CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 1 CHAPTER 20 DESA/SUKU?



Setelah itu malam hari itu aku membawa si wanita bangsawan itu di suatu ruangan yang di siapkan anggota gimle dan aku juga membawa semua alat alat penyiksa dan belenggu di ruangan kanan lantai 1 rumahnya, aku membelenggu ke dua tangan dan kakinya lalu menggebyurnya dengan air.


Byuur!..


Seketika wanita itu bangun dengan gelagapan karena air,"haah!..hah!!. A...apa apaan ini!!" Tegas wanita itu setelah dia mencoba menggerakkan tubuhnya, lalu aku pun tersenyum dan menyalakan lampu.


Lampu menyala / obor....


Setelah itu orang yang menyalakan obor keluar dan di luar ada 2 penjaga bersenjata lengkap kemudian aku pun tersenyum ke arah nya lalu mengambil sebuah pisau bedah.


"K...kau...siapa kau!" Tegas wanita itu kesal kemudian aku pun mendekatinya dan memegang dagunya dengan jari lalu aku membuatnya melihat ke arahku.


"Aku?, siapa aku?, apa kau di perbolehkan berbicara selain menjawab?" Ucap ku dengan tatapan dalam menatap mata wanita itu seketika aku menggores pipi kanan wanita itu.


"Arg!, a...apa yang kau laakukan bangs*t!!" Tegas nya dengan tatapan suram ke arah ku dan dia ketakutan lalu aku pun tersenyum ke arahnya seolah olah menikmati expresinya. "Ini hanya angkting sih..." pikir ku.


"Jawab pertanyaan pertama, kalian datang ke pulau ini menaiki apa?" Ujar ku sembari bermain main dengan pisau bedah lalu wanita itu pun kesal dan berteriak " aku tak akan berkata satu pun informasi ke pada mu kepar*t!!"


Aku pun melirik ke arahnya dengan tajam kemudian aku pun kembali bermain main dengan pisau dan bernyanyi" tik-tok-tik-tok-tik-tok~" dengan senyum ke arah pisau lalu wanita itu melihat ku dia gemetar.


"Bagaimana ini!!,jika aku tidak menjawab dia akan membunuh ku.... bodoh lah aku gak mau mati!!" Pikir wanita itu berkeringat dingin dan gemetar lalu dia pun dengan suram berkata" ka...kami...menaiki...sebuah...kapal yang di isi dengan para elite global"


Aku pun meliriknya lalu menaruh pisau bedah itu dan kemudian aku tersenyum "berapa banyak orang yang masih di kapal?" Tanya ku sembari mengambil sebuah pen*s silikon lalu aku pun menatap nya ke bagian bawah.


"Kek!!, a..apa yang kau lakukan mesum!!, ba..baiklah!...masih ada 10 petinggi lain di sana yang di jaga dengan persenjataan penuh" ujar nya dengan panik kemudian aku pun menaruh mainan itu dan pergi.


"Tu...tunggu!!, bukanya kau akan melepasku?" Ucap nya dengan senyum dan berkeringat dingin lalu aku berhenti dan melirik ke belakang"siapa yang akan membebaskn mu dasar lonT" ucap pelan ku kemudian wanita itu terdiam dengan panuh kepanikan.


Aku yang berada di luar bertemu 01 dan dia bertanya, "apakah anda mendapat informasi yang anda inginkan?" Dengan menundukkan kepala lalu aku tersenyum dan 01 sudah paham lalu dia bertanya


"apa yang akan anda lakukan dengan 2 wanita itu?"lalu aku pun melirik nya dan kemudian aku berkata " jadikan mereka budak segs untuk para anggota gimle gratis, lagian mereka hanya akan jadi mainan"


01 terkejut lalu dia berkeringat " ta..tapi tuan, mereka cantik bukanya bagus untuk tuan saja?"tanya 01 dengan penasaran lalu aku pun berkata dengan dingin


"Lalu saya pamit tuan, saya akan segera melakukkan perintah tuan" ucap 01 dengan sedikit sedih kemudian dia pun masuk ke ruangan itu beberapa saat aku mendengar suara suara orang sedang melakukan hal itu mungkin itu 01 dan si jal*ng itu.


"Hmp!, baiklah saatnya pulang" ucap pelan ku sembari berjalan keluar lalu aku melihat pasukan gimle mulai membanyak dan semakin banyak sekarang mungkin setengah populai di desa sudah bergabung.


Aku pergi dan pamit ke 02 lalu titip salam ke yang lainya , aku berjalan ke dalam hutan lalu aku pun berjalan sampai ke sungai dan kemudian aku pun kembali ke goa.


Di goa albert sedang berexperimen dengan mesin mesin kapal dan berniat membuat mesin kincir air untuk membuat listrik, aku tidak bisa membantunya karena aku tidak tau tentang hal begituan akan tetapi aku bisa membantunya membuat kincir airnya.


Angel dan tifa sedang mencari persediaan makana sayuran di hutan 1 dengan 8 pengawal nya lalu alicia sedang mencari bahan obat obatan tradisonal dengan angel dan tifa.


"Oi albert, apa yang kau perlukan?"tanya ku sembari menyapa albert dan mendatanginya kemudian albert pun menoleh lalu dia mengelap keringat "aku masih belum membutuhkan apa apa sekarang , makasih sudah mau bantu bro" ujar nya.


Kemudian aku pun pergi, "kalau gitu aku pergi dulu" ujar ku sembari melambaikan tangan dan albert pun melanjutkan penelitianya kemudian aku masuk ke goa dan berjalan ke ujung goa.


"Aku penasaran bagaiaman kabar ular itu?" Pikir ku bertanya tanya kemudian aku berjalan ke arah jalan mayat ular itu.


Sesampainya di sana aku terkejut sekali karena mengetahui bahwa tubuh ulr itu cuma tinggal tulang dan bekas darah lalu aku pun mendekat dan menyentuh tulang itu masih ada sisa sisa daging lalu aku menyimpulkan


" ini tidak di makan hewan akan tetapi sengaja di ambil dagingnya dengan pisau" ucap pelan ku serius. Tanpa basa basi aku melirik ke kanan dan kiri dengan tajam.


Aku melihat bekas darah mengarah ke arah utara mayat lalu aku mengikuti jalan darah itu pelan pelan dengan waspada,"aku harus waspada" pikir ku serius, aku berjalan semakin cepat lalu aku pun setelah 15 menit berjalan aku menemukan sebuah desa kecil dengan kayu dan daun daunnan saja.


"Apa ini suku?, gak mungkin lah ya di masa depan masih ada suku tetpencil yang gak ikut ke modrn" pikir ku serius kemudian aku pun mengintai suku itu dari hutan yang lebat sembari berhati hati dengan hewan buas.


"Ini aneh... benar benar aneh!, aku melihat anak anak saja dan di mana orang dewasanya?" Pikir ku bingung, aku berada di atas pohon sembari mengintai suku itu, tak lama orang dewasa dari suku itu datang dan jumlah mereka sekitar 100 orang dengan senjata kayu dan batu.


"Apa mereka tidak memakai senjata besi?, ini aneh aku harus mendapatkan informasi tetapi aku tidak boleh melakukan hal nekat sekali lagi.... pulang ah terlebih dahulu" pikir ku.


Aku pun memutuskan untuk turun dan kembali ke goa dengan pelan pelan agar tidak menimbulkan kecurigaan lalu aku pun berlari saat sudah jauh jaraknya.


BERSAMBUNG ………