CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 1 CHAPTER 21 JAMBU AIR SEGAR..



Hari masih siang menjelang sore tanpa sadar sudah tak jauh dari goa, aku sampai di goa lalu melihat tifa dan angel sedang memasak.


"Aku penasaran apakah gas nya belum habis?" Pikir ku serius


Aku mendekat lalu angel menoleh karena mendengar suara langkah kaki lalu dia melihat ku dan tersenyum "selamat datang sheva" ucap lembutnya.


Tifa pun melirik ku dengan sedikit tertawa "fufufu,udah sampai situ ya hemeh-hemeh~" aku yang mendengar itu mengepalkan tangan ku lalu menjentik jidat tifa.


"Aduh-aduh~, sakit tau sheva kejam" ucap tifa dia mengelus jidatnya yang merah dengan sdikit mengeluarkan air mata karena sakit matanya berkaca kaca.


Setelah itu aku pun bertanya "dimana albert dan alicia?" Mereka berdua menunjuk ke luar dan berkata "mereka di luar" kompak.


Aku pun pergi ke luar menemui albert.


Aku melihat albert yang sedang berenang di bawah air terjun dengan santay nya lalu aku pun melempar batu besar tepat di sampinya yang sedang bergaya pinguin santay mengambang.


Byuuur!!....


Seketika air tenang itu membuaat gelombang yang membuat hidup albert kemasukan air dan secara bersamaan dia terkejut, "ehh!!!,bulubulu...bulup..blupblup." albert yang di dalam air ngomong apa tidak tau karena terdengar blupblup gitu.


"Fuuah!!, sialan kau sheva.... kaget aku" ucap albert kesal, dia keluar dari air lalu mendatangi ku "kau sudah sore kek gini lalu lihat, kulitmu keriput!. Udah berapa lama berendam?" Ujar ku.


Albert pun sadar lalu melihat ke tubuhnya sendiri atau tepatnya jari jari kaki dan tanganya dia pun menatap ku dan tertawa, "hahaha benar juga udah 3jam aku berenang:v" albert tidak marah lalu aku menyuruh nya berganti baju.


Aku tidak melihat alicia dari tadi lalu aku bertanya ke angel dia bilang.


"Alicia?, aku rasa dia tadi ke pantai katanya ada sesuatu yang akan dia ambil" ujar angel.


Setelah aku mendengar angel aku pun berjalan ke pantai, aku melewati sungai dansetelah sampai di belokan sungai aku memasukki hutan dan menembus ke pantai setelah 5 menit berjalan.


Aku berjalan ke arah kapal milik albert lalu aku naik ke kapal itu dan mendengar suara suara gemrisik dari dalam, "yang mana yah?...hmmm....pusing..."suara gemrisik, lalu aku pun berjalan dan melihat di ruangan dari kaca.


Aku melihat alicia sedang mencari cari sesuatu di rak di bawah kasur bahkan sampai membuat seisiruangan berantakan entah aku tidak tau apa yang dia cari.


Aku pun mengetok pintu,


Tok...tok...tok...


"??"alicia langsung menoleh dan melihat aku yang berdiri di depan pintu dan melihat dari jendela kemudian alicia pun berbalik dan membuka pintu. "Ada apa sih?"tanya nya geram, kemudian aku pun menatapnya.


"Kau sedang apa?, lalu berantakan sekali di sini" ucap ku bingung kemudian aku melihat lihat ruangan itu, alicia pun dengan tersipu malu berkata"a..aku bukanya mau mencari bodeka atau apa lah yah!!" Geram nya dengan marah berteriak ke arah ku.


"Kau...ini sundere ternyata yah..."pikir ku berkeringat dingin menatap kosong ke arah alicia lalu dia pun geram dan dengan malu dia mengusirku.


"Pergi pergi dari sini!, aku nanti pulang sendiri bisa pergi!!" Tegas nya dengan geram mendorong ku keluar lalu dia mengunci pintu dan aku pun bingung "a..apa apaan itu!, baiklah aku pergi segera pulang" ucap ku bingung, aku pun pergi.


Saat aku keluar dari kapal aku pergi ke hutan dan sedikit merasa tak enak, "kalau ada apa apa, aku gak enak sama albert jadi ku intai saja" pikir ku kesal, kemudian aku pun mengintai kapal dari atas pohon.


"Aku hanya bawa 1pistol dengan 12 peluru, lumayan lah ya.."pikir ku serius, kemudian aku melihat ada buah jambu air di sampingku dan aku pun makan jambu air yang segar itu sembari duduk santay.


"Kalau aku pulang sekarang, masih ada waktu sampai sore hari jadi daripada gabut mending di sini dulu"pikir ku sembari memetik jambu lalu memakanya, "jambu ini manis nanti aku bawa beberapa lah".


Aku mendengar suara gemrisik orang dan langkah kaki dari arah pantai dan tak lama aku melihat 8 orang dengan senjata tajam dan aku yakin mereka bukan gimle.


