CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 1 CHAPTER 29 BERHASIL



Dorr!!!.......


Wanita itu nerkeringat dingin lalu dia membuka matanya akan tetapi dia tidak terluka tembak sama sekali saat dia melihat ke arah ku dia tersenyum bahwa aku tertembak di bagian dada kiri ku oleh seseorang yang di belakang ku.


"Ba..bagaimana....mungkin!!, ntah di game atau real tukang bokong emang ngeselin..."pikir ku memegang dada kiri ku yang berdarah kemudian aku muntah darah.


"Ueak!!,si...sialan..."ucap ku menahan rasa sakit kemudian aku pun tepar di lantai lalu melirik ke atar wanita itu dia menatap rendah ku dengan senyum seakan akan ini kemenangan nya.


"Kerja bagus budak, sekarang habisi dia"ucap senang wanita itu kemudian orang yang menembak ku adalah seorang remaja laki laki dengan tubuh gemetar dan mata berkaca kaca.


"Ti...tidak..a..aku tidak mau"ucap nya patah patah ketakutan dengan tangan gemetar dia menurunkan pistol lalu wanita itu geram dan menampar lalu mendorong nya sampai jatuh.


Suara tamparan....


Dorong!....


"Aduh!...."dia kesakitan lalu dia melihat wanita itu mengarahkan ujung tembaknya ke arah bocah itu kemudian bocah itu genatar dan ketakutan setengah mati.


"Dasar budak sialan! Ku bilang bunuh ya bunuh, hidup mu milik ku budak!"tegas wanita itu dengan kerut di wajahnya mengarahkan ujung senjatanya ke arah bocah dunggu ketakutan itu.


"Dasar bocah kencur...... "ucap pelan ku tersenyum menatap bocah itu kemudia bocah itu melihat ku tersenyum dia menangis mengeluarkan airmata tapi tidak bersuara menatap ku dengan tatapan bersalah dan sedih.


"Btw kenapa kau tambah nangis?, aku hanya ingin memghiburmu "pikir ku bingung kemudian aku melirik ke atas aku menemukan sebuah celah untuk membalikkan keadaan.


"Bocah budak sepertimu harus menuruti bangsawan sepertiku!!, lagian kau juga akan ku bunuh!, adik mu juga heheh"ucap wanita itu dengan penuh amarah lalu dia mengancam bocah itu seketika bocah itu terkejut lalu dia menatap dengan ketakutan.


"Tidak...tidak.....tidak....jangan adik ku....kumohon!"ucap nya dengan menangis lalu dia pun bersujud di depan wanita itu kemudian wanita itu tersenyum lalu menginjak kepala bocah itu.


Menginjak dengan keras....


"Arg!!, ku...mohon"ucap nya dengan kepala berdaraj akibat spatu wanita itu membuat kepala nya berdarah lalu wanita itu tertawa berbahak bahak, "hahahha harusnya begitu kau budak" ucap nya menghina anak itu dengan menakan kaki nya ke kpala anak itu.


"Kalau di biarkan dia bisa mati nih....btw kok gw masih hidup?...... sungguh keajaiban....horee!!" Pikir ku bingung lalu setelah aku berbalik lalu duduk dan mengecek luka di dada ku sudab sembuh aku pun bahagia.


Aku mengambil senjata ku lalu aku pun memukul belakang kepala wanita itu dengan tumit senjata sehingga dia terkapar pingsan.


"Hahahaha, kuaak!!"wanita itu pingsan seketika dia terjatuh lalu si anak pemberani itu dia pingsan akibat luka yang serius di kepalanya kemudian aku memanggil tim 1 untuk kembali.


Menyala kan wokitoki.....


"Bepp!!, ini tim 1 ada apa komandan?"suara dari wolkitoki kemudian aku pun menyuruh nya mundur semua.


"Mundur ke lantai 2" kemudian mereka pun bergegas mundur.


