 5 orang itu.
Kini, giliran Jin menghadapi pemimpin mereka.
"Hebat sekali, kau bisa mengalahkan semua anak buahku. Sekarang akan kutunjukan, kecepatan cheetah yang sebenarnya"
"Kenapa harus banyak omong, sini kalau berani maju. Atau kau serahkan saja dirimu"
"Dasar, akan ku sobek mulutmu jika kau kalah"
Mereka berdua mulai beradu kecepatan, orang itu sangat cepat. Meski cepat, karena Jin menggunakan langkah kilat. Ia seperti melihat orang itu sedang berjalan. Ia langsung memukuli orang itu hingga sekarat dengan kecepatannya.
"Uhuuk... huk... Kenapa bisa, kau bahkan lebih cepat dari ku"
"Untuk apa memberitahu orang yang akan mati"
"SRIING"
Setelah orang itu meninggal, Jin menyobek mulut orang itu menggunakan pedang.Lalu Jin mengumpulkan 6 anggota lainya di ruangan itu. Ia menjejerkan 12 orang itu lalu memfotonya.
"Katanya mau menyobek mulutku, tapi kenapa kau kalah dan mulutmu yang ku sobek. Hahaha"
Jin menuju ke ruangan yang ketiga. Ruangan itu kosong, tidak ada apa-apa. Namun, Jin menyadari sesuatu.
"Ini adalah ilusi. Meski masih kasar, tapi mampu membuatku terkena ilusi ini beberapa detik. Cukup hebat"
Tanpa sadar, mereka ( 5 orang ) yang ada diruangan itu sudah terkena ilusi Jin.
Jin membuat solah dia sudah terbunuh oleh mereka berlima menusuk menggunakan pedang. Namun ternyata, yang mereka tusuk menggunakan pedang adalah dirinya sendiri.
Sekarang, diruangan itu hanya ada pemimpin Ilusi dan Jin.
"Wahh... kau membuat ilusi balik. Namun, aku sudah mengetahui ilusi itu. Aku akan membuat ilusi yang tidak bisa kau tolak"
"Coba saja. Aku tidak takut. Malahan, mungkin kau yang akan terkena ilusi"
"Kau ini sombong sekali"
Suara orang itu mulai menghilang. Perlahan-lahan, muncul banyak gadis berpakaian seksi.
Gadis-gadis itu mulai menggoda Jin. Meraba-raba, mencoba mencium Jin. Namun, Jin menolak mereka dan menebas semua gadis itu.
"Wahh... seorang pembunuh yang menjaga kesucian ya. Kalau begitu, lebih baik aku membuat ilusi yang menyakitkan saja"
"Keluarkan semua ilusimu. Karena, semua tidak akan mempan padaku"
Tiba-tiba, ada seseorang yang memegang pundak Jin dari belakang. Jin langsung menguncinya.
"Jin, apa yang kau lakukan ?. Ini aku Kirin"
Yang dibelakang Jin adalah Kirin. Meski itu hanya ilusi, namun terasa sangat nyata. Jin tahu, Kirin hanya belenggu ilusi di hatinya. Namun, ia tetap tidak tega.
"Ternyata orang ini adalah kelemahannya. Sebentar lagi, kau akan mati. Nikmati sisa hidupmu pembunuh. Salah kan dirimu karena menyimpan sesuatu untukku jadikan ilusi"
"Jin, aku sangat merindukanmu. Aku ingin bersamamu, aku akan selalu berada di sisimu" memeluk Jin.
"Aku juga merindukanmu. Namun sekarang, kau adalah ilusi. Jadi, maaf"
"JLEEEB"
Jin menusuk perut Kirin dengan pedangnya. Meski itu hanya ilusi, Jin tetap sangat sedih. Seketika, Jin menjadi marah.
"Beraninya kau membuat ilusi Kirin. Akan ku pastikan, kau akan dibunuh dengan cara yang kejam"
Aura Jin berubah menjadi sangat mengerikan. Pemimpin Ilusi menjadi ketakutan.
"Dia tidak bisa membunuhku. Aku kan menggunakan ilusi agar tidak terlihat. Mustahil dia bisa melihatku"
Jin menggunakan langkah kilat langsung berada di belakang orang itu. Orang itu terkejut dan tidak sempat menghindari serangan Jin. Jin memukul pemimpin Ilusi di bagian rusuk.
"KRAAAK"
Tulang rusuk pemimpin Ilusi patah. Bukan hanya itu, Jin juga langsung memegang tangannya lalu memukulnya dengan keras.
"KREEAKK"
"AAAKKKHHHHHH..... HAAAAAA.... SAKITT *******..... SAKIT SEKALI"
"Seperti ini masih belum cukup, kau masih harus disiksa lebih dari ini"
Jin mematahkan lagi tangan yang lainya. Lalu kedua kaki, lalu memukulnya. Orang itu berteriak kesakitan. Namun Jin tidak peduli, ia tetap memukul dan mematahkan tulangnya. Sampai orang itu tidak ada tenaga untuk berteriak lagi.
"Ehh... sudah tidak bersuara. Ya sudah, kalau begitu main-mainnya sampai sini saja. Sampaikan salam ku pada Raja Neraka"
"JLEEEB"
Jin menusuk kepala pemimpin Ilusi menggunakan pisau kecil yang ia bawa.
Jin menuju ke ruangan ke 4. Didalam ruangan itu terdapat 11 orang yang sudah siap menyerang Jin.
"Membelah diri. Heh, kalian pikir aku tidak bisa. Perhatikan ini"
Jin juga ikut membelah diri, ia membelah diri menjadi 5 orang. Semua terkejut karena Jin juga mampu membelah diri. Tapi, mereka tidak menghiraukan itu. Mereka menganggap Jin kalah jumlah dengan mereka.
Semua orang diruangan itu selain membelah diri, mereka juga kuat, dan cepat.
.
.
.
.
★★★ YO PEMBACA, MAKASIH BANYAK UDAH SETIA BACA SAMPAI EPS INI. DAN BUAT YANG UDAH NGEVOTE, NGELIKE, DAN KOMENT NOVEL INI, AUTHOR SAMPAIKAN TERIMA KASIH SEBESAR-BESARNYA. MAKASIH BANGET ★★★