"Mereka tidak punya tato di leher jadi bukan gimle, musuh!"pikir ku serius , kemudian aku pun rada malas berdiri dan memutuskan untuk duduk dulu karen hero selalu terlambat.


"Bos!,di sana ada 2kapal!"


"Aku milih cewe sih jehehhe"


Kroco kroco villain...


"Biklah bagi 4 orang ke kapal putih dan lainya ikuti aku ke kapal hitam itu" tegas bos itu dengan tatapan tajam dan muka ada bekas luka pedang.


"Hmm...menarik... tidak semudah itu fergusho untuk menyentuh wanita nya sheva yang di anggap bukan manusia ini"ucap ku serius, tanpa basa basi aku lanjut makan jambu.


Alicia yang sedang tiduran pun bergumam gumam, "kenapa aku memgusir sheva?.... " gumam. "Padahal dia cuma melihat lihat huh..."gumam. Seketika suara langkah kak8 terdengar.


"Itu pasti sheva!" Pikir alicia kemudian dia pun tersenyum lalu berlari membuka pintu, "sheva!!" Teriak nya akan tetapi di depanya bukan sheva tapi 4 orang dengan tampang kasar dan menakutkan.


"Si..siapa kalian!!" Tegas alicia dia mundur ke kasur dengan tatapan suram dan takut, orang orang itu terlihat sangat nafsu dan ingin memperk*sa alicia.


"Bos...ada gadis cantik!"


"Ayo bos kita gangbang"


"Hehehe aku ingin dia memegang joni ku"


Kroco kroco.


Kemudian bos itu pun terdiam lalu dia pun berbalik "kalian keluar semuanya dia milik ku!" Tegas bos itu dengan tatapan tajam kemudian 3 orang anak buahnya pergi menjaga di luar.


"Si..siapa kau, di...dimana sheva?" Tegas alicia dia memojok di kasur dengan ketakutan lalu pria itu pun tersenyum menatap ke tubuh alicia dan alicia pun gemetaar.


"A..apa mau mu sialan!!" Teriak alicia kemudian pria itu mendekat, alicia yang panik menyerang dngan kaki nya tanpa melihat lalu pria itu memegang kaki alicia dan alicia tidak dapat menggerakkan kakinya.


"Wow~, paha yang bagus nona" ucap pria itu menatap paha alicia kemudian dia melebarkan kaki alicia selebar mungkin membuatnya menangkang, "arg!!, sakit!!.... dasar orang masum!! Hiks...hisk" tegas alicia dia kesakitan karena selangkanganya tiba tiba di lebarkan.


"Sheva tolong aku!" Pikri alicia dia menangis lalu pria itu melepas celananya dan tanpa angin tanpa hujan aku mendobrak pintu.


Bruuakk!!!...


Pria itu langsung menoleh dan dengan muka garang dia menatap ku "bajing*n kau menggangguku!!" Tegas nya kemudian dia melihat wajah ku dan pakaian ku penuh bercak darah.


"Apa kau membunuh semua anak buahku?" Tanya pria itu dia berkeringat dingin kemudian aku tersenyum ke arah nya dengan tatapan dalam dan tajam, pria itu gemetar di kakinya dia baru pertama kali merasakan gemetar karena lawan yang kuat.


Aku menodong kan pistol ke ke arahnya kemudian pria itu tersenyum, "apa yang kau lakukan dengan sebongkah besi itu?" Ujar sombong pria itu dia menganggap pistol sebuah sebongkah besi.


"Itu hanya sebongkah besi mana mungkin bisa membunuh ku, lagian kenapa aku gemetar hahaha lolucon" pikir pria itu dengan senyum di wajahnya.


Aku menghela nafas dan tersenyum lalu berkata " apa itu kata kata terakhir mu?"kemudian pria itu menatap ku dengan wajah garang lalu dia menyerangku dengan pedang dia melesat ke arah ku dan seketika.


Bang!!...


Kepala pria itu berlubang dan berdarah seketika dia mati dan terjatuh, "sebongkah besi kah.... begitu yah..." ucap pelan ku sembari beejalan melangkahi mayatnya menuju ke alicia.


Aku mengambil jaket di bawah lalu menyelimuti alicia yang gemetar ketakutan itu lalu aku tersenyum, "untung masih sempat... masih perawan kan yah?..." pikir ku tenang. Kemudian aku menoleh ke arah mayat lalu aku tersenyum "wokeh alicia masih perawan!!" Pikir ku senang dengan mengepalkan tangan ku.


Aku melihat alicia pingsan karena ketakutan lalu aku menghela nafas dan mengelus kepalanya, "kau melewati sesuatu yang buruk sebagai pengalaman yah...maaf" ucap pelan ku sembari mengelus kepala alicia kemudian aku pun menggendongnya kembali ke goa.


BERSAMBUNG ……………