"Tuan akan tetapi ini akan susah karena penjagaan yang ketat kami dapat laporan bahwa tim 2 juga terjebak di lantai 1" ucap salah satj anggota kemudian aku pun dapat ide.


"Aku aka jadi umpan saat kekacauan terjadi segera keluar bersama tim 2 lalu segera ledakan bom setelah 10menit kalian sampai di desa" ucap ku serius kemuudian semua tim pun hanya bisa menerima rencana ku.


Dan kekacauan pun di mulai dengan aku menembak dan memperlihatkan wujud ku di kerumunan pasukan musuh di aula kapal.


Suara tembakan beruntun.......


"Sisa waktu 4 menit sampai mereka sampai ke desa"pikir ku serius sembari membantai orang orang di aula itu yang sedang berpesta entah mengapa merek malah berpesta di padahal ada penyusup.


"Baiklah!, ayo cari yang lainya" pikir ku serius kemudian aku meninggalkan aula lalu pergi ke lantai 3 untuk mengexplore lanjut, setelah beberapa saat aku menemukan gerombolan anak anak laki laki dan wanita sekitar umur 5-9 th mereka di kurung di dalam kamaar dengan luka di sekujur tubuh mereka.


"Kalian kami datang menyelamatkan kalian"ucap ku mencoba menghibur anak anak itu kemudian anak anak itu melirik ke arah ku lalu mereka menjauh karena takut di siksa kemudian aku pun mencoba menghibur mereka.


"Kami dari desa, aku akan membawa kalian pergi dari sini dan kita akan bahagia"ucap ku dengan senyum lalu anak anak itu saling tatap kemudian mereka mendekatiku dengan memelukku.


"Jumlah mereka ada 15 anak sial ini banyak sekali!!"pikir ku gelisah kemudian aku pun menuntuk mereka ke luar dengan hati hati merek berjalan di belakang ku, "kalian ikuti saja kakak ya"ucap ku dengan senyum kemudian anak anak itu mengangguk.


Aku membawa anak anak keluar dengan berhati hati dan pelan pelan sesampainya kami di tempat pintu keluar kami terhadang pasukan musuh yang banyak jumlahnya.


"Anak anak keluar lewat pintu itu dan segera lari!!"tegas ku mencoba melindungi anak anak dengan tubuhku dan aku yang terus melawan dengan menembak, anak anak mulai turun semuanya mereka tidak lari melainkan menunggu ku di ujung.


"Lh kok gak lari sih!!"pikir ku kemudian aku mendengar suara menit menit ledakan yang mau meledak,


Tiit...tit....tit....tiiiit....tit..


"Sial aku lupa!!, kalau aku pergi dan ini meledak anak anak akan bahaya "pikir ku serius melirik ke belakang kemudian aku melihat sekeliling lalu aku mendapatkan sesuatu yang aku cari."dapat!!"pikir ku senang kemudian aku berlari ke arah kanan dengan cepat aku memgambil bongkahan besi berukuran 3X2m yang tergeletak.


Sura tembakan....


Suara tembakan....


Mereka menembakku dan aku berlari setelah sampai di pintu aku mendengar suara bomnya sudah mau meledak aku meelirik kenarah belakang dengan bongkahan besi di punggung ku.


Tiiiiitttt!!!!----Boom!!.....boom!!!!......bom!!!!....


3bom yang di pasang oleh 03 meledak dan efec ledakan menyebar lalu aku yang melondungi anak anak dari dampak ledskan dengan bongkanan besi yang aku taruh di punggung ku dan anak anak yang berkumpul di depan ku.


"Arrg!!!, ini sakit!!....."pikir ku menggeramkan gigi gigi ku kemudian aku memegangi erat besi panas yang di punggungku dengan menatap ke arah anak anak lalu setelah dampak ledakan berakhir aku mengalami luka bakar yang serius dan sangat tepat waktu mereka datang tim1 2 dan 3.


BERSAMBUNG …………