CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 1 CHAPTER 1 PROLOG



Hai, perkenal kan nama ku sheva (laki laki) umur ku 16th anak tahun ke 2 SMA dan juga seorang otaku survival.


Aku memenangkan sebuah kupon liburan musim panas di kapal pesiar yang mewah kemarin.


"haah~, lagian ortu juga kerja luar negri aku sendirian sekali sekali liburan lah yah" ucap ku sembari duduk di kapal pesiar.


Aku bersantay dan menikmati pemandangan kemudian setelah hari mulai sore awan mendung mulai terlihat.


Suara gemuruh....


"Wow....tampaknya akan hujan nih" ucap ku sembari berjalan masuk, kemudian aku pun memesan makanan di tempat makan.


"Hmm~, enak apa lagi kalau ada rendang hehehe.."ucap pelan ku sembari memakan steak di depan ku.


Suara gemuruh......


Hujan turun dengan deras....


"Tuh kan hujan, btw ombak nya kok tiba tiba jadi ganas yah..."pikir ku sembari melihat ke jendela.


Ombak mulai ganas dan besar, suara gemuruh dan hujan deras lalu angin yang kencang menghiasi malam ini.


Aku tenang tenang saja karena menganggap ini akan cepat berlalu akan tetapi kapal yang aku naiki ini mulai tertejang ombak.


Suara ombak....


Kapal miring ke kanan dan ke kiri, aku mencoba untuk berpegangan dan berjalan perlahan masuk ke lorong dan kembali ke kamar.


Tapi naas nya aku cuma bisa berjalan sedikit demi sedikit.


"Sialan!, kok malah kayak truk oleng anjir...."pikir ku yang mencoba bertahan di sebuah tiang.


Kapal semakin oleng sampai sampai ruangan makan di lantai 1 kemasukkan air sedikit demi sedikit dan ombak juga menerjang.


Aku mencoba menahan terjangan ombak yang mengenaiku, kaca kapal pecah karena ombak yang menerjang.


"Gw jadi ngeri anj*ing!" Pikir ku dengan berpegang erat di tiang dan menutup mata ku, aku menahan air yang menyeret kaki ku.


Kapal yang oleng ke kanan dan kiri itu semakin kuat semakin lama, aku pun yang terombang ambing pun mulai pusing.


"A...aku....ti...tidak kuat...la...lag....i"ucap pelan ku dengan sedikit demi sedikit kesadaran ku hilang dan aku pingsan.


Tubuh ku terlempar keluar kapal dan di terjang ombak besar lalu ombak itu menyeret ku ke sebuah pulau.


Aku terdampar di sebuah pulau dengan keadaan pingsan di bibir pantai ombak menyapu ku sampai ke sini.


Ada kepiting kecil yang mendekati ku dia memutari wajah ku,


"???" Kepiting itu penasaran dengan hidung ku lalu dia mencapitnya.


Seketika aku sadar dan berteriak "bangst!!, sakit anjing!!!!" Sembari mencoba mencopot kepiting itu.


Dan akhirnya copot...


"Ah!!, sakit!..sakit banget pengen nangis sumpah hiks..." ucap pelan ku sembari memegangi hidup ku yang berdarah.


Kepiting itu tersapu ombak dan hilang ke bawa arus, aku pun memandangi di depan ku terdapat hutan lebat.


"Aha... aku di mana?"ucap ku dengan bingung menatap ke depan lalu aku pun mencoba mengingat dan aku pun teringat.


"Jadi begitu kah...... baiklah ayo coba bertahan hidup di pulau entah berantah ini" ucap ku dengan gelisah kemudian aku pun percaya diri.


Aku mencoba mencari di saku ku..... dan akhirnya dapat,


"Okeh masih ada huh..." ucap senang ku dengan benda itu.


Kemudian aku pun melihat pohon kelapa banyak sekali dan sudah berbuah lumayan banyak.


"Hmm, persediaan makanan pertama di dapatkan.." ucap ku dengan serius kemudian aku pun mendekati pohon itu.


