
Aku dengan sempoyongan berdiri setelah terjatuh akbitan berusaha menghindari serangan ular itu, ular itu sangat ganas apalagi saat dia mencium bau darah dari tubuh ku.
"Sialan.... ular ini sungguh merepotkan"pikir ku serius, aku melihat di depan ku ular itu menerjang seketika aku pun menghindar lagi, setelah serangan pertamanya dia berbalik dan menyerang lagi dari belakang.
"Sialan!!" Pikir ku sembari menahan rasa sakit aku mencoba menghindari serangnya akantetapi aku tidak melihatnya, aku melirik ke belakang ular itu tidak ada.
Aku melihat sekeliling dengan penuh panik dan terkejut, "u...ular itu kemana?" Ucap pelan ku dengan menelan ludah ku ,ular itu menghilang seakan akan tidak pernah ada.
Rasnya tidak percaya ular sepanjang dan sebesar itu menghilang dalam sekejap , aku berpikir sembari berhato hati dan waspada.
"Tanah?, tunggu!!!.... atas!!" Ucap ku serius, aku akhirnya sadar bahwa ular yang besar itu sudah menelimuti bagian atas tempat ku berdiri dengan tubuhnya dan siap menerkamku.
"Hahahaha, sialan.... mana mungkin aku bisa menghindar kalau begitu.... curang sekali..." ujar ku tertawa, aku tertawa sembari menutup mata ku dengan telapak tangan lalu mengintip di sela jari.
Ular itu menjatuhkan dirinya dan kepalanya menunjukkan taringnya ke arah ku dengan rahang terbuka lebar, aku hanya menatap ke atas dengan tatapan dalam dan pasrah.
Seketika aku yang sudah pasrah itu teringat perkataan ku untuk menjaga angel sampai dia pulang dan aku pun kembali seperti semula , "benar!!, masih ada janji yang aku pegang!" Pikir ku serius.
Tanpa ragu ragu aku mengambil pistol dan belatiku lalu menembak ke arah mulut ular itu.
DOR...DOR..DOR..DOR...DOR..DOR..DOR..DOR..DOR..
Pinstol dengan 8 peluru aku tembakkan ke arah dan tempat sasaran yang sama delapan kali dan itu mampu menembus tulang empuk di dalam mulut ular itu sampai ke otak nya.
Suara ular itu sangat keras.....
Seketika ular itu jadi aneh seperti orang kejang kejang dan terjatuh
Bruuk!.....
Aku beruntung aku berada tepat di samping kepala ular dan di sana ada celah karena ular itu bertingkah aneh tadi , kepala ular tertimpa tubuhnya sendiri saat dia sekarat dan mati.
Aku melihat ke atas dengan tubuh penuh darah ular itu yang tadi menetes dari atas kemudian aku menoleh menatap tangan ku yang memegang pistol.
"Aku selamat....dan menang!" Ucap pelan ku dengan terkejut dan senyum bahagia terlihat di wajah ku , aku menangis karena bahagia dan aku mengusap air kata ku.
"Sungguh.... ini pengalaman yang buruk..."pikir ku dengan tersenyum kemudian aku pun keluar dari mayat ular itu, aku melihat ular itu belum mati sepenuhnya karena ada bagian tubuh yang masih berggerak sedikit.
Aku mengeluarkan belati ku dan mengisi ulang pistol lalu berjalan ke arah kepala ular itu dan aku pun hanya melihat lehernya saja karena kepala nya tertutup tubuhnya.
Aku menembak dari sebuah cela berulang kali sampai peluru ku habis dan aku mengganti kya dengan kotak terakhir yang aku bawa dan menembak lagi sampai otak ular itu terlihat karena tempurung kepalanya pecah bagian belakang kemudian aku mengoyak otaknya dengan pisau sampai sampai sekujur tubuhku penuh darah ular.
Setelah ku pastikan beneran mati aku pun mendengar suara suara retakan di belakang kemudian aku melirik ke belakang dan terkejut bahwa anak anak nya sudah menetas semuanya.
Aku berada di depan 6 ular itu mereka seperti upar besar namun mereka adalah bayi ular dan apakah kalian tahu bahwa hewan saat pertama kali datang ke dunia yang mereka lihat pertama kali akan mereka anggap ibu mereka.
"Apakah, kau hanya ingin melindungi anak anak mu?" Pikir ku sembari melirik ke arah tubuh ular yang mati ku bunuh kemudian aku menggeramkan gigi ku dan aku pun menghela nafas dan menatap anak anak di depan ku.
"Jadi dia tidak berniat menyerangku namun aku yang menjadi ancama karena mendekati anak nya huh...... aku yang salah nih?" Pikir ku serius, kemudian aku pun mengelus kepala salah satu bayi itu dan bayi itu mengelus kan kepalanya ke tangan ku.
Aku tersenyum tipis sembari menatap anak ular itu dan kemudian anak ular lainya datang menghampiri ku dan mengelus kepala mereka ke tangan ku seperti menganggap aku orangtua mereka.
"Haah~, biklah akan ku jaga mereka dan juga mereka akan menjadi senjata yang bagus " pikir ku serius, aku pun membawa ular ular itu mereka mengikuti ku dengan cepat mereka sudah bisa berjalan seperti ular pada umumnya.
"Aku tak percaya, ibu mereka sepanjang kereta dengan 8 gerbong.... apakah mereka akan sepanjang itu saat dewasa berarti..." pikir ku melirik ke belakang , aku membayangkan menaiki 8 ular bagaikan ksatria menunggangi hydra.
Kemudian aku pun sampai di depan goa dan masuk di dalam sangat sepi dannaku pun berjalan sampai di ujung atau pintu masuk aku melihat mereka bertiga sedang membuat sesuatu dengan mesin kapal dan baling baling kapal, aku pun menatap mereka kemudian angel pun melihat ku dia seketika tekejut.
"Kyaaa!!!" Teriak angel dia mundur dan albert pun mengambil belati di pinggulnya dan mencoba melindungi mereka ber dua kemudian aku pun bingung.
"Ada apa?" Ujar ku dengan penuh darah di sekujur tubuh dan 8 ular besar yang muncul di sela selan tubuh ku kemudian mereka ber 3 nyawanya melayang dan pingsan.
"Ah.... jadi begitu....." ucap pelan ku sembari menatap tubuh ku dan 8 uoar itu kemudian aku pun mengusap kepala ku dengan tertawa, setelah itu aku pergi mandi berserta 8 ular itu.
Entahlah saat aku berennag di sungai mereka malah berburu ikan dan memberikanya ke pada ku, "apakah ini kebalik?..." pikir ku dengan tubuh di penuhi mayat ikan.
Setelah itu aku berganti baju dan membangunkan mereka bertiga dengan cipratan air,
"Oi bangun" ujar ku datar.
Mereka membuka mata dan langsung teringat kemudian berteriak,
"Kyaaa monster!!"
"Di mana siluman tadi!!"
"Sheva!, kau melihat monster kan!!"
Aku pun hanya diam dan tertawa karena mereka lucu kemudian aku pun tersenyum dan berkata " maaf itu tadi tak sengaja" dengan 8 ular yang mejgeluarkan taringnya di belakang ku seketika mereka pingsan lagi.
"Yare yare~, merepotkan..." ucap ku dengan berkeringat kemudian aku memilih mengajari ular ular itu.
BERSAMBUNG..... h