Dark Legions

Dark Legions
Tubuh Macan Gunung



"Ok. Sekarang, kau kelilingi bukit ini. Aku ingin melihat, seberapa cepat kau bisa mengelilinginya"


"Baiklah. Kau tunggu disini, cukup waktu 5 detik"


"Kecepatan Macan Kumbang"


Cloud berlari sangat cepat, hingga debu-debu beterbangan. 5 detik kemudian, dia kembali.


"Bagaimana ?"


"Sangat bagus. Kalau begini, kau sudah bisa mempelajari jurus ke 3"


"Ya, aku sudah tidak sabar mempelajarinya"


"Jurus ini membuat kita bisa menahan pukulan atau rasa sakit"


"Berarti, jurus untuk melatih kekebalan tubuh ?"


"Ya kau benar sekali. Jurus ini memang untuk melatih kekebalan. Namun, kita juga membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi. Karena kau harus menyalurkan energimu ke setiap bagian tubuh dengan sama rata"


"Bukankah itu mudah ?"


"Jangan berpikir ini mudah. Kalau energi yang kau berikan ke setiap bagian tubuh tidak sama, maka itu gagal"


"Kalau seperti ini, huuf... aku akan mencobanya"


"Aku beri contoh dulu"


"Tubuh Macan Gunung"


"Sekarang, coba kau pukul aku dengan Auman Macan Putih sekuat tenaga"


"Apa kau yakin ?"


"Kau meremehkanku ?"


"Tidak, bukan begitu.. Tapi..."


"Kalau begitu, cepat pukul. Aku tidak akan terluka"


"Huuf... baiklah"


Cloud berdiri di depan Ryujin dan Memukulnya.


"Auman Macan Putih"


Cloud memukul Jin dengan sekuat tenaga. Anehnya, Jin tidak terluka sedikitpun.


"Bagaimana ?"


"Woow... keren, bahkan Auman Macan Putih tidak berfungsi. Bahkan, tidak tergores sedikitpun"


"Memang sangat kuat, tapi sulit. Kau coba saja dulu"


"Baiklah, akan ku coba"


"Aku akan menunggumu. Kalau kau sudah agak bisa, aku akan mengujimu"


"Ya, kau tunggulah sebentar.. Aku pasti akan berhasil"


"Baiklah, aku akan menunggumu di tempat biasa"


"Ha ?. Di mana ??"


"Dibawah pohon besar itu. Aku akan menunggumu di sana"


"Ya"


Jin berjalan menuju sebuah pohon besar yang rindang. Ryujin duduk bersandar di bawahnya sambil memperhatikan Cloud.


"Cloud sangat cepat mempelajari jurus-jurus yang kuberikan. Hampir mirip sepertiku"


Cloud perlahan-lahan mulai bisa mempelajari jurus Tubuh Macan Gunung. Jin sangat takjub terhadap temanya itu.


"Jin, ayo coba pukul aku"


"Yahh.. luamayan. Tapi jangan keras-keras, nanti aku mati"


"Iya iya... tenang saja. Ini kan cuma latihan, bukan pertarungan"


"Kalau kau mati pun, aku bisa menghidupkan mu kembali"


Jin berjalan ke arah Cloud. Dia berdiri di depan Cloud dan hendak memukulnya.


"Tubuh Macan Gunung"


"Ok, sekarang kau bisa memukulku"


"Baiklah"


Jin langsung memukul Cloud di bagian perut tanpa menggunakan jurus apapun.


"BUAKKHH"


Cloud hanya sedikit merasa kesakitan. Dia sudah bisa mempelajari jurus Tubuh Macan Gunung, tapi masih harus di sempurnakan lagi.


"Bagaimana ?. Kau merasa sakit"


"Ya, sedikit. Aku bahkan masih merasakan sakit saat dipukul oleh mu. Padahal, aku menggunakan jurus dan kau hanya memukul biasa. Sebenarnya kau itu sekuat apa ?"


"Kalo itu... aku juga tidak tahu. Hehehe"


"Ah sudahlah, aku tidak peduli. Aku bisa bertambah kuat sampai sekarang saja, aku sangat berterimakasih"


"Sama-sama, tidak perlu sungkan denganku. Jika kau butuh bantuan, aku akan senang hati membantumu"


"Terima kasih Jin"


"Ya. Sebaiknya, latihannya kita sudahi saja. Kita juga masih harus belajar kan ?. Hampir ujian"


"Ya. Setelah ujian, kita Camping di Ryoan-Ji.. Wahh... dari dulu aku ingin ke sana"


"Aku juga tidak sabar. Kalau begitu, aku pulang dulu ya"


"Hm, ya. Aku akan berlatih sebentar lagi"


"Ok, sampai jumpa"


"Ya, hati-hati"


Ryujin pulang ke rumah, sedangkan Cloud melanjutkan latihan.


.


.


.


.


Di rumah, Jin langsung pergi ke kamarnya. Di dalam kamar, Jin mengganti pakaiannya.


"Sudah lama aku tidak ke Undertown. Nanti malam aku akan mengeceknya. Sekarang, lebih baik aku istirahat saja dulu"


Jin tidur agar nanti malam dia bisa menyelesaikan misi dengan baik.


.


.


.


Malam harinya, Jin mengganti pakaian Dark Legions dan menuju ke Undertown. Sebelum kesana, Jin berbicara pada Kepala rumah Zhong.


"Aku hari ini akan ke Undertown. Kalau ada siapa-siapa yang datang, katakan saja aku sudah tidur"


"Baik tuan muda"


★★★MAAF AUTHOR TELAT UP. JADI, KALIAN NUNGGUNYA LAMA. MAKASIH DAH BACA★★★