
Aku mengikuti mereka dan aku sampai di sebuah desa kecil, "a..apakah mereka terdampar dan membuat desa?.... menarik!" Pikir ku dengan senyum.
Aku pun mengintai desa itu dan setelah 2 jam pengintaian aku mendapat banyak informasi berharga untuk pembantaian.
"Aku gak ingin ngebantai sih... tetapi mereka yang memiliki kasta tinggi ngeselin anj*ng!" Ucap pelan ku dengan penuh emosi.
Panjang desa sekitar 2hektar dengan luas 3 hektar dan berisi sekitar 230 rumah dengan 200 rumah penduduk dan 30 bangsawan.
Dan aku juga melihat tempat penyimpanan makanan dan penyimpanan senjata api dan obat obatan.
"Rencana mulai malam ini!" Pikir ku dengan penuh percaya diri dan tersenyum jahat , hari masih siang jadi aku kembali ke kapal dulu.
Aku memutuskan kembali terlebih dahulu karna beberapa alasan, aku berjalan melewati hutan pinggir pantai.
Alasanya sederhana karena aku tidak ingin meninggalkan jejak kaki ku yang dapat di ikuti seseorang, "apakah angel baik baik saja ya?" Pikir ku.
Kemudian setelah beberapa jam aku akhirnya sampai di kapal akan tetapi kapal terlihat sangat sepi.
"Yah... lagian cuma angel sendirian wajar sepi.." gumam ku sembari memanjat naik kemudian aku pun berjalan di lorong.
Aku membuka kamarnya angel dan ternyata angel sedang tidur dalam keadaan telanjang dan terlentang.
"Eh?.... habis mandi kok gak ganti baju nih cewe" pikir ku dengan menatap angel yang telanjang bulat itu kemudian aku pun memberinya selimut dan pergi.
"Dasar cewe mentang mentang dia sendiri di kapal dia malah gitu" gumam ku dengan muka sedikit memerah dan hidung mimisan.
Kemudian aku pun mengambil senter dan menunggu malam tiba, "rencana ku adalah, membakar persediaan makanan mereka" ucap pelan ku.
Menghabiskan persediaan makanan mereka dan mencuri semua senjata mereka agar mereka mau memasukki hutan lalu aku bisa menghabisi mereka satu per satu.
"Yah...lebih mudah di ucapkan daripada di lakukan...."ucap pelan ku sembari menghela nafas kemudian aku pun menatap tangan ku.
Kemudian aku mengepalkan tangan ku dan mulai percaya diri " coba dulu aja lah!" Tegas ku dengn penuh percaya diri.
Angel bangun tidur dan dia keluar kamar dengan mengenakan pakaian lalu dia menuju ke dapur,"apakah dia masih ngantuk?" Pikir ku.
Setelah beberapa saat angel keluar dengan 2 cangkir kopi panas dia berjalan ke arahku lalu meletakkan kopi di meja.
"Selamat datang kembali" ucap riangnya dengan senyum kemudian aku pun menjawan "aku kembali " kami pun meminum kopi di sore hari itu.
Angel banyak bertanya dan aku menjawab dengan jujur dia mendengarkan cerita dengan serius kemudian setelah selesai cerita angel merasa cemas dan takut.
"Bu...bukanya kalau kita di sini terus akan bahaya.." ucap angel dengan cemas dan kakinya gemetaran kemudian aku pun meliriknya sambil minum kopi.
Aku pun menjentikkan jari ku ke dahi angel.
Menjentik...
"Aduh!, sakit tau~!" Ucap angel dengan pipi memerah sembari menatapku dengan menempelkan telapak tangan nya ke dahi.
"Kamu bodoh atau apa, aku sudah bilang bahwa aku akan melindungimu kan" ucap ku dengan tersenyum dan angel mendengar dengan kagum.
Kemudian angel pun tersenyum dan dia pun mentap ku
" emm!,terimakasih" ujar nya seketika atmosfer terasa hangat.
Aku bukanya suka atau apalah dengan angel akan tetapi aku memang baik dengan orang yang baik kepada ku.
Hari mulai malam dan matahari mulai tenggelam , angel terlalu terbawa suasana dia tertidur di sini.
"dia habis tidur, malah tidur lagi..." pikir ku dengan bingung kemudian aku pun menggendong angel ke kamar.
Setelah aku mengangkat angel aku terkejut bukan main, "lah?!,..... kok ringan banget njir.??" Pikir ku sembari menggendong angel.
Karena lorong agak kecil aku tak sengaja menabrakkan kepala angel ke tembok.
Suara tabrakan...
"Eh?... semoga aja dia gak marah.."pikir ku kemudian aku mengganti posisi gendong dan membawanya ke kamar lalu menaruhnyan di kasur.
Setelah itu aku mengkunci kamar dan lain lain lalu aku bergegas pergi ke tempat desa orang orang tadi.
Setelah sampai aku terkejut di karenakan desa ini lebih ramai saat malam hari dan banyak laki laki tua dan muda berkumpul di suatu tempat.
