
aku kawatir saat ini kemungkinan mereka bisa menemukan ku dan angel sangat tinggi dan juga pulau ini luas lebih enak jalan lewat pantai.
Aku melihat sesuatu yang terdampar di pantai dan kemudian aku pun tersenyum senang karena itu adalah benda yang aku butuhkan.
Aku menghampiri angel yang sedang berlatih menjahit di kamar, "angel aku ingin bicara" ujar ku sembari membuka pintu.
Angel yang sedang menjahit pun menoleh dan berkata "masuklah" kemudian aku pun duduk di depan angel.
"Ada apa sheva?" Tanya angel dia melihat ku kemudian aku pun menjawab " kita harus pindah" angel pun terkejut dengan perkataan ku.
"Apa maksudmu?, kita pindah? Kemana?" Ujar angel dengan menjahit dan menatap tajam ku , aku pun memberitahunya.
"Tak jauh dari sini ada sebuah goa yang dulu aku pakai untuk bermalam, kita bisa tinggal di sana" ucap ku dengan penuh percaya diri.
Angel terdiam lalu dia berkata "terus.... bagaimana cara kita membawa semua persediaan dan alat alat?" Aku pun tersenyum dan berkata.
"Kita akan menggunakan gerobak" jawab ku dengan penuh percaya diri kemudian angel pun menatap suram ku.
"Ada apa?,apa ini aneh?" Tanya ku yang bingung kenapa angel menatap ku begitu kemudian angel pun berkata.
"Gih.... gerobak nya siapa?, kalau emang ada gerobak gak kungkin kamu bawa senjata di tas waktu itu" ujar angel kemudian aku pun tertawa.
"Pfft benar sekali"tawa ku kemudian angel pun bergumam "gak kungkin lah ya gerobak terseret arus sampai di sini" kemudian aku pun teringat.
"Ada kok" ucap ku kemudian angel pun berkata "ya..yaa..ada.. eh?!!" Ucap angel kemudian dia sadar yang aku katakan.
"Apa yang kau katakan!!" Tegas angel dengan terkejut kemudian aku tersenyum dan berkata " ada kok aku tadi lihat " angel pun linglung.
Kemudian aku mengajak angel ke goa terlebih dahulu dan sesampainya di depan goa angel kagum.
"Woaah~, beneran ada goa di balik air terjun ya.." ucap nya dengan melongo melihat air terjun kemudian aku pun menyajaknya masuk.
"Dan kita bisa masuk lewat samping" ucap ku sembari berjalan memasukki goa kemudian kami pun sampai di dalam.
"Aku jelaskan goa ini memiliki ujung yang bolong juga loh" ujar ku sembari menjelaskan kemudian angel pun sadar ada sebuah koper aneh.
Angel membuka koper itu dan terkejut muka nya memerah kemudian aku yang sedang menjelaskan menoleh.
"Angel kau dengerin gak si....h"ucap ku sembari menoleh kemudian aku sadar bahwa aku lupa membuang koper itu.
Muka angel memerah saat melihat satu set pakaian renang wanita yang imut kemudian dia menatap ku.
"Dih...anjirr aku lupa buang koper bang*at itu !" Pikir ku dengan panik dan berkeringat kemudian aku pun mencoba menjelaskan.
"A...itu aku menemukanya terdampar.."ucap ku dengan mencoba untuk menyakinkan angel akan tetapi angel malah menatap ku dengan tatapan suram.
"Sial!!" Pikir ku denga senyum dan berkeringat kemudian angel pun berdiri dan memalingkan wajahnya.
"Ta...tak habis pikir...sheva...suka yang... kecil.." ucap nya dia tersipu malu dan memalingkn wajahnya yang memerah kemudian aku pun berkata tanpa pikir panjang.
"Aku lebih suka oppai besar!!" Teriak ku dengan kelakuan seperti bocah kemudian angel pun terkejut.
"Ah..sialan mulut ku njir" pikir ku kemudian aku melihat angel yang melirik ku dengan tersipu malu.
"Be...begitu kah..heheh" ucap nya dengan sedikit tertawa kita anggap saja dia tidak kecewa dan marah ke pada ku.
Kemudian kami pun melanjutkan pindahan rumah kami.
"Wanita sungguh merepotkan....." pikir ku dengan tubuh lesu berjalan mendorong gerobak ke arah goa.
Setelah pagi sampai sore hari kami masih belum selesai akan tetapi persediaan makana dan senjaata sudah di goa semua, angel membersihkan goa dan menatap persediaan.
Di kapal masih ada mesin kapal gas,kompor,lemari,tempat tidur dan beberapa sofa, "apa harus ku bawa semua?" Pikir ku sembari membuat api unggun.
Suara memercikkan batu korek......
