CRAFT AND SURVIVAL

CRAFT AND SURVIVAL
VOL 1 CHAPTER 18 MAAF KAN AKU



Aku berlari dengan sekuat tenaga tetapi aku memilih untuk istirahat sejenak, aku duduk di bawah pohon dan menuangkan antibiotik dan alkohol untuk menghindari infeksi dan menutup pendarahan.


"Karg!,rasanya perih.... aku harus ganti perban" pikir ku serius, kemudian aku mengganti perban baru sementara yang aku bawa. Setelah aku meminum air aku berdiri dan mulai berjalan.


"Rasa sakitnya sudah lumayan menghilang akan tetapi ini masih perwatan darurat.... aku harus segera ke goa" pikir ku sempoyongan, aku berjalan sampai waktu mulai sore dan akhirnya sampai di pantai.


Aku menatap laut yang indah dengan matahari yang mau terbenam, tatapan ku dalam dan hampa kemudian aku pun sedih, "nostalgia....dan juga apakah ini semua nyata?" Pikir ku menatap sedih laut.


Kemudian aku berjalan di bibir pantai dengan ombak air laut yang maju mundur mengenai kaki ku, aku akhirnya sampai di bangkai kapal angel dan melihat kapal albert lalu aku pun kembali ke goa.


Sesampainya di goa semua orang terlihat panik dan depresi karena aku tidak kunjur kembali akhirnya aku menampakan diri ku dan mereka pun menjadi tidak kawatir lagi dan aku langsung di rawat oleh alicia.


"Sheva, aku ingin tau penjelasan mengenai ini akan tetapi kau perlu istirahat terlebih dahulu" ucap alicia serius, dia pun pergi meninggalkan ku lalu aku yang kelelahan tertidur.


Mereka bertiga berkumpul di depan goa dengan suasana sedih dan bingung teraduk bersamaan, angel sangat kawatir ke pada sheva, alicia hanya ingin tau alasanya , albert sangat penasaran apa yang membuat sheva menjadi seperti itu.


Mereka pun bercakap cakap berbagi informasi dan saling berbincang sangat lama , hari mulai gelap mereka pun makan malam tanpa sheva dan pergi tidur. 8 ular menjadi penjaga saat hari mulai malam.


Keesokan harinya aku terbangun dengan keadaan tubuh masih kurang vit lalu aku pun duduk dan mengingat kejadian kemarin. Setelah ingat aku berkeringat dingin dan suram.


Alicia berjalan menemuiku aku yang mendengar langkah kaki seketika menoleh dan alicia dengan tatapan tajam mengarah ke aku.


"Bisakah kau menjelaskan tentang kemarin?" Ujar nya serius.


Aku mengikuti alicia dan kami pun duduk di luar goa di sana angel menunggu bersama albert dan aku pun langsung menjelaskan ke mereka sedetail detailnya tanpa ada yang ku rahasiakan.


Bahkan dengan percobaan pembunuhan yang ku lakukan ke orang berkasta sialan yang wajahnya seperti ****** bab* itu,


《kembali ke kemarin》


Orang itu melakukan hal itu di jendela dengan lolinya dan tanpa di duga peluru pun terbawa angin dan memenggokan arah tembakan pas tepat di jantung orang itu.


Sungguh keberuntungan....


Author\= omongan adalah doa :v


Dan setelah aku menceritakan semuanya mereka mendengar dengan serius dan setelah itu mereka terdiam kemudian angel pun menampar wajah ku.


Suara tamparan.....


Aku menoleh ke arah angel, aku melihat nya menangis dengan penuh air mata "angel?" Ucap pelan ku terkejut, lalu angel pun menatap mata ku.


"Kamu pernah janji kan untuk tidak melakukan hal nekat lagi sheva!, waktu kau kembali kau berlumuran darah ular dan itu kau sudah melanggar janji kita namun sekarang kau melakukanya lagi. Aku kecewa pada mu"tegas angel serius, kemudian angel pun pergi masuk ke goa dengan penuh air mata.


"Kau tau angel sangat kawatir padamu apalagi kondisimu yang sedang dalam masa penyembuhan tapi kau malah berbuat nekat dengan taruhan nyawa mu sendiri sheva!"


Albert memalingkan pandanganya lalu berjalan masuk ke goa dengan mod tidak bagus kemudian alicia yang menatap ku dengan kecewa pun mendekat.


"Aku tau kau ingin kita semua hidup tenang dan tidak ada ancaman lagi tapi apa kau tahu kau telah membuat orang terdekat mu terluka alibat ulah mu sendiri, camkan itu baik baik dan renungkan"


Alicia dengan kecewa pergi masuk ke goa dan aku hanya terdiam berdiri kaku di sana dan aku berpikir


" benar juga, aku terlalu egois..." dengan tatapan hampa aku berjalan ke sungai. Sesampainya di sana aku duduk di tepi sungai dan merenung semua yang mereka katakan dan kesalahan ku.


Aku melempar batu ke sungai dan melakukan itu berulang kali sembari merenungkan apa yang aku perbuat dan aku pun mengeluarkan air mata.


"Eh?.... kenapa aku menangis?" Ucap pelan ku bingung, aku tidak tau kenapa air mata ku mengalir dan aku pun melihat diri ku di air dan aku melihat expresiku begitu sedih dan menyedihkan.


"Kenapa?, kenapa?!! Kenapa kau membuat expresi seperti itu?" Pikir ku dengan penuh air mata melihat diri ku sendiri dari air kemudian tifa datang dan memelukku dari belaknang.


Dia mengejutkan ku , pelukanya erat dan hangat kemudian dia berkata " jangan kau pendam keluarkan saja air mata mu" dan aku pun merasa ingin menangis.


Kemudian aku berdiri dan melepas pelukan tifa , tifa terkejut dengan apa yang aku lakukan lalu aku menatap tifa dan berkata "aku tidak akan bersedih dan menangis lagi, aku laki laki" tegas ku.


Aku tersadar tadi saat tifa memelukku bahwa aku harus minta maaf ke pada semuanya dan aku tidak akan pernah lagi egois lalu aku akan meminta bantua mereka mulai sekarang.


Aku dengan mata penuh semangat dan percaya diri lagi mulai terlihat, tifa yang melihat itu pipinya memerah dan dia tersenyum tipis begitu manisnya.


Setelah itu aku dan tifa pun kembali ke goa dan aku meminta maaf ke mereka semua dan mereka pun memaafkan kelakukan ku yang begitu egois lalu kami kembali seperti semula.


Setelah itu kami ber 5 berdiskusi tentang, kita dimana,waktu berapa?, th berapa, apakah kita beneran ke waktu masa lalu?.


"Apa menurutmu ini masuk akal albert?"tanya ku serius.


"Aliran waktu seperti ombak yang kuat, kita bisa ke masa depan akan tetapi akan mustahil ke masa lalu" jawab albert serius.


"Jika begitu kita di masa depan?" Tanya tifa serius.


"Jika kita di masa depan melewati gelombang dan fenomena alam dari laut yang misterius, mungkin semua makhluk itu mutasi?" Jawab alicia serius.


"Mutasi?, jika benara berarti di masa depan cuma tinggal dataran tinggi saja?" Tanya angel serius. Kemudian kami menatap kosong angel dan mulai terpikir.


"Benar juga ini pengaruh suhu bumi yang semakin tinggi berkat polusi yang membuat lapisan ozon menitip dan membuat cahaya matahari yang sangat panas memasukki bumi" ujar albert.


BERSAMBUNG.......