Dark Legions

Dark Legions
Sibuk



Dari kamar Jin, terdengar suara seperti sedang mengamuk. Jin juga kadang berteriak kesakitan. Namun, tidak ada yang bisa dilakukan oleh orang-orang di rumah itu.


Keesokan paginya, setelah kamar Jin menjadi tenang. Kepala rumah Zhong memberanikan diri untuk masuk ke dalam.


"Tuan muda... "


Jin tergeletak di tanah dengan baju yang sudah robek. Lalu kepala rumah Zhong membawa Jin ke tempat tidur.


"Sepertinya, kamar tuan muda harus di pasangi peredam suara"


Karena Jin masih pingsan, Kepala rumah Zhong keluar dan membiarkan Jin beristirahat. Sedangkan dia membeli peredam suara untuk di pasang di kamar Jin.


Saat siang, akhirnya Jin sadar. Jin bangun dari tempat tidur dan duduk di sisi ranjang.


"Uhh... Padahal kemarin malam hanya telat 5 detik. Tapi.. malah tetap aktif"


Memegang kepala karena sakit. Jin melihat sekelilingnya, dan berbicara...


"Sialan, kamar ini jadi seperti terkena badai. Aku harus secepatnya menguasai segel kutukan itu"


Jin mengganti pakaian dan turun ke bawah untuk bertemu kepala rumah Zhong. Kebetulan kepala rumah Zhong ingin pergi ke kamar Jin untuk memasang peredam suara.


"Kepala rumah Zhong, apa yang sedang kau bawa ?"


"Ini peredam suara tuan muda, akan saya pasang di kamar anda"


"Baru aku mau minta alat yang bisa memendam suara. Ternyata, kau sudah membawanya"


"Ya, tuan muda. Apakah anda baik-baik saja ?. Ada yang terluka tidak ?"


"Tidak, segel kutukan hanya akan menyakitkan jika aktif. Jika tidak, maka aku baik-baik saja"


"Syukurlah, kalau begitu saya akan memasangnya terlebih dahulu"


"Ya. Aku akan makan dulu"


Kepala rumah Zhong menuju kamar Jin, dan Jin menuju meja makan. Jin makan makanan dengan lahap, dan menghabiskannya. Kemudian Jin kembali ke kamar dan membantu kepala rumah Zhong yang belum selesai memasang peredam suara.


"Akhirnya selesai juga memasangnya. kau pergi saja, aku akan membereskan kamar ini sendiri"


"Sudah tidak apa-apa, lagi pula aku yang lepas kontrol kemarin. Jadi, biar aku saja yang membereskan kekacauan ini"


"Baiklah kalau begitu, saya pergi dulu"


Kepala rumah Zhong pergi dan Jin membereskan kamarnya yang seperti terkena badai itu. Setelah selesai, Jin turun ke bawah untuk pergi berjalan-jalan.


Jin berjalan-jalan di taman seperti biasa. Kebetulan di salah satu bangku kursi ada Kai. Jin mendekati Kai.


"Hai Kai, sedang apa kau di sini ?"


"Oh Jin, biasa aku hanya duduk-duduk santai karena aku bekerja malam. Oh ya, aku ingin berterimakasih saat kemarin kau menyelamatkan adikku. Aku tidak sempat berterimakasih saat itu"


"Ya, bukan masalah. Bagaimana sekarang kabar adikmu ?"


"Dia baik-baik saja. Sekarang dia juga belajar bela diri agar kejadian kemarin tidak terulang lagi"


"Baguslah, apa aku boleh melihat adikmu ?"


"Tentu saja, ayo"


Jin dan Kai berjalan ke arah apartemen Kai. Sesampainya di sana, Jin melihat Sherin sedang berlatih.


"Hai, Sherin. Lama nggak ketemu" Jin melambaikan tangannya.


"Kak Jin" Sherin senang melihat Jin ke sana. Ia kemudian mendekati Jin.


Jin membelai rambut coklat Sherin. Sherin sangat senang melihat Jin mengunjunginya.


"Ku dengar dari kakakmu, kau sedang berlatih bela diri"


"Iya kak. aku takut, nanti jika kakak tidak ada aku sedang dalam bahaya aku kan bisa bela diri"


"Kai, kenapa kau tidak mengajari adik mu ?"


"Kata kakak, kakak tidak bisa bela diri. Jadi, aku belajar sendiri"