Percikan api membakar selapun kelapa dengan cepat dan api pun jadi lalu aku pun menyiapkan tempat untuk memasak.
"Oooii, bentar lagi matang ayo makan" teriak ku kemudian angel pun menjadwab " baiklah" dan setelah itu kami makan malam.
"Nee~, sheva " ucap angel sembari memakan sup dan kemudian aku pun menoleh dan berkata "ada apa?"
Angel yang sedang memandangi ke luar dia berkata " apakah kita bisa pulang?..." aku terkejut dan terdiam lalu aku pun berpikir.
"Benar juga yaa.... kalau aku sih gak begitu mau pulang....akan tetapi itu berbeda bagi angel mungkinkah dia ingin pulang?" Pikir ku dengan menatapi mangkuk ku.
Lalu aku pun memejam kan mata ku dan berkata "jika memang ada jalan untuk kembali aku akan usahakan semampuku sampai kau bisa pulang" ujar ku dengan penuh percaya diri.
Angel menoleh terkejut menatap ku kemudian dia tersenyum dengan pipi memerah dan berkata "terimakasih sheva kau selalu membantuku dan menolong ku "
"Hemm..." jawab ku sembari menutup mata ku dan aku berfikir
"Begini lebih baik....tetapi aku bukannya ak
u terlalu egois?..."
Aku dan angel bercanda tawa dan makan bersama malam itu yang dingin terasa sangat hangat bagiku.
Keesokan harinya aku melanjutkan mengambil barang yang tersisa sesampainya di pantai aku mendengar suara suara orang.
"Oi... bukanya ini berarti ada orang lain yang karam sama seperti kita?" Ujar orang itu dia seorang laki laki dan temanya perempuan.
"Kakak benar berarti kita tidak sendiri di pulau ini" ucap riang perempuan itu.
"Hmm..mereka juga terdampar kah.... itu kapal mereka?" Pikir ku sembari mengintip dari balik pohon.
Kapal mereka sama seperti punya angel akan tetapi warnanya hitam aku tidak tau kenapa mereka bisa karam di pulau ini padahal kapal mereka terlihat baik baik saja.
"Kakak, apakah kita harus mencari atau menunggu?"ucap tanya adiknya itu dan kakak nya pun duduk di sofa dia berkata " kita akan menunggu orang itu"
Mereka berdua memiliki rambut pirang dengan mata hijau zamrud dan kulit putih , sang kakak tampak seperti seorang yang dapat di andalkan.
Kemudian aku pun keluar dari hutan memegang akm ku dan menarik gerobak dua orang itu mendengar suara gerobak ku dan mereka menoleh.
"Ka..kakak!" Ucap perempuan itu dia gemetar karena aku memegang senjata dan kakak nya pun waspada dan mendepani adiknya.
"Kita tidak tau dia teman atau musuh berhati hati" bisik sang kakak dengan berkeringat kemudian aku berjalan dan berhenti tepat di depan mereka.
"Oi!" Tegas ku kemudian dua orang itu terkejut dan berkeringat mereka menatap ku dengan tatapan tajam dan waspada.
"Yare yare~ kalian ngapain di kapal nya angel?" Ujar ku dengan menatap mereka kemudian mereka pun saling tatap dan mengangguk.
"Kami adalah orang yang terdampar juga, itu kapal kami" ujar sang kakak kemudian aku menoleh ke kapal mereka.
"Hmm.... terdampar kah... bukanya kapal kalian baik baik saja tuh?" Ujar ku dengan senyum menatap mereka.
Sang adik yang geram dan kesal itu pun berjalan di depan kakak nya dan berkata ke arah ku "kami terjebak dan tidak tau arah jadi kami memutuskan untuk melabuh di pulau ini" tegas nya.
Aku menatap mata adiknya , matanya berkata bahwa dia tidak bohong dan berani membuktikanya sedangkan sang kakak di lihat dia bisa di andalkan kalau dia bersama adiknya.
"Duo yang berguna kah...menarik"ucap pelan ku kemudian mereka berdua bingung dan aku pun naik ke kapal.
"Baiklah, aku kasih saran untuk segera pergi dari pulau ini" gumam ku sembari berjalan melewati mereka.
Mereka berdua bingung dan saling tatap lalu saling berbisik, kemudian aku pun mengambil gas dan kompor lalu benerapa kain dan selimut bantal milik angel.
"Dia katanya kedinginan...." pikir ku mengingat angel yang bilang bahwa dia kedinginan kemudian setelah selesai aku pun turun.
Dua orang itu menatap ku dan saat aku mau pergi mereka mendekatiku dan berkata "kami ingin ikut dengan mu" ucap mereka kemudian yah aku membawa mereka ke goa.
BERSAMBUNG ………