Aku nerpikir bagaimana cara memanjatnya lalu aku pun mencopot ikat pinggang ku.


Kemudian aku mengikat kan ke pohon kelapa dan ke pinggul ku lalu aku mencoba naik ke atas, "ini cara yang aku pikirikan sih.." pikir ku.


Setelah sampai di atas aku mengambil 5 buah kelapa muda, aku melihat pemandangan pulau itu dari atas sini.


"Wow~, ini pulau yang besar bahkan ada gunung juga" ucap ku sembari melihat sekeliling kemudian aku melihat sesuatu.


"Haah!!, itu sungai nice!!" Ucap senang ku kemudian aku pun turun setelah turun aku mebawa 5 kelapa itu ke arah sungai.


"Lumayan jauh sih..." pikir ku sembari berjalan perlahan lahan di dalam hutan itu, di sana banyak nyamuk nya.


Suara nyamuk.....


"Banyak nyamuk njir!!" Pikri ku sembari mengusir nyamuk nyamuk itu dan fokus berjalan.


Suara air mulai terdengar aku senang lalu aku berlari dan menembus hutan lalu aku melihat sungai yang sedalam pinggul.


"Hmm, kedalamanya berbeda beda yah.." ucap ku sembari memasukki sungai itu di bagian yang rendah sedalam mata kaki.


Aku pun mencuci muka ku dan meminum air itu, "guaah!, segarnya... aku tau ini air mentah tetapi cuma ini satu satunya" ujar ku.


aku pun mengambil sebuah batu yang lancip lalu satu batu yang tumpul kemudian ke tepi sungai.


"Baiklah, setahu ku begini" ucap ku sembari memukul batu lancip itu dengan batu tumpul, batu lancip di miringkan.


Aku ingin membuat batu tajam dengan cara memukul batu dengan batu dan akan memecahkan batu yang di pukul kalau hoki bisa jadi pisau beneran.


Suara batu di pukul.....


Setelah beberapa saat kemudian aku kelelahan, "haah...hah..susah ternyata " aku terengah engah di sekitar ku banyak batu hancur.


Aku mencoba dan gagal lalu mencoba lagi dan lagi hasilnya tetap gagal lalu aku menyerah dan menggunakan pisau serba guna untuk mengupas kelapa.


"Ini juga susah.... hmm?!"ucap ku dengan kebingungan kemudian aku melihat batu lancip mengarah ke atas dan aku mendapat ide.


Batu lancip itu aku gempit di batu batuan agar kokoh lalu aku menancapkan kelapa ke batu itu dan mencoba mengupas.


Setelah beberapa saat aku berhasil, "yeey!, akhirnya bre~"ucap senang ku dengan mengangkat kelapa itu.


Kemudian aku mengupas 4 lainya dan setelah itu aku pergi ke pantai lagi dengan kulit kelapa dan batang kayu kering.


Hari sudah mau sore jadi aku memutuskan membuat api unggun di pantai dan menggunakan daun kelapa untuk alas.


Di pisau serba guna ada namanya korek batu yang harus di gesek agar menciptakan percikan api dan itu bisa untuk membuat api unggun.


Dan aku memakan kelapa muda dan minum lalu melihat matahari terbenam dengan indah nya.


"Haah~, sunset emang indah tetapi keadaan nya begini malah terlihat dramatis sial..." gumam ku dengan memandangi matahari.


Aku menghangatkan diri ku di api unggun lalu malam hari pun sangat dingin aku menggunakan daun kelapa sebagai selimut.


4 daun sebagai alas dan 8 daun sebagai selimut akan tetapi dingin malam itu sampai menembus tulang.


"Sangat dingin.... seperti tidur di kulkas aja..." pikir ku badan ku gemetar kedinginan dan aku mencoba tidur.


Keesokan harinya aku terbangun dan bersin, "haachuuh!, kayaknya aku terkena flu?" Ucap ku dengan ingus meler dari hidung.


BERSAMBUNG..