"Hmm... mungkin itu tempat eue eue" pikir ku sembari mengintai dari hutan kemudian aku pun siap membakar gudang makanan.
Pertama tama aku membuat sebuah api unggun di belakang gudang penyimpanan atau tepatnya di hutan untuk membodohi penjaga.
Aku memasang expresi kawatir dan panik sembari berlari dari samping gudang ke arah gudang dengan nafas terengah engah.
"Ka...kalian!.. terjadi kebakaran di hutan!! "Teriak ku kemudian 2 penjaga besenjata api itu menatap ku dan menodongkan senjata.
"Siapa kau!"tegas salah satunya kemudian aku pun berkata,
"Aku warga biasa, hutan kebakaran kalau itu sampai di gudang kalain akan di bunuh oleh tuan!" Teriak cemas dan panik ku.
Dua orang itu langsung gemetar dan menoleh ke belakang ternyata asap mengepul dari arah hutan, "sial!" Tegas mereka.
Kemudian dua orang itu langsung berlari ke arah hutan untuk memadamkan api lalu aku tersenyum menatap gudang.
"Baiklah... lanjut ke rencana 3" gumam ku sembari berjalan ke arah gudang kemudian aku pun memasukki gudang makanan mereka.
Aku menemukan 2 tong bensin kapal di sana dan aku mendapat ide dari itu. setelah beberapa saat aku selesai menyebar bensin ke penjuru ruangan di gudang.
Aku membuat tali yang aku ulurkan ke luar gudang yang sudah aku lapisi bensin kemudian setelah dua orang itu balik ke gudang aku bersembunyi di hutan.
"Sialan orang tadi!, dia menipu kita!" Tegas si orang berotot kemudian temanya yang membawa pistol pun kesal.
"Bang*at! Apa mungkin dia mencuri makana?!"tegas nya dengan penuh panik dan takut mereka menatap saatu sama lain.
Kemudian mereka geram dan membuka gudang lalu mereka memasukki gudang tersebut.
"Euum!, baunya kok gini semacam..." kemudian si orang berotot pun menginjak bensin dan mencoleknya lalu dia mencium itu.
"I...ini!!, ayo segera keluar!!" Tegas orang berotot itu dan aku pun tersenyum di belakang gudang dan memercikan api di tali tadi.
"Hehehe, selamat bakar bakar bor.." ucap pelan ku dengan senyum kemudian aku pun memercikan api dari korek batu.
Suara gesekan....
Percikan api mengenai bensin dan tali pun terbakar di karenakan seluruh tali sudah di rendam bensin alhasil api menyebar dengan cepat.
Tak butuh waktu lama gudang itu terbakar, gudang yang berisi makan kering dan awet mudah terbakar pun menjadi salah satu bahan bakarknya.
Dua orang itu berhasil keluar dengan sedikit luka bakar, mereka menatap ke belakang dengan penuh cemas dan ketakutan.
"I...ini.... kok bisa.."ucap patah patah pria berotot itu kemudian temanya gemetar takut dan menangis.
"Kita akan mati kita akan mati kita akan mati" dia sudah depresi karena dia tau mereka akan mati di exsekusi oleh para bangsawan.
Aku yang sudah berlari menjauh dan melihat dari atas sebuah pohon besar nan tinggi pun tersenyum.
"Pfftt, oioioi masih aja di tempat eue padahal stok makanan terbakar tuh" gumam ku menatap desa itu.
Tak lama kemudian orang orang mulai sadar akan asap yang mengepul ngepul di arah gudang makanan kemudian mereka semua berlari lari ke sana.
Perhatian berfokus ke gudang makanan dan hampir tidak ada orang untuk menjaga desa dan menjaga gudang senjata.
"Kesempatan, dasar orang bego" ucap pelan ku kemudian aku pun turun dari puncak pohon menggunakan tali dan kemudian aku berlari.
Kesempatan yang bagus aku mengeluarkan pistol dan menembak 2 panjaga yang menjaga di depan gudang senjata.
"Apa kau tau katanya gudang makanan terbakar" ujar orang kemudian teman nya tertawa.
"Hahaha, pasti di bunuh tuh si penjaga nya sama kepala desa" merekaa pun tertawa kemudian aku menembak temanya.
"Bukanya be--" temanya menoleh dan melihat ku di pojom yang sedang mengarahkan senjata ke arah temanya.
DORR!!.
Seketika temanya terjatuh dan orang itu pun terkejut dia mencoba mengarahkan senjatanya akan tetapi aku menembaknya duluan.
DORR!.
"Doubel kill..." ucap ku dengan tatapan mata dingin dan pintol yang ujungnya mengeluarkan asap kemudian aku pun berlari mengambil kunci di saku penjaga.
Aku memasukki gudang senjata itu ternyata isinya senjata api seperti AKM, PISTOL GIB , PISTOL DESERT ANGGLE , MACAM MACAM PELURU.
"Muhehe~, ambil seperlunya saja dengan tas sebesar ini.."ucap ku dengan senyum jahat kemudian aku pun mengisi tas besar ku dengan senjaata dan peluru.
BERSAMBUNG ………